Connect with us

NEWS

Pengembang Sapi di Pesisir Kotim Harap Dukungan dari Pemerintah

Published

on

Jatimraya.com, Sampit – Masyarakat di kawasan pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, berharap dukungan pemerintah untuk pengembangan ternak sapi karena potensinya sangat besar, khususnya di Kecamatan Pulau Hanaut.

“Saat ini masyarakat kami beternak sapi secara mandiri dengan berbagai keterbatasan. Masyarakat berharap ada dukungan pemerintah sehingga potensi ini bisa lebih dikembangkan untuk mendukung pencapaian swasembada daging serta meningkatkan kesejahteraan,” kata Camat Pulau Hanaut, H Eddy Mashami di Satiruk, Jumat (19/1/2018).

Sentra ternak sapi di Kecamatan Pulau Hanaut terdapat di Desa Satiruk. Desa ini memiliki sumber daya alam yang luar biasa besar dan sangat menjanjikan untuk lebih dikembangkan.

Selain hasil peternakan, pertanian dan hasil lautnya, desa ini memiliki potensi alam berupa pantai yang sangat indah. Pantai ini masih sangat alami sehingga pengunjung dengan mudah bisa menyaksikan satwa liar seperti burung, monyet dan lainnya di sekitar pantai.

Lokasi Kecamatan Pulau Hanaut yang berada di kawasan seberang dan belum bisa diakses melalui jalur darat, membuat pembangunannya sedikit lamban. Hal itu berimbas pada kondisi perekonomian masyarakat setempat.

Eddy berharap potensi peternakan sapi di Desa Satiruk dan sekitarnya bisa lebih dikembangkan sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apalagi potensi pasarnya masih sangat besar karena permintaan tinggi.

Lahan yang bisa digunakan untuk peternakan masih sangat luas, namun saat ini peternak hanya mengandalkan pakan dari rumput-rumput liar. Puluhan sapi dilepas begitu saja di hamparan terbuka untuk mencari makan, namun uniknya pemilik sapi bisa dengan tepat mengenali sapi-sapi milik mereka sehingga tidak pernah tertukar.

Saat ini ada 20 warga yang beternak sapi dengan jumlah sapi sekitar 85 ekor. Selama ini pemasarannya dilakukan dengan menjual sapi ke Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yang berada di seberang sungai, ada pula pembeli dari desa sekitar yang datang untuk membeli.

“Potensi Desa Satiruk perlu mendapatkan perhatian, pembinaan dan pengembangan yang lebih baik untuk menuju Kotawaringin berswasembada daging. Selama ini yang dirasakan masyarakat adalah kurangnya pembinaan dan arahan bagaimana cara beternak sapi yang baik. Sumber pangan sapi juga masih sulit karena hanya bersandar pada rumput liar yang tumbuh di sisi-sisi pantai,” kata Eddy.

Masyarakat sangat berharap pemerintah membantu bibit sapi, pembuatan pakan alternatif serta pembinaan agar hasilnya lebih optimal. Jika mendapat dukungan yang memadai, Eddy yakin peternak di wilayahnya bisa mengembangkan peternakan sapi lebih besar lagi.

Seperti dikutip Antara, dia mendukung pengoptimalan sektor peternakan sapi karena potensinya sangat besar. Eddy juga optimistis swasembada daging bisa dicapai jika peternak bisa difasilitasi dengan baik. (nrj)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NEWS

Dedi Ruslan & Company Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2021

Published

on


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Media Hallo Apakabar Group Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2021

Published

on


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Kisah tentang Sang Panglima dan Syeikh Mubarak, Ironi Sang Panglima

Published

on

Ketua Umum Gerakan Guyub Nasional Indonesia (GGNI), DR M. Kapitra Ampera SH MH. /Instagram.com/@m.kapitraampera

JATIM RAYA – Syeikh Mubarak adalah ulama yang sangat tawadhu dan alim di abad 18, dia tinggal di Basra, Irak.

Suatu sore dia mau ke Mesjid Raya kota Basrah melalui, komplek perumahan elit pejabat negara.

Ketika melewati rumah Panglima Kerajaan yang kebetulan sedang berpesta di halaman rumah.

Dia dipanggil oleh panglima, “wahai pengemis” katanya, sambil menghina syekh.

“Ke sinilah ambil ini makan untukmu biar kau tidak kelaparan” katanya.

Syeikh Mubarak mendatangi panggilan Panglima, sesampai di gerbang rumah.

Tiba-tiba panglima menampar pipi serta mengusirnya pergi sambil membentak,

Pages: 1 2 3 4


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending