Connect with us

POLITIK

Khofifah Rumuskan “Nawa Cita Satya” untuk Jatim

Published

on

Jatimraya.co.id, Surabaya – Calon gubernur di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim) 2018 Khofifah Indar Parawansa, merumuskan program yang diberi nama “Nawa Bhakti Satya” bagi masyarakat Jawa Timur.

“Insya Allah jika saya terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur, saya akan jalankan program Nawa Bhakti Satya,” katanya, saat bersilaturahmi dengan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Timur di Surabaya, Selasa (30/1/2018).

Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan, programnya ini memang mirip dengan program Nawa Cita yang saat ini diterapkan di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan secara singkat gagasan Nawa Bhakti Satya yang telah dirumuskannya untuk masyarakat Jawa Timur.

“Nawa Bhakti Satya adalah sembilam program yang dirumuskan khusus untuk Jawa Timur yang lebih sejahtera dan mulia,” katanya.

Menurut dia, ada sembilan area strategis dalam rumusan Nawa Bhakti Satya yang akan dikerjakan secara bersama-sama nantinya.

“Intinya adalah membangun partnership di sembilan area strategis dalam rumusan Nawa Bhakti Satya ini, yang sesuai dengan tagline kita, yaitu Kerja Bersama. Tentunya partnership ini demi menuju kemuliaan,” ucapnya.

Khofifah menyatakan tekadnya untuk selalu mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama mencurahkan energi positif menuju Jawa Timur yang lebih mulia. “Mulia di mata masyarakat, mulia di mata bangsa-bangsa lain, dan mulia di hadapan Allah,” katanya.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga memuji kepemimpinan Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Soekarwo, yang selama dua periode menjabat Gubernur Jawa Timur.

Program Nawa Bhakti Satya, lanjut dia, akan melanjutkan program-program yang telah sukses dijalankan selama masa Gubernur Soekarwo.

Pak De Karwo, sapaan akrab Soekarwo, mengapresiasi Program Nawa Bhakti Satya yang telah digagas Khofifah. “Saya titip pembangunan khususnya di wilayah Pulau Madura,” ujarnya, seperti dikutip Antara. (sas/hnr)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POLITIK

Sebenatnya Pancasila Lahir untuk Siapa, Apakah untuk Mereka yang Mengaku ‘Aku Pancasila

Published

on

1 Juni 1945 Hari Lahir Pancasila. Dok. bpip.go.id

JATIM RAYA – Debat kusir soal hari lahirnya pancasila terus bergema di setiap tanggal 1 Juni. Tok! Palu sudah diketok melalui Keppres No 24 Tahun 2016. Dan, setiap tanggal 1 Juni jadi hari libur nasional.

Kontroversi tak berhenti. Perdebatan terus mengisi kolom media. Medsos lebih ramai lagi. Antar pakar berdebat dan adu argumentasi. Masing-masing mempertahankan keyakinannya sendiri. Tak apa.

Namanya juga demokrasi. Tapi, keputusan tetap ada di tangan penguasa. Penguasa berhenti, bisa juga keputusan akan berganti. Bergantung siapa yang dekat dan lebih kuat dalam berargumentasi.

Penting gak penting soal kontroversi ini. Tapi, yang jauh lebih penting adalah menjawab pertanyaan: “kapan pancasila dilaksanakan?” Ini tentu menjadi substansi.

Sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Apakah perilaku dan sikap politik kita sudah menunjukkan sikap bertuhan?

Faktanya, sejumlah ormas keagamaan dimanfaatkan untuk saling serang dan menebar kebencian.

Satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lain tak jarang dibenturkan. Ini dilakukan demi nafsu politik dan kepentingan elit.

Pages: 1 2 3 4


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Pancasila 1 Juni 1945 adalah Bagian dari Proses Menuju Kelahiran Pancasila

Published

on

JATIM RAYA – Memaksakan deklarasi Hari Lahir Pancasila itu 1 Juni 1945 adalah menciptakan ruang perdebatan.

Pancasila yang dikenal dan diakui absah oleh anak-anak hingga orang dewasa baik yang berpendidikan TK hingga Guru Besar di Perguruan Tinggi adalah Pancasila dengan rumusan saat ini

Dengan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan sila kelima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Siapapun WNI yang tidak hafal akan rumusan ini akan “dikutuk” publik.

Lahir Pancasila adalah lahirnya Pancasila “sempurna” sebagaimana yang dirumuskan final yaitu rumusan yang ditetapkan tanggal 18 Agustus1945.

Bila mundur ke aspek historis, “kaum kebangsaan” bersikeras pada rumusan dan kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945

Maka “kaum Islam” akan bersikeras pada rumusan dan kelahiran Pancasila pada tanggal 22 Juni 1945 yang dikenal degan Piagam Jakarta.

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Kapitra Ampera Ungkap Tiga Alasan Kenapa Kapolri Tidak Bisa Tarik Firli Bahuri dari KPK

Published

on

JATIM RAYA – Politisi PDI Perjuangan DR Kapitra Ampera SH MH merespons soal permintaan Indonesia Corruption Watch (ICW) atau koalisi masyarakat sipil antikorupsi, pada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menarik Ketua KPK Firli Bahuri.

Pengaduan koalisi masyarakat antikorupsi yang meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menarik Ketua KPK Firli Bahuri kembali dan diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua KPK dinilai Kapitra salah besar.

“Statemen yang menyesatkan publik. ICW wajib banyak belajar Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru,” kata Kapitra, melalui keterangan tertulis, Jumat, 28 Mei 2021.

Kapitra menyebutkan, setidaknya ada tiga alasan mengapa Kapolri tidak memiliki kewenangan untuk menarik Firli Bahuri dari jabatan Ketua KPK.

Pertama, Firli sebagai Ketua KPK bukan jabatan penugasan tetapi jabatan yang didapat melalui pemilihan dengan selektifitas yang ketat.

Dan diuji kelayakan oleh DPR dan ditetapkan oleh Presiden, sama denngan pengangkatan Kapolri, Panglima TNI dan Hakim Agung.

Kedua, jabatan Ketua KPK bukan jabatan karir kepolisian tetapi jabatan Publik

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending