Connect with us

BONDOWOSO

Pemkab Bondowoso Relokasi Pedagang Pasar Induk

Published

on

Plt Sekda Kabupaten Bondowoso, Karna Suswandi.

Jatimraya.id, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur segera memastikan relokasi pedagang ke bangunan baru Pasar Induk Bondowoso.

“Relokasi pedagang yang selama ini menempati bahu jalan pasca-terbakarnya Pasar Induk Bondowoso pada 2014, diperkirakang pada 19 April 2018, kita doakan pemindahan para pedagang nanti lancar tidak terkendala sesuatu apapun,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Karna Suswandi di Bondowoso, Selasa (20/3/2018).

Ia mengemukakan telah berkoordinasi dengan peguyuban pedagang di Pasar Induk Bondowoso terkait dengan rencana pemindahan pedagang, sedangkan para pedagang merespons dengan baik dan terbuka, serta bersedia pindah ke bangunan pasar baru tersebut.

Pada proses relokasi, katanya, para pedagang akan menempati kios atau stan yang sama seperti saat pasar sebelum terbakar, sedangkan pemerintah menggratiskan biaya balik nama namun tetap mengenakan retribusi sesuai peraturan daerah yang ada sebelumnya.

Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Induk Bondowoso Usman Ali mengaku bersyukur pemerintah proaktif dan menyerap aspirasi pedagang dengan baik.

“Kami bersyukur karena aspirasi masyarakat bawah diakomodir dan dilaksanakan oleh pemerintah dan kami berharap silaturahim pedagang dengan pedagang Pasar Induk Bondowoso terus terjalin baik,” katanya.

Berdasarkan data, kios dan stan yang telah dibangun di Pasar Induk Bondowoso yang baru itu berjumlah 571 kios, dengan rincian 315 unit di lantai dua, 256 unit di lantai satu (lantai bawah), sedangkan ukuran kios 2×3 meter dan 3×3 meter, seperti dikutip Antara. (nov/zsh)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BONDOWOSO

Sandiaga Uno Silaturahmi dengan Habib se-Kabupaten Bondowoso

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat bersilaturahmi dengan para Habib se Kabupaten Bondowoso di Al Khairiyah Kademangan Timur Bondowoso, Rabu (20/2/2019).

Jatimraya.com, Bondowoso – Sandiaga Salahuddin Uno, bersilaturahmi dengan para Habib se Kabupaten Bondowoso di Al Khairiyah Kademangan Timur Bondowoso, Rabu (20/2/2019). Sandi minta doa agar Pilpres 2019 menghadirkan pemimpin yang terbaik untuk Indonesia.

“Pemimpin yang menciptakan dan menyediakan lapangan kerja, pemimpin yang mampu mengatasi harga-harga kebutuhan bahan pokok yang stabil dan terjangkau,” ucap Sandi.

Ratusan orang yang hadir di acara itu, berdesakan dan berkerumun mendekati calon wakil presiden nomor urut 02 ini untuk mendapatkan jabat tangan dan berswafoto. Disambut lantunan sholawat dan drum band, masyarakat sekitar juga ikut menyambutnya.

Sandi juga meminta kepada para simpatisan ya untuk bekerja dengan 4 as.

“Pertama kerja keras, tinggal 56 hari lagi menuju 17 April. Terus ajak saudara, kerabat, sahabat. Saya sudah seribu seratus sembilan puluh titik mengunjungi hampir seluruh wilayah Indonesia. Di tiap kunjungan saya sampaikan bahwa fokus utama Prabowo Sandi adalah Ekonomi,” jelas Sandi.

Selanjutnya adalah Kerja cerdas. “Pilih mereka yang punya akal sehat. Indonesia butuh perubahan. Kemudian kerja tuntas. Terus bekerja hingga 17 April. Jangan terlena. Dan Keempat adalah Kerja Ikhlas,” ucap Sandi.

Ikhlas, lanjut Sandi, apapun hasilnya sudah tertulis di lauful mahfudz. Usai menuaikan sholat Dzuhur dan makan siang, eks wakil gubernur DKI ini berziarah ke Kubah Habib Ahmad bin Umar Alaydrus dan Habib Muhdor bin Muhammad Al Muhdor yang hanya berjarak 100 meter dari tempat acara. (ver)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BONDOWOSO

BI-Pemkab Bondowoso Kerja Sama Pengembangan Peternakan

Published

on

Kepala Perwakilan BI Jember Hestu Wibowo saat penandatanganan kerja sama pengembangan peternakan di Pendopo Kabupaten Bondowoso. Rabu (19/12/2018).

Jatimraya.com, Bondowoso – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dan Pemkab Bondowoso menandatangani nota kesepahaman, sekaligus perjanjian kerja sama pengembangan klaster peternakan untuk pengendalian inflasi melalui ketersediaan daging ternak yang berkesinambungan.

“Komitmen dari seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) yang terkait merupakan salah satu kunci keberhasilan pengembangan ekonomi lokal, selain penyusunan intervensi yang tepat dan implementasi sesuai rencana,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo dalam siaran pers yang diterima di Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018).

Pihak yang terlibat penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama pengembangan sektor peternakan yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Bondowoso itu, di antaranya CV Bolo Semeru Farm dan Koperasi Tani Ternak Syariah Mitra Subur.

Pemilihan sektor peternakan, katanya, berdasarkan fakta bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso selama beberapa tahun terakhir disumbang oleh sektor pertanian, termasuk di dalamnya peternakan sebesar 29,4 persen pada 2017.

Kabupaten Bondowoso menjadi satu-satunya kabupaten di wilayah eks-Karesidenan Besuki dan Lumajang yang mampu meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian dalam tiga tahun terakhir.

Selain itu, sistem bagi hasil yang diterapkan koperasi kepada anggota dipandang mampu merefleksikan prinsip syariah, meskipun masih perlu peningkatan ke depannya.

“Tujuan dilaksanakannya program ini, yaitu peningkatan pertumbuhan sektor pertanian (peternakan) pengendalian inflasi melalui ketersediaan daging ternak yang berkesinambungan serta menjadi percontohan usaha yang syariah,” tuturnya.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin dalam sambutannya menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama ini akan membawa beberapa keuntungan, yaitu peningkatan nilai tambah produk yang dihasilkan, peningkatan kualitas SDM peternak dan pelestarian lingkungan melalui peternakan terintegrasi yang “zero waste”.

“Dengan jumlah populasi sapi sebanyak sekitar 219.000 ekor yang tersebar di seluruh kecamatan, kami meyakini kesejahteraan peternak akan mengalami peningkatan yang signifikan,” katanya.

Ke depan, katanya, melalui intervensi yang tepat dan implementasi yang sesuai rencana usaha peternakan ini diharapkan akan tumbuh dan berkembang menjadi usaha yang dapat menarik minat perbankan syariah untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan sektor peternakan. (nov)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BONDOWOSO

Satu Korban Bom Surabaya Dimakamkan di Bondowoso

Published

on

Korban ledakan bom dimakamkan di tempat keluarganya di Perkumpulan Kematian Masyarakat Bondowoso (PKBM) Kecamatan Sekar Putih, Bondowoso.

Jatimraya.com, Bondowoso – Satu korban ledakan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat, Jalan Arjuna, Surabaya, asal Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (17/5/2018) dimakamkan di perkumpulan kematian masyarakat atau PKBM setempat.

Korban yakni Ny Tee Suh Tjian (65) warga asal Kabupaten Bondowoso. Korban dimakamkan di tempat keluarganya di Perkumpulan Kematian Masyarakat Bondowoso (PKBM) Kecamatan Sekar Putih, Bondowoso.

Menurut Budi Kuntoro, salah seorang keponakan Tee Suh Tjian merupakan sosok penyayang dan taat beribadah.

“Bibi saya ini sangat menyayangi keponakan-keponakannya, kesehariannya hanya menjahit dan beribadah,” kata Budi Kuntoro.

Ia menjelaskan bahwa tidak hanya bibinya, namun sepupu Budi yang saat itu bersama bibinya pergi ke gereja juga terluka parah akibat terkena ledakan bom yang terjadi di Surabaya pada Minggu (13/5/2018).

“Sepupu saya hingga saat ini masih berada di rumah sakit di Surabaya, kondisinya kritis karena 80 persen tubuhnya terbakar akibat ledakan bom,” ujarnya.

Sementara Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah dalam sambutannya di acara pemakaman menyampaikan duka yang mendalam atas kejadian bom di Surabaya.

Menurutnya, kejadian ini merupakan peristiwa nasional karena tak hanya melukai umat krstiani, namun juga masyarakat umum termasuk anggota kepolisian.

“Kami mengecam tindakan bom bunuh diri tersebut, dan kami yakin bahwa tak ada satupun ajaran yang membenarkan aksi pemboman itu,” katanya.

Prosesi pemakaman korban ledakan bom di gereja Ny Tee Suh Tjian dihadiri oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyahn Dandim 0822 Letkol Inf Tarmuji, komunitas lintas agama, Gusdurian dan puluhan keluarga serta para pendeta.

Sebelumnya, telah terjadi ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018), tiga gereja tersebut diantaranya Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna.

Dan pada Senin (14/5/2018) bom bunuh diri kembali terjadi di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya, seperti dikutip Antara. (hus/zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending