Connect with us

NGAWI

Korban Kecelakaan Tol Ngawi Terlempar dari Bus

Published

on

Kecelakaan Bus di Tol Ngawi.

Jatimraya.com, Madiun – Korban luka akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Pariwisata Subur Jaya dengan truk tronton bermuatan minyak goreng di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 586 Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengaku sempat terlempar keluar dari bus naas tersebut.

“Saya kaget, saat ada benturan keras. Tahu-tahu sudah terlempar melewati pembatas sopir dan keluar dari kaca bus yang pecah. Saat mau bangun, saya langsung pingsan,” ujar korban luka Muhammad Herza saat mejalani perawatan di RSUD Caruban Kabupaten Madiun, Kamis (5/4/2018).

Menurut dia, saat itu ia duduk di bangku paling depan. Sebagian besar penumpang saat itu sedang tidur, karena kejadiannya masih pagi selepas subuh. Tiba-tiba saja terdengar suara keras dan bus langsung oleng dan menghantam truk.

Hal yang sama diungkapkan oleh korban luka lainnya Sandika. Saat bus oleng, semua penumpang langsung panik dan teriak.

“Semunya kaget, tiba-tiba bus oleng dan terdengar teriakan, awas, awas! Lalu bus menabrak truk dan setelah itu saya tidak tahu soalnya sudah pingsan,” kata Sandika.

Seingat dia, ada tiga penumpang yang sempat terlempar keluar dari bus. Yakni Herza, pemandu wisata, dan dirinya sendiri.

Akibat kecelakaan tersebut, dirinya mengalami benturan keras di kepala dan tubuh. Demikian juga degan Herza yang harus dijahit kepalanya.

“Semua korban masih syok dan trauma dengan kejadian kecelakaan tersebut. Bahkan ada beberapaa yang belum sadar karena benturan keras di kepala,” kata dia.

Terlebih saat tahu kernet bus tersebut yang tewas di lokasi kejadian akibat tubuhnya terhantam ke badan truk tronton bermuatan minyak goreng itu.

Dokter UGD RSUD Caruban yang menangani korban, dr Riki Fachrozi mengatakan, ada enam korban yang harus ditangani akibat kecelakaan tersebut di RSUD Caruban.

“Korban masih mengalami trauma berat. Mereka mengalami luka yang berbeda-beda. Ada yang luka ringan hingga berat seperti patah tulang,” kata dr Riki.

Sesuai pendataan, keenam korban luka tersebut adalah Sandika, Nuli Mursirini, Herza, Zaky, Ahmad Riyadi, dan Anres.

Pecah Ban Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi AKP Rukimin menyatakan penyebab kecelakaan di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 586 di Kabupaten Ngawi, yang melibatkan kendaraan bus dan truk tronton disebabkan karena ban bus yang pecah.

“Penyebab kecelakaan di tol Ngawi-Kertosono KM 586 itu adalah dari bus pariwisatanya. Saat kecelakaan, ban bus bagian depan sebelah kiri pecah dan menghantam truk,” ujar AKP Rukimin.

Pecahnya ban tersebut juga dikuatkan oleh keterangan para sopir. Pihaknya telah memeriksa keduanya, baik saksi sopir dari bus maupun sopir dari truk tronton.

Sejumlah saksi warga yang kebetulan ada di sekitar lokasi juga membenarkan pecahnya ban bus pariwiata sebelum akhirnya oleng dan menabrak truk.

Rukimin menjelaskan, saat kejadian, bus pariwisata tersebut dilaporkan sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Yakni di atas 100 kilometer per jam. Di sekitar lokasi kejadian juga tidak ditemukan bekas pengereman.

Namun, meski penyebab kecelakaan telah diketahui, pihak Polres Ngawi belum menetapkan tersangka dalam kejadian yang menewaskan satu orang tersebut. Pihaknya berdalih masih akan mengembangkan kasus kecelakaan tersebut lebih lanjut.

Seperti diketahui, Bus Pariwisata PO Subur Jaya menabrak truk tronton bermuatan minyak goreng kemasan di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 586-600 Desa Kasreman, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi pada Kamis (5/4) pagi.

Bus naas tersebut merupakan satu dari enam bus rombongan siswa SMA Negeri 2 Magelang, Jawa Tengah. Mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah melakukan kegiatan wisata di Pulau bali.

Di lokasi kejadian, bus rombongan nomor 2 yang dikemudikan oleh Suroto (39) warga Bantul, mengalami pecah ban kiri bagian depan saat hendak mendahului truk.

Bus yang saat itu sedang melaju kencang langsung oleng dan menabrak bagian belakang samping kanan truk tronton yang melaju searah di sebelah lajur kiri bus.

Akibat benturan yang keras tersebut, badan bus bagian depan sebelah kiri ringsek. Kernet bus, Munari (42) warga Rembang, Jawa Tengah, langsung tewas di lokasi kejadian akibat benturan tersebut.

Sementara, korban luka mencapai enam orang yang harus menjalani perawatan intensif di RSUD Caruban Kabupaten Madiun. Sedangkan rombongan siswa dan guru yang selamat, langsung melanjutkan perjalanan pulang ke Magelang, Jawa Tengah. (ant)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NGAWI

Dana Restorasi Benteng Pendem Ngawi Rp 150 Miliar

Published

on

Benteng Van den Bosch, lebih dikenal sebagai Benteng Pendem adalah sebuah benteng yang terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.

Jatimraya.com, Ngawi – Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparora) Kabupaten Ngawi Rudi Sulisdiana menyatakan dana untuk restorasi Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendem Ngawi, Jawa Timur, sebagai upaya melindungi dan melestarikan bangunan bersejarah direncanakan sebesar Rp150 miliar.

“Untuk “Detail Engineering Design” (DED) itu direncanakan sebesar Rp150 miliar. Dana itu dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) yang sekaligus akan membangunnya secara bertahap,” ujar Rudi kepada wartawan di Ngawi, Selasa (17/9/2019).

Menurut dia, dana tersebut saat ini sedang dalam tahap penggodokan (pembahasan), untuk kemudian nanti dicairkan secara bertahap selama tiga tahun mulai tahun 2020.

“Ini masih dalam tahap penggodokan. Mudah-mudahan saja untuk tahap pembangunan fisiknya, kita bisa mendapatkan Rp100 miliar. Namun masih menunggu kepastian dari Kementerian Keuangan,” kata dia.

Ia menjelaskan, tahun ini rencananya akan direstorasi bagian penyangga benteng dulu. Khususnya pada bagian-bagian yang rawan roboh.

Hal itu karena saat ini bangunan bersejarah tersebut telah menjadi tempat wisata heritage, sehingga harus aman pada saat dikunjungi wisatawan.

Setelah penyangga, pada tahun depan rencananya dilanjutkan untuk merestorasi bangunan fisik dari benteng peninggalan zaman Kolonial Belanda tersebut.

Seperti diketahui, dalam kunjungannya ke Benteng Van Den Bosch atau Beteng Pendem Ngawi pada Fabruari tahun 2019, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada Kementerian PUPR segera melakukan restorasi pada salah satu aset negara itu. Presiden ingin proses restorasi selesai dalam waktu paling lambat dua tahun.

Adapun, selain untuk melestarikan bangunan bersejarah, restorasi Benteng Pendem oleh pemerintah pusat tersebut juga untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerah Ngawi. (lrs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NGAWI

Tiga Pengendara Motor Tewas Akibat Kecelakaan di Ngawi

Published

on

Tiga pengendara motor tewas dan seorang lainnya terluka akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (11/6/2019).

Jatimraya.com, Ngawi – Tiga pengendara motor tewas dan seorang lainnya terluka akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor di jalur wisata Waduk Pondok, Desa Ndero, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (11/6/2019).

Korban tewas dalam kejadian tersebut adalah Topik Nur Hidayah (21) dan Dian Rizki (17) yang meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan Joko Purnomo (15) meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Widodo Ngawi.

Saksi mata kejadian, Suroto mengatakan para korban sama-sama merupakan pengendara motor yang saling berboncengan.

“Mereka bertabrakan, adu muka dan tidak ada yang memakai helm. Sehingga luka parah dan ada yang meninggal,” ujar Suroto kepada wartawan.

Berdasarkan informasi dati Kepolisian dan saksi mata di lokasi, kejadian tersebut bermula saat Topik Nur Hidayah mengendarai dengan kencang motor Honda GL Pro bernomor polisi AE 6277 LG berboncengan dengan Nur Koyim (21) dari arah Waduk Pondok menuju selatan.

Dari arah berlawanan juga melaju kencang sepeda motor Honda Supra bernomor polisi F 2113 F yang dikendarai dua pelajar berboncengan asal Bringin Ngawi, Dian Rizki dan Joko Purnomo.

Sampai di lokasi kejadian, kedua sepeda motor yang melaju kencang dari arah berlawanan tersebut sama-sama mengambil jalur tengah, meski saat itu lalu lintas sedang sepi. Akibat sama-sama di jalur tengah, maka tabrakan tak dapat terelakkan.

Benturan yang keras membuat keempat pengendara tersebut terpental dan tubuhnya menghantam permukaan beton jalan. Karena mereka tidak menggunakan helm, keempatnya mengalami luka yang parah di bagian kepala hingga dua pengendara yang menyetir, yakni Topik Nur Hidayah dan Dian Rizki, tewas di lokasi kejadian.

Sedangkan dua korban lainnya, Nur Koyim dan Joko Purnomo, langsung dievakuasi ke rumah sakit setempat. Namun saat menjalani perawatan, Joko akhirnya meninggal, sedangkan Nur Koyim masih kritis.

Kasus kecelakaan tersebut masih ditangani oleh Kepolisian Resor Ngawi. Warga yang melintas di jalur wisata Waduk Pondok Ngawi diimbau untuk waspada sebab selain karena faktor kesalahan manusia, jalur tersebut rawan kecelakaan karena banyaknya pengunjung yang sedang memancing di kawasan setempat. Terlebih di saat musim libur lebaran dan sekolah seperti saat ini. (lrs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NGAWI

Dua Orang Tewas Akibat Mobil Tabrak Truk Semen di Ngawi

Published

on

Kecelakaan mobil Toyota Avanza menabrak truk tronton bermuatan semen di Jalur Ngawi–Solo tepatnya di Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (21/4/2019) malam.

Jatimraya.com, Ngawi – Sebanyak dua orang tewas dan lima lainnya terluka akibat sebuah mobil Toyota Avanza menabrak truk tronton bermuatan semen di Jalur Ngawi–Solo tepatnya di Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

“Kita masih memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap penyebab kecelakaan itu. Penumpang yang meninggal langsung dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi,” ujar Kanit Kecelakaan, Satuan Lalu Lintas, Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo, di Ngawi, Senin (22/4/2019).

Sesuai data, korban meninggal adalah Sri Wulandari (42) yang meninggal saat dirawat di puskesmas dan Adelio Zaki Erviansyah (9) yang meninggal di lokasi kejadian.

Ia mengatakan kecelakaan terjadi pada Minggu (21/4) malam dan hingga saat ini pihaknya masih meminta keterangan para saksi.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, tabrakan terjadi saat mobil Toyota Avanza bernomor polisi W-1990-W melaju kencang dari arah barat ke timur sedangkan dari arah berlawanan melaju truk tronton bermuatan semen bernomor polisi F-9428-FC.

Diduga kuat Theresia Vilvina (24) sang pengemudi Toyota Avanza kurang mengenal medan jalan dan hendak mendahului kendaraan di depanya tanpa memperhatikan arus lalu-lintas dari arah berlawanan. Karena jarak terlalu dekat akibatnya langsung menabrak samping kiri depan truk tronton dari arah berlawanan.

Tabrakan yang keras membuat mobil keluar jalan dan terjun ke parit sedalam dua meter. Selain itu mobil tersebut juga langsung tertimbun puluhan sak semen yang diangkut truk yang dikemudikan oleh Supriyanto (42) warga Kabupaten Tuban.

Akibatnya kondisi mobil yang berpenumpang tujuh orang tersebut ringsek setelah tertimbun puluhan ton sak semen. Proses evakuasi para penumpang berlangsung lama karena terhalang oleh timbunan semen dan kondisi badan mobil yang ringsek.

“Para korban berhasil dievakuasi setelah dikeluarkan dengan menggunakan mobil derek,” kata Cipto

Korban tewas dievakuasi ke Rumah Sakit dr Soeroto Ngawi dan korban luka termasuk sopir truk dibawa ke Puskesmas Walikukun.

Sesuai informasi, rombongan dalam mobil Avanza merupakan satu keluarga asal Sidoarjo yang baru pulang liburan dari Yogyakarta. (lrs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending