Connect with us

POLITIK

Di Jatim, Ada Upaya Adu Domba antara Pemuda Pancasila dengan Partai Gerindra

Published

on

Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyatno, dan kader Gerindra.

Jatimraya.com, Surabaya – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur (Jatim) Supriyatno menuding, ada upaya mengadu domba dan membenturkan Pemuda Pancasila dengan Partai Gerindra. Hal ini terkait dengan isu yang di-viral-kan oleh media sosial.

“Beredar isu bahwa MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur akan melakukan aksi di DPD Partai Gerindra Jatim yang ditujukan kepada Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum dan Soepriyatno sebagai Ketua DPD Jatim,” kata Soepriyatno, di Jakarta (16/1/2018).

Karena itu, Soepriyatno menganggap hal teraebut sebagai upaya mengadu domba dan membenturkan Pemuda Pancasila dengan Partai Gerindra.

“Kami meyakini bahwa tidak mungkin Pemuda Pancasila bergerak tanpa komando Yapto Soerjosoemarno,” katanya.

Berikut ini adalah penjelasan resmi DPD Partai Gerindra Jatim yang ditandatangani oleh Ketua DPD Jatim Soepriyatno, dan Sekretaris DPD Jatim
Anwar Sadad, sebagai berikut :

Pertama, Gerindra sebagai partai politik (parpol) mempunyai hubungan baik dengan Pemuda Pancasila sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas), khususnya dengan Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Bapak Yapto Soerjosoemarno.

Kedua, Partai Gerindra tidak ingin diadu domba dan dibenturkan dengan ormas Pemuda Pancasila, karena hakikatnya Partai Gerindra dan ormas Pemuda Pancasila memiliki tujuan yang sama untuk menjadi Benteng NKRI, meskipun berjuang pada “ranah” yang berbeda.

Ketiga, Berkaitan dengan isu yang di-viral-kan oleh media sosial bahwa MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur akan melakukan aksi di DPD Partai Gerindra Jatim yang ditujukan kepada Partai Gerindra, Bapak Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum dan Bapak Soepriyatno sebagai Ketua DPD Jatim, kami menganggap hal itu sebagai upaya mengadu domba dan membenturkan Pemuda Pancasila dengan Partai Gerindra. Kami meyakini bahwa tidak mungkin Pemuda Pancasila bergerak tanpa komando Bapak Yapto Soerjosoemarno.

Keempat, Berkumpulnya Laskar Garda Merah Putih (GMP) pada hari ini, 16 Januari 2018 di Kantor DPD Partai Gerindra Jatim adalah dalam rangka rapat koordinasi pemenangan Pilkada serentak di 18 Kabupaten/Kota se Jawa Timur dan Pilgub Jawa timur serta rapat persiapan pelaksanaan APEL AKBAR 20.000 Personil GMP Partai Gerindra yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Kab. Pasuruan, Jawa Timur. (bud


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

POLITIK

Sebenatnya Pancasila Lahir untuk Siapa, Apakah untuk Mereka yang Mengaku ‘Aku Pancasila

Published

on

1 Juni 1945 Hari Lahir Pancasila. Dok. bpip.go.id

JATIM RAYA – Debat kusir soal hari lahirnya pancasila terus bergema di setiap tanggal 1 Juni. Tok! Palu sudah diketok melalui Keppres No 24 Tahun 2016. Dan, setiap tanggal 1 Juni jadi hari libur nasional.

Kontroversi tak berhenti. Perdebatan terus mengisi kolom media. Medsos lebih ramai lagi. Antar pakar berdebat dan adu argumentasi. Masing-masing mempertahankan keyakinannya sendiri. Tak apa.

Namanya juga demokrasi. Tapi, keputusan tetap ada di tangan penguasa. Penguasa berhenti, bisa juga keputusan akan berganti. Bergantung siapa yang dekat dan lebih kuat dalam berargumentasi.

Penting gak penting soal kontroversi ini. Tapi, yang jauh lebih penting adalah menjawab pertanyaan: “kapan pancasila dilaksanakan?” Ini tentu menjadi substansi.

Sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Apakah perilaku dan sikap politik kita sudah menunjukkan sikap bertuhan?

Faktanya, sejumlah ormas keagamaan dimanfaatkan untuk saling serang dan menebar kebencian.

Satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lain tak jarang dibenturkan. Ini dilakukan demi nafsu politik dan kepentingan elit.

Pages: 1 2 3 4


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Pancasila 1 Juni 1945 adalah Bagian dari Proses Menuju Kelahiran Pancasila

Published

on

JATIM RAYA – Memaksakan deklarasi Hari Lahir Pancasila itu 1 Juni 1945 adalah menciptakan ruang perdebatan.

Pancasila yang dikenal dan diakui absah oleh anak-anak hingga orang dewasa baik yang berpendidikan TK hingga Guru Besar di Perguruan Tinggi adalah Pancasila dengan rumusan saat ini

Dengan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan sila kelima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Siapapun WNI yang tidak hafal akan rumusan ini akan “dikutuk” publik.

Lahir Pancasila adalah lahirnya Pancasila “sempurna” sebagaimana yang dirumuskan final yaitu rumusan yang ditetapkan tanggal 18 Agustus1945.

Bila mundur ke aspek historis, “kaum kebangsaan” bersikeras pada rumusan dan kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945

Maka “kaum Islam” akan bersikeras pada rumusan dan kelahiran Pancasila pada tanggal 22 Juni 1945 yang dikenal degan Piagam Jakarta.

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Kapitra Ampera Ungkap Tiga Alasan Kenapa Kapolri Tidak Bisa Tarik Firli Bahuri dari KPK

Published

on

JATIM RAYA – Politisi PDI Perjuangan DR Kapitra Ampera SH MH merespons soal permintaan Indonesia Corruption Watch (ICW) atau koalisi masyarakat sipil antikorupsi, pada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menarik Ketua KPK Firli Bahuri.

Pengaduan koalisi masyarakat antikorupsi yang meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menarik Ketua KPK Firli Bahuri kembali dan diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua KPK dinilai Kapitra salah besar.

“Statemen yang menyesatkan publik. ICW wajib banyak belajar Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru,” kata Kapitra, melalui keterangan tertulis, Jumat, 28 Mei 2021.

Kapitra menyebutkan, setidaknya ada tiga alasan mengapa Kapolri tidak memiliki kewenangan untuk menarik Firli Bahuri dari jabatan Ketua KPK.

Pertama, Firli sebagai Ketua KPK bukan jabatan penugasan tetapi jabatan yang didapat melalui pemilihan dengan selektifitas yang ketat.

Dan diuji kelayakan oleh DPR dan ditetapkan oleh Presiden, sama denngan pengangkatan Kapolri, Panglima TNI dan Hakim Agung.

Kedua, jabatan Ketua KPK bukan jabatan karir kepolisian tetapi jabatan Publik

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending