Connect with us

BANGKALAN

PJ Bupati Minta Fokus Kemiskinan dan Pendidikan

Published

on

I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh Pj Bupati Bangkalan.

Jatimraya.com, Bangkalan – Pejabat (Pj) Bupati Bangkalan, Jawa Timur I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh meminta para pejabat di lingkungan pemkab setempat, untuk memfokuskan program pembangunan di wilayah itu pada bidang pendidikan dan menekan angka kemiskinan.

“Ini penting, karena angka kemiskinan di Bangkalan masih sangat tinggi dan pendidikan belum memadai, baik sarananya maupun prasarananya,” ujar Setiabudi di Bangkalan, Rabu (28/3/2018).

Pendidikan dan kemiskinan, menurut dia, merupakan dua hal yang sangat berkaitan, sehingga perlu menjadi perhatian serius pemerintah pada program pembangunan di Kabupaten Bangkalan.

Sebab, salah satu indikator daerah masuk dalam kategori sebagai daerah tertinggal, apabila angka kemiskinan tinggi dan pendidikan tidak merata, termasuk angka putus sekolah dan angka buta huruf masih tinggi.

“Oleh karenanya, mari kedepan perioritas pembangunan di Bangkalan ini, fokus pada dua hal tersebut,” katanya, menjelaskan.

Selain itu, kurang optimalnya pelayan reformasi birokrasi dan pelayanan publik dan nilai investasi yang bersekala besar di Kabupaten Bangkalan juga masih sangat rendah, meski Bangkalan merupakan pintu gerbang di Pulau Madura, dan dekat dengan Surabaya.

Masalah lain yang juga perlu diperhatikan adalah infrastruktur daerah yang masih belum memadai, seperti halnya jalan dan jembatan, sumber daya air, perhubungan dan keciptakaryaan.

Ditambah lagi, sambung dia, dengan masih belum mandirinya pemerintah daerah dalam masalah pendanaan pembangunan di daerah.

Sementara itu, berdasarkan hasil Kajian Ekonomi Regional (KER) Jawa Timur (Jatim) dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan, selama kurun 2013-2015, Madura merupakan daerah termiskin di Jatim dengan rata-rata sebesar 21,86 persen.

Angka itu jauh lebih tinggi di atas rata-rata kemiskinan nasional yang mencapai 11,19 persen. Kemiskinan di Madura terjadi di semua kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep dan berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, persentase tingkat kemiskinan absolut di Jatim pada 2012 dan 2014 masing-masing sebesar 13,08 persen dan 12,28 persen.

Pada periode tersebut, tingkat kemiskinan di wilayah Madura tercatat paling tinggi, yakni mencapai 28 persen di 2012 dan 26 di 2015.

Pendapatan per kapita masyarakat Madura juga paling rendah di Jatim yakni di kisaran Rp9 juta hingga Rp15 juta per tahun, jauh di bawah angka Jatim yang mencapai Rp30 juta per tahun.

Sedangkan untuk tingkat pendidikan, data BPS Jatim menunjukkan, angka partisipasi sekolah (APS) di Madura untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama sebanding dengan rat-arata Jatim, yakni mencapai 90 persen. Sementara APS untuk tingkat menengah relatif rendah, yaitu 69,8 persen di Pamekasan, 58,7 persen di Bangkalan, dan 55,3 persen di Sampang.

APS tingkat menengah atas tersebut lebih rendah dibanding rata-rata Jatim 70,4 persen.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Soekarwo mengakui tingkat kemiskinan di Pulau Garam tersebut tertinggi di Jatim, diikuti Kabupaten Probolinggo. Kemiskinan tersebut mengakibatkan jenjang pendidikan penduduknya relatif rendah. Sehingga wajar ketika banyak angkatan kerja di daerah Madura yang hanya tamatan SD.

“Data-data ini, tentu harus menjadi pemicu bagi kita semua, agar Madura bisa lebih maju dalam banyak hal. Makanya, salah satu upaya yang perlu kita lakukan adalah lebih fokus pada persoalan kemiskinan dan pendidikan itu,” ujar Pj Bupati Bangkalan I Gusti Ngurah Setiabudi Ranuh, menjelaskan. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BANGKALAN

Polres Terjunkan Personel Bantu Pengaman di Rumah Fuad Amin

Published

on

Polres Bangkalan menerjunkan personel untuk membantu pengamanan di rumah duka almarhum R.K.H. Fuad Amin Imron, Jalan Letnan Mestu Kampung Sak-Sak, Kelurahan Kraton, Bangkalan, Jawa Timur.

Bangkalan – Polres Bangkalan menerjunkan personel untuk membantu pengamanan di rumah duka almarhum R.K.H. Fuad Amin Imron, Jalan Letnan Mestu Kampung Sak-Sak, Kelurahan Kraton, Bangkalan, Jawa Timur.

“Personel yang kami terjunkan dari Satuan Lalu Lintas Polres Bangkalan guna membantu mengatur arus lalu lintas bagi warga yang datang bertakziah,” kata Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Suyitno di Bangkalan, Selasa (17/9/2019) pagi.

Selain dari Satuan Lalu Lintas Polres Bangkalan, pihaknya juga menerjunkan personel Sabhara.

Pengamanan dilakukan sejak sebelum jenazah almarhum tiba di rumah duka, Senin sekitar pukul 19.45 WIB hingga pemakaman.

“Selain di rumah duka, pengamanan juga dilakukan di pemakaman Bani Kholil, Martajasah,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima jajaran Polres Bangkalan, sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Jatim rencananya Selasa pagi ini akan datang ke Bangkalan untuk bertakziah, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Almarhum mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron meninggal dunia di Graha Amerta RSU dr. Soetomo Surabaya, Senin (16/9/2019) sekitar pukul 16.12 WIB.

“Ra Fuad” sapaan karib almarhum pernah menjabat sebagai Bupati Bangkalan dalam kurun waktu 2004—2009 dan 2009—2014, periode berikutnya (2014—2019) putranya, R.K.H. Moh Makmun Ibnu Fuad.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan periode 2014—2019. Namun, beberapa bulan kemudian yang bersangkutan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupasi atas kasus korupsi.

Fuad Amin telah divonis 13 tahun penjara dan seluruh hartanya yang mencapai Rp250 miliar dirampas untuk negara

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada tanggal 3 Februari 2016 memutuskan memperberat vonis Fuad Amin menjadi 13 tahun ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan dan pencabutan hak memilih dan dipilih selama 5 tahun sejak selesai menjalani pidana penjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. (aba)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANGKALAN

Ribuan Orang Shalatkan Fuad Amin di Masjid Aagung Bangkalan

Published

on

Ribuan orang yang datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bangkalan.​​​​​​menshalatkan jenazah mantan Bupati Bangkalan RKH Fuad Amin Imron di Masjid Agung setempat, Selasa (17/9/2019).

Jatimraya.com, Bangkalan – Ribuan orang yang datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bangkalan.​​​​​​menshalatkan jenazah mantan Bupati Bangkalan RKH Fuad Amin Imron di Masjid Agung setempat, Selasa (17/9/2019).

Selain warga, santri dari sejumlah pondok pesantren, kerabat, para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangkalan, nampak berbaur bersama warga.

Bagi para santri dan sebagian warga Bangkalan mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron ini termasuk sosok berpengaruh bahkan menjadi panutan mereka.

“Di kalangan keluarga Bani Kholil, beliau merupakan sosok panutan dan perkataannya menjadi rujukan keluarga,” kata mantan Asisten Pribadi Fuad Amin Imron, Aliman Haris.

Mantan Bupati Bangkalan ini meninggal dunia di RS Dr Soetomo Surabaya, Senin (16/9/2019), sekitar pukul 16.12 WIB dan jenazah tiba di rumah duka di Jalan Letnan Mestu Kampung Sak sak Kelurahan Kraton, Bangkalan pada pukul 19.45 WIB.

Usai dishalatkan, jenazah Fuad Amin Imron ini selanjutnya dibawa tempat pemakaman Bani Kholil di Desa Martajasa.

Bahkan warga dan para santri terlihat berebut untuk bisa mengusung keranda jenazah tokoh yang masih merupakan cicit KH Syaikhona Moh Kholil Bangkalan ini.

Akibatnya, rajutan bunga melati yang diselempangkan memenuhi keranda jenazah rontok, dan menjadi rebutan para santri dengan dalih untuk mencari berkah.

Sementara itu, Polres Bangkalan juga menerjunkan personel polisi wanita (polwan) guna membantu pengamanan di sekitar lokasi pemakaman.

Menurut Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Suyitno, hal itu dilakukan, untuk menenangkan warga yang banyak berebut untuk sekadar menyentuh keranda mayat Fuad Amin Imron.

“Jadi polwan kami terjunkan untuk menetralisir keadaan,” katanya.

Almarhum mantan Bupati Bangkalan RKH Fuad Amin Imron meninggal dunia di Graha Amerta RSU dr Soetomo Surabaya sekitar pukul 16.12 WIB.

“Ra Fuad” sapaan karib almarhum pernah menjabat sebagai Bupati Bangkalan selama periode 2004-2009 dan 2009-2014 dilanjutkan ke putranya, RKH Moh Makmun Ibnu Fuad pada 2014-2019.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan periode 2014-2019. Namun bebepa bulan kemudian, yang bersangkutan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupasi atas kasus korupsi. (aba)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANGKALAN

Polres Bangkalan Tangkap Tenaga Honorer Terlibat Narkoba

Published

on

Polres Bangkalan, Jawa Timur menangkap seorang tenaga honorer terlibat dalam kasus penyalahgunaan obat terlarang narkoba

Jatimraya.com, Bangkalan – Aparat Polres Bangkalan, Jawa Timur menangkap seorang tenaga honorer terlibat dalam kasus penyalahgunaan obat terlarang narkoba dan saat ini yang bersangkutan telah ditahan di mapolres setempat.

“Oknum tenaga honorer yang ditangkap karena kedapatan menyimpan dan hendak mengedarkan narkoba ini berinisial SN (37), warga Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Bangkalan,” kata Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Suyitno di Bangkalan, Minggu (26/8/2019).

Ia menuturkan, penangkapan oknum tenaga honorer di lingkungan Pemkab Bangkalan ini dilakukan tim narkoba Polres Bangkalan saat yang bersangkutan membantu mengukur berat narkotika jenis sabu menggunakan timbangan digital dan siap diedarkan.

Aktivitas tersangka berhasil diungkap petugas di rumah tersangka lain, di Jalan Letnan Ramli, Nomor 16, Rt 003 Rw 002 Kelurahan Kraton, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan.

Polisi selanjutnya melakukan tes urine, dan hasilnya, SN positif mengonsumsi narkoba.

Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Suyitno menjelaskan, penangkapan tersangka SN oleh tim narkoba Polres Bangkalan itu, berkat informasi masyarakat.

Kala itu, ada warga yang menginformasikan ke Mapolres Bangkalan bahwa di salah satu rumah warga di Kelurahan Keleyan, Bangkalan, sedang berlangsung aktivitas penimbangan narkoba jenis sabu-sabu.

Saat menerima informasi itu, petugas langsung menerjunkan tim ke lapangan, guna membuktikan kebenaran informasi tersebut.

“Saat petugas melakukan penggerebekan dari hasil laporan warga sekitar, saat itu tersangka memang sedang sibuk menimbang narkoba,” kata Suyitno menerangkan.

Kemudian, petugas langsung melakukan penggerebakan dan ditemukan sebanyak 10 poket sabu berbeda berat yang dibungkus kantong plastik klip kecil.

“Jadi, diantara 10 poket narkoba yang sudah ditimbang ini, memiliki jenis berat yang berbeda. Ada yang memiliki berat 1,44 gram, 0,34 gram, 0,36 gram, dan tiga poket lainnya sama-sama mempunyai berat 0,32 gram serta sisanya empat poket masing-masing 0,30 gram,” kata Suyitno.

Selanjutnya petugas menggelandang tersangka SN itu ke Mapolres Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil penyidikan sementara, SN mengaku, dirinya hanya membantu menjualkan narkoba jenis sabu-sabu tersebut, karena barang haram itu milik temannya berinisial ED.

“Saat ini, ED tersebut dalam buronan petugas dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata Suyitno.

Selain menangkap tersangka yang kesehariannya menjadi tenaga honorer tersebut, polisi juga berhasil menyita sebuah timbangan digital dan kantong plastik klip yang di dalamnya berisi kantong-kantong plastik klip kecil kosong.

Barang bukti lainnya yang juga disita tim narkoba Polres Bangkalan adalah telepon seluler milik tersangka.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 junto Pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas empat tahun penjara.

Sementara itu, Kabupaten Bangkalan memang merupakan kabupaten masuk dalam garis merah dalam hal peredaran narkoba.

Hasil operasi Polda Jatim belum lama ini menemukan ada desa di Bangkalan yang disebut “Kampung Narkoba” karena hampir semua rumah tangga di desa itu menjadi pengedar narkoba.

Saat operasi, juga ditemukan sebanyak 47 bilik narkoba dan sejumlah oknum apatur sipil negara juga ditangkap dalam operasi itu.

Kampung narkoba itu telah dimusnahkan oleh Polda Jatim bersama ulama dan Pemkab Bangkalan, akan tetapi peredaran narkoba di kabupaten paling barat Pulau Madura tersebut hingga kini masih berlangsung. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending