Connect with us

SAMPANG

DPS Pilkada Sampang 839.436 Orang

Published

on

Divisi Teknis Penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang Addy Imansyah,.

Jatimraya.com, Sampang – Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk pilkada 27 Juni 2018 di Kabupaten Sampang, Jawa Timur sebanyak 839.436 orang, terdiri dari calon pemilih laki-laki sebanyak 414.928 orang dan calon pemilih perempuan sebanyak 424.408 orang.

“Jumlah daftar pemilih sementara ini, berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih,” ujar Divisi Teknis Penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang Addy Imansyah di Sampang, Kamis (15/3/2018).

Sedangkan, calon pemilih yang tidak memiliki KTP elektronik, terdata sebanyak 25.611 orang.

“Dengan demikian, maka total jumlah calon pemilih di Sampang ini semuanya 865.047 orang,” katanya, menjelaskan.

Menurut Addy, jumlah DPS tersebut sesuai dengan formulir model A.1.3-KWK, sedangkan calon pemilih yang tidak mengantongi KTP elektronik sebanyak 25.611 orang yang terdiri dari pemilih laki-laki 12.422 orang dan pemilih perempuan 13.189 orang, sesuai dengan formulir model A.C.3-KWK.

Terkait dengan calon pemilih yang tidak mengantongi KTP elektronik, Addy Imansyah menjelaskan, akan melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab Sampang.

Bagi calon pemilih yang tercatat dalam data kependudukan Pemkab Sampang maka nantinya institusi itu akan mengeluarkan surat keterangan.

“Akan tetapi kalau tidak tercatat, maka yang bersangkutan akan dicoret dalam daftar pemilih sementara,” katanya, menjelaskan.

Addy Imansyah menjelaskan, sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2017 disebutkan, bahwa warga bisa memberikan hak pilihnya dengan menggunakan KTP elektronik dan dicatat oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam daftar pemilih tambahan.

“Kami sudah mengumumkan penetapan DPS ini melalui PPK dan PPS yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang,” katanya, menjelaskan.

Nantinya, sambung dia, DPS itu akan ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT) dan warga yang masuk dalam DPT bisa menggunakan hak pilihnya untuk pelaksanaan pilkada yang akan digelar pada 27 Juni 2018.

Pilkada di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur ini diikuti oleh tiga Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang yang akan berkompetisi pada pilkada yang akan digelar 27 Juni 2018.

Ketiga pasangan calon itu masing-masing H. Hisan dengan KH Abdullah Mansyur (Hisbullah), didukung Partai Demokrat (enam kursi) dan PAN (tiga kursi) sebanyak sembilan kursi.

Selanjutnya pasangan Calon Bupati Pamekasan H Slamet Junaidi-H. Abdullah Hidayat (Jihad) didukung Partai Nasdem (dua kursi), PKS (2 kursi), PDIP (dua kursi), dan PPP (tujuh kursi), total sebanyak 13 kursi.

Kemudian, Hermanto Subaidi dan Suparto didukung Partai Gerindra (delapan kursi), dan PKB (delapan kursi), sebanyak 16 kursi.

Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif menjelaskan, pilkada merupakan pesta demokrasi dan sebagai upaya untuk memilih calon pemimpin Sampang untuk lima tahun kedepan.

“Karena itu, maka semua masyarakat yang sudah memenuhi syarat harus bisa memanfaatkan momentum lima tahunan ini, termasuk pengungsi Sampang yang tinggal di luar Kabupaten Sampang,” ujar Syamsul. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SAMPANG

KPU Sampang Gelar Pemungutan Suara Ulang di Tiga TPS

Published

on

Dokumen pelaksanaan pemungutan suara di Sampang, Madura, Jawa Timur.

Jatimraya.com, Sampang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang, Jawa Timur akan menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di tiga tempat pemungutan suara (TPS) yang ditemukan terjadi pelanggaran pada saat pemungutan suara 17 April 2019.

Menurut Komisioner KPU Sampang Addy Imansyah di Sampang, Minggu (21/4/2019), pemungutan suara ulang di tiga 3 TPS itu masing-masing di TPS 06 Desa Madupat dan TPS 09 Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, serta di TPS 03 Desa Trapang, Kecamatan Banyuates.

“Saat ini kami telah meminta KPU Provinsi untuk segera mengirim logistik pemilu sesuai dengan kebutuhan di masing-masing TPS tersebut,” katanya.

Menurutnya, pemungutan suara ulang itu, sesuai dengan rekomendasi Bawaslu Sampang berdasaran hasil pemantauan petugas pengawas di lapangan.

“Tapi PSU ini tidak akan mengganggu tahapan pelaksanaan rekapitulasi di tingkat kabupaten, karena sesuai jadwal, rekapitulasi di tingkat kabupaten masih akan digelar setelah tanggal 24 April ini,” katanya.

Sebelumnya Komisioner Bawaslu Sampang Yunus Ali Ghafi menjelaskan, di TPS 3 Desa Trapang pihaknya menemukan sekitar 90 Surat Suara (SS) DPRD Kabupaten yang tercoblos sebelum pemungutan suara dimulai.

Sehingga, sambung dia, untuk TPS 3 Desa Trapang, maka pemungutan suara yang akan diulang untuk pemungutan suara DPRD Kabupaten, sedangkan lainnya, seperti DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan Capres/Cawapres tidak diulang.

Di TPS 6 Desa Madupat Bawaslu Sampang menemukan oknum anggota KPPS yang mencoblos surat suara untuk pilpres. Bahkan, video pencoblosannya viral, sehingga Bawaslu Sampang merekomendasikan untuk dilakuan pemungutan suara ulang.

Bawaslu juga memiliki bukti dua oknum KPPS nyoblos 10 surat suara untuk DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan Pilpres di TPS 9 Desa Rabasan, sehingga di TPS itu juga harus diulang. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMPANG

Di Haul Akbar Masyayikh dan Habaib se-Madura, Prabowo Ceritakan Kedekatannya dengan Ulama

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto saat menghadiri Haul Akbar Masyayikh dan Habaib se-Madura di di Lapangan Mbak Tutut, Lengser, Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Selasa (26/2/2019) malam.

Jatimraya.com, Sampang – Calon Presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto menutup rangkaian kegiatannya di Jawa Timur selama beberapa hari ini dengan menghadiri undangan Haul Akbar Masyayikh dan Habaib se-Madura di di Lapangan Mbak Tutut, Lengser, Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Selasa (26/2/2019) malam.

Tak hanya hadir sebagai undangan, Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu juga diminta untuk memberikan pandangan dan sambutannya di hadapan para habaib, ulama, dan Kyai serta puluhan ribu masyarakat yang berasal dari berbagai wilayah di Madura dan kota lainnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menceritakan bahwa dirinya sudah lama dekat dengan para ulama, Kiyai dan Habaib sejak dirinya masih muda dan menjadi prajurit TNI. Jadi, kedekatannya dengan para ulama dan tokoh agama bukan hanya saat ini saja ketika menjadi seorang calon presiden.

“Saya sejak usia muda dekat dengan Kyai, karena saya dulu prajurit, prajurit itu harus siap mati untuk negara bangsa dan rakyat. Jadi kalo orang mau menghadapi maut ya harus menghadap Kiyai minta doa. Jadi saya dekat sama ulama bukan saat ini saja tapi memang sudah lama,” ungkap Prabowo.

Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu juga menceritakan, karena kedekatannya dengan para ulama maka dirinya dianggap sebagai kelompok radikal. Padahal, islam di Indonesia sangat menghargai perbedaan dan selalu memberikan rahmat bagi semua golongan.

“Jadi ada yang bilang prabowo dekat sama ulama, Prabowo radikal. Islam di indonesia itu tidak radikal, islam di indonesia itu Rahmatan Lil Alamin, ustad ustad saya, Kiyai Kiyai saya, dan Habaib habaib saya mengajarkan bahwa islam di Indonesia melindungi semua suku semua agama semua etnis. Dan kita tidak boleh mengujar kebencian,” tegasnya.

Ia mencontohkan, bukti islam di Indonesia itu menghargai semua golongan dan memberi rahmat bagi semua umat terlihat dalam 17 butir yang ia tandatangani dalam perjanjian yang dibuat oleh ijtima ulama ke 2. Dalam 17 butir perjanjian tersebut tidak ada yang merugikan kelompok, agama, etnis maupun ras lain yang hidup di Indonesia.

“Karena itu waktu saya dipercaya oleh ijtima ulama yang pertama dan kedua dan diminta tandatangan 17 butir itu, tidak ada yang tidak sesuai dengan kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Bahkan tiap butir itu menghormati setiap semua agama, suku, ras, dan kelompok etnis. Pihak yang salah pun kita hormati. Kalau kita percaya pasti ada kebaikan di semua pihak, mudah mudahan dia kembali ke jalan yang benar,” tandasnya. (ver)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SAMPANG

Prabowo Presiden Menggema di Acara Haul Akbar Masyayikh dan Habaib se-Madura

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto saat menghadiri Acara Haul Akbar Masyayikh dan Habaib se-Madura di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Selasa (26/2/2019) malam.

Jatimraya.com, Sampang – Sekitar 80 ribu masyarakat Madura, Jawa Timur menghadiri Acara Haul Akbar Masyayikh dan Habaib se-Madura yang digelar di Lapangan Mbak Tutut, Lengser, Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Selasa (26/2/2019) malam.

Dalam acara tersebut, ribuan masyarakat Madura yang berada di lokasi mulai menggaungkan kalimat takbir dan meneriakan ‘Prabowo Presiden’ meskipun Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno tersebut belum tiba dilokasi. Dalam acara ini, Prabowo memang dijadwalkan hadir untuk berkumpul bersama para ulama, habaib dan Kiyai serta ribuan masyarakat Madura.

“Prabowo Presiden, Prabowo Presiden, takbir.. AllahuAkbar, takbir.. AllahuAkbar,” teriak ribuan masyarakat Madura di lokasi Haul.

Tak lama berselang, Calon Presiden Prabowo Subianto pun hadir bersama rombongannya. Melihat kehadiran Prabowo, masyarakat peserta Haul mulai merangsek kedepan untuk melihat dan bersalaman dengan Prabowo Subianto secara langsung.

“Kami meminta peserta Haul untuk tenang dan memberikan jalan untuk tokoh kita Bapak Prabowo Subianto,” pinta pembawa acara Haul akbar Masyayikh dan Habaib se-Madura.

Prabowo yang melihat penuh sesaknya massa peserta Haul dan mendengarkan dukungan untuk dirinya memenangkan Pilpres 2019 langsung berdiri diatas kendaraannya untuk menyapa secara langsung masyarakat Madura.

“Terimakasih, terimakasih,” ungkap Prabowo singkat sembari memberikan salam hormat komando kepada para ribuan Haul.

Dalam acara Haul Akbar Masyayikh dan Habaib se-Madura ini dihadiri oleh para ulama, habaib dan Kiyai antara lain Habib Salim Segaf Aljufri, Habib Hanif Abd Rahman Alathas, KH Najih Maimoen Zubair dari Sarang Rembang, KH Khalil As’sad dari Sukorejo Situbondo, Alhabib Ali Zainal Abidin Ketua DPW FPI Sumenep, KH Jazuli Jauhari dari Pamekasan, KH Karrar Shinhaji dari Pamekasan, KH Mahrus Abd Malik Wakil Rois Syuriah NU Sampang, KH Abdullah Khon dari Bangkalan, KH Jurjis dari Sumenep, KH Ahli Salim dari Pamekasan, dan KH Syaiful Jabbar dari Sampang. (ver)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending