Connect with us

SITUBONDO

30 Desa Situbondo Ajukan Pencairan Dana Desa

Published

on

Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Situbondo, Yogie Kripsian Sah.

Jatimraya.com, Situbondo – Sebanyak 30 desa dari 132 desa di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mulai mengajukan pencairan dana desa tahap dua Tahun Anggaran 2018.

“Untuk pencairan dana desa tahap dua tahun ini masing-masing desa harus mengajukan permohonan dengan persyaratan yang telah ditentukan,” ujar Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Situbondo, Yogie Kripsian Sah di Situbondo, Selasa (10/7/2018).

Ia menjelaskan, ada beberapa persyaratan pengajuan permohonan pencairan dana desa (DD), salah satunya adalah laporan penggunaan DD tahap pertama terkait apa saja yang dilakukan dengan Dana Desa pada tahap pertama harus dilaporkan, baik proyek fisik maupun bentuk lainnya.

Persyaratan atau pengajuan pencairan DD pada tahap kedua tidak terlalu banyak, katanya, pemerintah desa tidak perlu melampirkan surat pertanggungjawaban (SPj) penggunaan keuangan di tahap sebelumnya atau SPj dilaporkan sebagai syarat pencairan tahap ketiga.

“Pemerintah desa sudah bisa mengajukan pencairan Dana Desa, karena sekitar satu pekan yang lalu keuangan DD sudah ditransfer dari kas negara ke kas daerah (kasda),” paparnya.

Yogie mengatakan, hingga hari ini sudah ada 30 desa yang mengajukan permohonan pencairan DD, dan oleh karena itu bagi desa-desa yang belum agar segera mengajukan syarat-syarat pencairan ke DPMD jikasudah lengkap dan nantinya langsung diproses oleh BPKAD BBadan Pengelolaan dan Kekayaan Aset Daerah) Pemkab setempat.

Ia menambahkan, pada 2018 ada perubahan sistem pencarian DD yakni pencairannya jadi tiga tahap dan tahap pertama 20 persen untuk dan tahap dua dan tiga masing-masing 40 persen, sedangkan tahun sebelumnya hanya dua tahap.

Data menujukkan, sebanyak Rp213 miliar jumlah total bantuan DD dan ADD, sebesar Rp98 miliar lebih untuk ADD dan Rp115 miliar lebih dari bantuan Dana Desa. (ovi-zum)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SITUBONDO

Dua Anggota Polri Sumenep Meninggal Dunia Kecelakaan di Pantura Situbondo

Published

on

Mobil bernomor polisi M 1132 VF kondisinya ringsek setelah terlibat kecelakaan dengan truk di jalur pantura Situbondo. Kamis (24/10/19).

Jatimraya.com, Situbondo – Kecelakaan lalu lintas antara mobil penumpang (minibus) dan truk tronton di jalur pantai utara (pantura) Situbondo, Jawa Timur, Kamis (24/10/2019), mengakibatkan dua anggota Polri asal Kabupaten Sumenep, Madura, meninggal dunia.

“Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil penumpang dengan nomor polisi M 1132 VF dan truk nomor polisi L 9588 US, terjadi di jalu pantura Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, tadi sekitar pukul 5:30 WIB,” kata Kanit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Situbondo, Ipda Pol Teguh Santoso di Situbondo, Kamis (24/10/2019).

Kecelakaan yang mengakibatkan dua anggota Polri meninggal dunia itu, katanya, bermula saat minibus yang dikemudikan Asmawi (anggota Polri), melaju dari arah Banyuwangi ke Surabaya, setiba di lokasi kejadian, diduga karena mengemudi kurang konsentrasi dan kendaraannya tiba-tiba oleng ke kanan jalan dan menghantam truk dari arah berlawanan yang dikemudikan oleh Puput Yulianto warga Desa Sumber Kepuh, Kecamatan Tegal Dlimo, Banyuwangi.

Dua anggota Polri asal Kabupaten Sumenep, yang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan itu, yakni Asmawi (34) Alamat Perum Alam Permai Asri Blok E-1 Kolor Kota Sumenep dan Sofyan Nur Cahyadi (21) warga Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep.

Selain itu, seorang penumpang minibus lainnya mengalami luka ringan yaitu Edy Zahri warga Desa Karang Budi, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep. Sementara pengemudi truk hanya mengalami luka ringan.

“Korban kecelakaan meninggal dunia sudah di bawa ke Kabupaten Sumenep, dan korban yang mengalami luka ringan juga telah mendapatkan penanganan medis,” kata Teguh.

Mobil yang ditumpangi dua anggota Polri dan seorang penumpang lainnya itu, mengalami rusak dan ringsek di bagian depan setelah berbenturan keras dengan truk tronton.

Di waktu berbeda, kecelakaan beruntun yang melibatkan dua mobil Toyota Avanza dan truk juga terjadi di Jalan PB Sudirman Kecamatan Kota Situbondo, namun dalam insiden itu tidak menelan korban jiwa, dan penumpang mobil luka ringan, sedangkan mobil penumpang ringsek. (nov)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SITUBONDO

Panitia Pilkades Situbondo Buat Aplikasi Khusus Seputar Pilkades

Published

on

Kabid Pemdes Dinas PMD Situbondo, Yogiae Krispian Syah.

Jatimraya.com, Situbondo – Panitia Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berinovasi membuat aplikasi khusus seputar pilkades guna memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai tahapan pilkades.

“Inovasi memanfaatkan teknologi bikin aplikasi khusus pilkades ini di Desa/ Kecamatan Mangaran. Aplikasi yang dibikin panitia pilkades itu mirip aplikasi data pemilih di KPU,” ujar Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Situbondo, Yogie Kripsian Syah di Situbondo, Selasa (20/8/2019).

Ia menjelaskan, aplikasi khusus pilkades tersebut bisa di download di playstore dan berisi beberapa konten, mulai daftar pemilih, daftar calon kepala desa, panitia pilkades dan tahapan-tahapan pelaksanaan pilkades.

Menurut ia, gua memastikan masyarakat sudah terdaftar atau tidak sebagai pemilih di desanya, masyarakat cukup memasukan NIK (Nomor Induk Kependudukan) di aplikasi dan akan langsung diketahui.

Selain itu, lanjut Yogie, masyarakat juga bisa mengetahui calon-calon kepala desa dan juga nama-nama panitia pilkades, karena semuanya akan tercantum dalam aplikasi yang dapat diakses gadget masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kreatifitas Panitia Pilkades Desa Mangaran, karena mereka bisa memanfaatkan teknologi untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi,” katanya.

Kata Yogie, saat ini tahapan Pilkades 2019 masih dalam pendataan daftar pemilih dan akan berlangsung hingga 29 Agustus 2019.

“Ada lima desa yang akan melaksanakan Pilkdes e-voting, dan sampai saat ini kami masih menunggu pengesahan Perda-nya. Jika Perda sudah disahkan, desa yang akan melakukan pilkades e-voting tinggal melakukan simulasi,” katarnya. (nhn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SITUBONDO

BPBD Ingatkan Enam Kecamatan di Situbondo Berpotensi Puting Beliung

Published

on

Wnam dari 17 kecamatan di daerah Situbondo berpotensi dilanda bencana angin puting beliung dalam beberapa hari ke depan.

Jatimraya.com, Situbondo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Jawa Timur, mencatat sedikitnya enam dari 17 kecamatan di daerah itu berpotensi dilanda bencana angin puting beliung dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, khususnya yang berada di enam kecamatan yang masuk zona rawan hujan dan angin kencang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Taufiq Hidayat di Situbondo, Senin (18/3/2019).

Ia menyebutkan, enam kecamatan berpotensi terjadi angin puting belung itu tersebar di wilayah barat dan wilayah timur Kabupaten Situbondo, meliputi Kecamatan Jatibanteng, Sumbermalang, Banyuglugur, Besuki, Asembagus, dan Banyuputih.

Menurut ia, kecamatan yang berpotensi terjadi angin puting beliung itu disebabkan adanya awan cumulonimbus , yakni awan yang terlihat hitam pekat.

“Kalau melihat awan hitam pekat, itu merupakan awan cumulonimbus . Oleh karena itu, ketika melihat awan cumulonimbus sudah harus antisipasi, sebab awan tersebut mengandung energi negatif dan positif dan biasanya terjadi hujan deras bersamaan dengan petir,” ujarnya.

Sedangkan 11 kecamatan lainnya, lanjut Taufiq, kemungkinan besar aman, namun demikian masyarakat tetap diimbau selalu waspada.

“Semoga di Situbondo tidak terjadi apa-apa, kendati BMKG mengimbau masyarakat selalu waspada,” katanya.

Taufiq menambahkan, BPBD Situbondo gencar melaksanakan kegiatan sosialisasi bencana alam ke desa-desa guna mengurangi risiko dampak bencana.

“Ada beberapa desa yang sudah kami bentuk desa tangguh bencana, seperti Desa Sumberkolak di Kecamatan Panarukan,” demikian Taufiq Hidayat. (mma)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending