Connect with us

BOJONEGORO

Ratusan Wagra Bojonegoro Mengungsi Akibat Banjir

Published

on

Indonesiaraya.co.id, Bojonegoro – Sebanyak 113 warga Bojonegoro, Jawa Timur mengungsi ke Gedung Serbaguna milik pemerintah kabupaten (pemkab) ini, akibat banjir luapan Bengawan Solo merendam permukiman warga di Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota, Selasa (13/3/2018).

Seperti dikutip Indonesiaraya.co.id, kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo, di lokasi Gedung Serbaguna itu menjelaskan sebanyak 131 warga Desa Ledokwetan mengungsi ke tempat pengungsian sejak pagi tadi.

Luapan Bengawan Solo di desa setempat, lanjut dia, tidak hanya merendam pekarangan rumah, tetapi juga masuk ke rumah warga dengan ketinggian lebih dari 0,5 meter.

“Sebagian warga lainnya di Desa Ledokwetan, juga Kelurahan Ledokkulon, juga di Kecamatan Kota, tetap bertahan di rumahnya, karena lokasi rumahnya tinggi,” ujarnya menjelaskan pula.

Pada lokasi pengungsian di Gedung Serbaguna itu, selain tersedia pelayanan kesehatan gabungan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit (RS) Wahyu Tutuko Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, juga disediakan dapur umum untuk para pengungsi.

“Pengungsi warga korban banjir Bengawan Solo hanya ada di Gedung Serbaguna,” ujarnya.

Ia memperkirakan ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro akan segera surut, karena ketinggian air di Karangnongko, Kecamatan Ngraho sudah mulai surut.

Data dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro menyebutkan ketinggian air di Karangnongko, Kecamatan Ngraho sekitar 70 kilometer dari kota turun menjadi 28,37 meter pukul 21.00 WIB.

Sedangkan ketinggian air di Taman Bengawan Solo (TBS) mencapai 14,66 meter (siaga II-kuning), pukul 23.00 WIB. Pada hilirnya Babat, Laren, Karanggeneng dan Kuro, semuanya di Lamongan, masing-masing 8,5 meter (siaga III-merah), 5,51 meter (siaga III-merah), dan 4,57 meter (siaga II-kuning), serta 2,22 meter (siaga II-kuning).

Meskipun genangan banjir di Bojonegoro bagian barat surut, menurut dia lagi, di wilayah timur di Kecamatan Kanor dan Baureno, banjir luapan Bengawan Solo masih naik, sehingga tidak hanya merendam areal persawahan, tetapi juga permukiman warga.

“Kami belum menerima laporan data banjir luapan Bengawan Solo di sejumlah desa di Kecamatan Kanor dan Baureno, sebab ketinggian air tertinggi diperkirakan terjadi Rabu (14/3/2018),” katanya menjelaskan.

Ia menambahkan Pejabat Bupati Bojonegoro Suprianto, sore tadi meninjau lokasi genangan banjir di Desa Ledokwetan, dan meninjau dapur umum di Gedung Serbaguna di Desa Ledokwetan. (sas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BOJONEGORO

Dirut PTPN X Katakan Kemarau Panjang Pengaruhi Produktifitas Tebu

Published

on

Direktur Utama PTPN X Dwi Satriyo Annurogo.

Jatimraya.com, Bojonegoro – Direktur Utama PTPN X Dwi Satriyo Annurogo mengatakan kemarau panjang yang melanda beberapa wilayah di Indonesia tahun ini akan mempengaruhi produktifitas tebu, yang diperkirakan tidak akan maksimal untuk produksi 2019.

“Upayanya agak berat tahun ini karena ada kemarau panjang, sebab komunitas tebu saat ini agak terpengaruh terhadap iklim yang ada, dan dengan lahan yang ada kita tidak bisa prediksi,” kata Dwi ditemui di Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (3/10/2019).

Dwi yang ditemui pada saat pembukaan lahan baru hasil kerja sama dengan Perhutani mengatakan, untuk mengantisipasi hal serupa terjadi tahun depan perlu dibuka lahan baru, salah satunya yang dilakukan bekerja sama dengan Perhutani.

Sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), kata Dwi, target produksi PTPN X 2019 sebanyak 352 ribu ton, atau lebih tinggi dibanding 2018, yakni sebesar 335 ribu.

“Saat ini sudah tercapai sebesar 85 persen. Dan kami berharap mudah-mudahan target tercapai bisa di atas itu, sebab tahun ini memang secara nasional ada penurunan produksi,” katanya kepada wartawan.

Sementara terkait perluasan lahan kerja sama dengan Perhutani, Dwi menyebut, sesuai dengan persetujuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2017, total PTPN XI akan menggarap lahan seluas 5.661,5 hektare, yang berada di wilayah kawasan KPH Bojonegoro, Mojokerto, Jombang dan Blitar.

“Kami saat ini sudah menggarap 423 hektare, dan ini tahun kedua yang sudah kami mulai secara masiv akan terus bergerak hingga tahun-tahun ke depan,” tuturnya.

Dwi mengaku akan terus mempercepat atau akselesari penggarapan total lahan hasil kerja sama Perhutani, dengan target menggarap 1.000 hektare pada 2020, atau ditarget selesai dalam kurun dua kali dalam lima tahun.

Dwi menyebut, PTPN X saat ini mempunyai 9 pabrik gula dengan kapasitas 38 ribu TCD, dan mengelola 57 ribu hektare.

Agar maksimal, kata Dwi, PTPN X saat ini perlu menggarap lahan seluas 65 ribu hektare. Artinya kurang sebesar 8 ribu hektare dan akan dipenuhi dengan kerja sama Perhutani seluas 5 ribu hektare.

“Sisanya akan kami kerjasamakan dengan masyarakat sebesar 3 ribu hektare, sehingga bisa mendorong peningkatan produktifikas gula Tanah Air,” katanya.

Dwi menyebut, total produksi gula nasional saat ini sebesar 2 juta ton, sedangkan kebutuhan gula konsumsi sebesar 2,5 juta ton, atau kurang 500 ton. Sedangkan gula untuk makanan dan minuman kebutuhannya mencapai 5,5 juta ton sampai 6 juta ton per tahun.

“Ini artinya masih sangat kurang banyak, dan yang kami lakukan adalah bukan menambah pabrik gula, melainkan pertambahan kebun karena gula sebenarnya diproduksi di kebun,” katanya. (ami)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BOJONEGORO

PTPN Gandeng Perhutani Buka Lahan Budi Daya Tebu di Bojonegoro

Published

on

Direktur Utama PTPN X, Dwi Satriyo Annurogo saat meninjau lahan baru di Kabupaten Bojonegoro.

Jatimraya.com, Bojonegoro – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menggandeng Perum Perhutani membuka lahan baru untuk pemanfaatan kawasan hutan bagi budi daya tebu di Bojonegoro, Jawa Timur, guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama PTPN X, Dwi Satriyo Annurogo pada saat meninjau lahan baru itu di Bojonegoro, Kamis (3/10/2019), mengatakan kerja sama ini untuk kegiatan penanaman agroforestry tebu seluas 5.661,5 hektare.

Lahan yang berada di wilayah Perum Perhutani BKPH Celangap, KPH di Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, itu akan ditanami tebu varietas unggul baru dengan potensi produksi 80 ton/hektare dan rendemen 9 persen.

“Nanti dikelola Pabrik Gula (PG) Djombang Baru. Dan penggunaan lahan telah mendapat persetujuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2017,” katanya.

Ia mengatakan, pengerjaan lahan agroforestry tebu sebagai upaya dari PTPN X untuk memastikan stabilitas pasok BBT ke pabrik gula pada masa giling tahun 2020.

Pada 2018 juga telah dilakukan penanaman seluas 223 hektare di kawasan KPH Bojonegoro, Mojokerto, Jombang, dan Blitar. Dan rencananya pada 2019 akan ada pengerjaan seluas 423 hektare.

Sebelumnya, lahan yang telah dikerjakan berada di kawasan KPH Jombang seluas 108 hektare dikelola oleh PG Lestari, sedangkan pengerjaan lahan di kawasan KPH Mojokerto seluas 253 hektare akan dikelola oleh PG Gempolkrep.

“Kerja sama ini merupakan sinergi BUMN dengan Perum Perhutani dan merupakan tugas negara berdasarkan SKB 4 Menteri sebagai wujud BUMN Hadir Untuk Negeri karena kegiatan agroforestry tebu memberikan peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” katanya. (ami)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BOJONEGORO

Plateno akan Kembangkan Hotel di Bojonegoro

Published

on

Tavip (kiri), Project Director PT Graha Persada Internasional saat menjelaskan potensi Bojonegoro di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Jatimraya.com, Jakarta – Plateno Grup, sebagai salah satu pelaku industri hotel di Indonesia, saat ini berencana mengembangkan ke Bojonegoro, Jawa Timur, mengingat kawasan itu potensial dari sektor pariwisata maupun industri.

“Pasarnya kami nilai cukup untuk membangun hotel,” kata Direktur PT Graha Persada Internasional, Tavip di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Dia mengatakan Bojonegoro meskipun bukan Ibu kota provinsi, akan tetapi potensi untuk industri hotel disana sangat baik bahkan ada yang menyebutnya sebagai “Texas” Indonesia.

Bojonegoro sendiri akan dilewati oleh jalan tol Solo – Ngawi, sehingga jika dari Yogyakarta menuju Surabaya akan melewati Bojonegoro.

“Inilah yang menjadi salah satu potensi industri hotel akan berkembang di Bojonegoro,” ujar dia.

Menurut dia dalam beberapa tahun ke depan Bojonegoro akan berbeda, bukan lagi seperti diketahui sekarang.

Selain wisatawan yang akan meningkat dengan adanya jalan tol Solo – Ngawi, saat ini di Bojonegoro juga memiliki banyak perusahaan minyak.

Setiap bulannya banyak pekerja asing yang datang untuk bekerja di Bojonegoro.

Meningkatnya wisatawan dan banyaknya pekerja asing menjadi potensi yang besar bagi industri hotel untuk mulai melirik Bojonegoro dengan menghadirkan tempat yang nyaman untuk beristirahat.

Standar hotel yang berkredibilitas di Bojonegoro sangatlah sedikit, ini menjadi salah satu alasan Plateno Grup mendirikan Lavande Hotel di Bojonegoro.

Tujuannya agar Bojonegoro memiliki hotel berskala menengah yang sudah terjamin kredibilitasnya, ujar dia. (arw)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending