Connect with us

SPORT

Obor Asian Games Tiba di Blitar

Published

on

Obor Asian Games 2018 tiba di Kota Blitar, Jawa Timur tepatnya di Makam Presiden pertama Indonesia Sukarno.

Jatimraya.com, Blitar – Obor Asian Games 2018 tiba di Kota Blitar, Jawa Timur tepatnya di Makam Presiden pertama Indonesia Sukarno, Jumat, setelah diberangkatkan dari Solo, Jawa Tengah.

“Kami berbangga hati Kota Blitar menjadi satu dari 54 kabupaten-kota di Indonesia yang disinggahi obor Asian Games 2018,” ujar Wakil Wali Kota Blitar Santoso di Makam Bung Karno, Blitar, Jumat (20/7/2018).

Adapun obor sampai di Makam Bung Karno pada pukul 13.08 WIB bersama rombongan yang dipimpin langsung Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Puan Maharani dan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir. Sebelum ke Blitar, obor terlebih dahulu mendarat di Bandara Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang, sekitar pukul 09.50 WIB.

Rombongan yang menjadi bagian dari Kirab Obor (Torch Relay) Asian Games 2018 itu disambut pejabat pemerintah kota dan kabupaten Blitar yaitu Wakil Wali Kota Blitar Santoso serta Bupati Blitar Rijanto. Selain itu juga ada pejabat kepolisian dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota dan Kabupaten Blitar.

Kegiatan tersebut dimeriahkan oleh pertunjukan seni alat musik jimbe oleh 30 seniman dari kelompok Anoraga Percussion serta barisan pelajar Kota Blitar yang berbaris sambil mengibarkan Bendera Merah Putih di kedua tangan.

Ada prosesi khusus membawa obor ke Makam Bung Karno. Awalnya, obor Asian Games 2018 dibawa berlari oleh pihak INASGOC sekitar 100 meter sebelum memasuki gerbang makam.

Setelah itu obor diserahkan kepada atlet tenis meja Indonesia yang pernah tampil di Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol, Ling Ling Agustin.

Ling Ling kemudian meneruskan obor tersebut kepada Menko PMK Puan Maharani untuk selanjutnya dijalankan lagi ke daerah-daerah lain di Indonesia.

Setelah itu, obor akan dibawa ke Malang untuk diarak keliling kota. Lalu, obor dibawa ke puncak Gunung Bromo dan diteruskan ke Probolinggo, Jawa Timur.

Sebagai informasi, pemilihan Makam Bung Karno di Kota Blitar sebagai persinggahan obor api Asian Games 2018 karena Presiden pertama Indonesia itu dianggap sebagai sosok utama suksesnya penyelenggaraan perdana Asian Games di Indonesia pada tahun 1962.

Bung Karno terlibat dari awal sampai selesainya Asian Games tersebut. Demi suksesnya Asian Games ketika itu Sukarno pun memprakarsai berdirinya kompleks olahraga di Senayan yang kemudian dikenal dengan nama Kawasan Gelora Bung Karno.

Demi Asian Games keempat itu pula, didirikanlah stasiun televisi pertama di Indonesia yaitu Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang pertama kali mengudara secara nasional pada 24 Agustus 1962, menyiarkan pembukaan Asian Games 1962. (mta)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JATIM RAYA

COVID-19 Merebak, KONI Jatim Ubah Pola Puslatda

Published

on

JatimRaya.Com, Surabaya – Merebaknya wabah penyakit akibat Corona Virus Disease (COVID-19), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim melakukan terobosan untuk menyiapkan atletnya yang tergabung dalam Puslatda Jatim 100-IV menjelang digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 yang rencananya digelar di Papua, Oktober-November mendatang.
KONI Jatim mengambil langkah-langkah mengubah pola Puslatda Jatim 100-IV yang selama ini dilakukan menjadi pola Puslatda Mandiri (training from home/TFH) dan pola Puslatda Tertutup (steril).
“Dua pola Puslatda ini mulai berlaku 23 Maret-23 April, kami harus melindungi atlet dari berlatih bersama yang berpotensi terjangkit COVID-19. TFH dan Puslatda Tertutup (steril) semoga membuat atlet aman dan nyaman,”jelas Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung, Rabu (25/3).
Menurut Erlangga, Puslatda Tertutup (Steril) : Adalah pola pelatihan yang dilakukan dengan cara Pemusatan Latihan di satu tempat dengan fasilitas penginapan di dekat tempat Latihan selama pelaksanaan Puslatda Tertutup (Steril), dengan ketentuan:
Seluruh personil puslatda (pelatih, Atlet, Mekanik, dan sparing) masing-masing Cabor ditempatkan di satu tempat untuk berlatih dan tinggal (menginap), Setiap personil dilarang melakukan interaksi fisik dengan setiap orang kecuali dengan Tim Puslatda Cabor dan Tim yang ditugaskan KONI Jatim.
Setiap personil Puslatda dilarang keluar dari camp kecuali untuk keperluan berobat, atau keperluan lain yang mendesak. Setiap Atlet wajib melaksanakan social distancing minimal 1 (satu) meter dengan personil Tim Puslatda yang lain.
Setiap Atlet Puslatda melaksanakan latihan fisik, teknik, dan taktik camp masing-masing dengan program Latihan yang disusun oleh pelatih. Setiap Pelatih Puslatda wajib menyusun program latihan bagi Atletnya sesuai dengan target capaian yang telah ditetapkan untuk pencapaian prestasi puncak di PON XX Papua.
“Setiap Atlet wajib menjaga asupan gizi yang dibutuhkan (makanan, vitamin, dan suplemen) sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Tim Gizi BSS KONI Jatim dan istirahat cukup (minimal 8 Jam). Setiap Atlet wajib mendapatkan persetujuan tertulis dari orangtua/wali masing-masing untuk mengikuti Puslatda Tertutup (Steril),”’ terangnya..
Selain itu, setiap personil yang terlibat dalam PuslatdaTertutup (Steril) wajib melakukan tes kesehatan terkait COVID-19 terlebih dahulu sebelum masuk Puslatda Terturtup (Steril). Atlet dilarang keluar camp kecuali untuk keperluan berobat, atau keperluan lain yang mendesak.
Sedangkan Puslatda Mandiri (TFH: Training From Home): Pola pelatihan mandiri adalah cara berlatih di rumah masing-masing. Setiap Atlet Puslatda melaksanakan latihan fisik, teknik, dan taktik di rumah masing-masing dengan program Latihan yang disusun oleh pelatih.
Setiap Pelatih wajib melakukan pemantauan setiap hari pada jam-jam Latihan yang telah ditetapkan melalui video conference/video call. Atlet dilarang keluar rumah kecuali untuk keperluan berobat, atau keperluan lain yang mendesak.
“’Selain itu penerapan social distancing juga wajib dilakukan atlet dan tentang asupan gizi juga sama dengan pola Puslatda Tertutup (steril),”’ tambah Erlangga. Sementara atlet yang saat ini menjalani rehabilitasi atau pemulihan tetap wajib menjalani camp di KONI Jatim.
‘’Apa yang kami lakukan ini adalah langkah darurat karena COVID-19, tapi kami berharap tetap bisa menjaga kondisi atlet agar tetap mencapai peak performance saat PON mendatang,”’ pungkas Erlangga.(*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KEDIRI

Tim Jelajah Sepeda Nusantara Lintasi Kediri

Published

on

Tim Jelajah Sepeda Nusantara lintasi Kediri undefined.

Jatimraya.com, Kediri – Tim Jelajah Sepeda Nusantara yang menjadi bagian dari kampanye bersepeda sehat sekaligus promosi Asian Games dan Asian Para Games 2018 akan melintasi Kota Kediri.

“Kota Kediri sudah memiliki jalur sepeda dan punya kegiatan rutin olahraga sepeda, seperti `Kediri Night Ride`yang digelar satu bulan sekali. Kami berharap sepeda menjadi gaya hidup masyarakat, karena semakin sehat manusia akan semakin produktif,” kata Wali Kota Kediri Abdullah Abubakar di Kediri, Jawa Timur, Rabu (1/8/2018).

Kota Kediri menjadi salah satu dari 70 kota/kabupaten yang akan dilintasi tim Jelajah Sepeda Nusantara. Kegiatan ini bagian dari kampanye bersepeda sehat dan promosi Asian Games dan Asian Para Games 2018 yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Untuk menyambut tim Jelajah Sepeda Nusantara, Pemkot Kediri juga akan menyelenggarakan sepeda santai Jelajah Sepeda Nusantara “Etape Harmoni Kediri” yang diagendakan pada pekan depan (12/8). Sejumlah jalur akan dilintasi dengan titik start dan finis di Taman Tirtoyoso Kota Kediri.

Etape Harmoni Kediri ini akan melintasi rute sepanjang 22 kilometer yang mencerminkan Kota Kediri sebagai kota yang harmonis dengan keunggulan toleransi antarumat beragama.

Dari rute yang akan dilintasi mengambarkan misi kampanye toleransi yang di antaranya akan melintasi Masjid Agung Kota Kediri, Kompleks Pecinan di Jalan Yos Sudarso, Gereja Merah, “landmark” kota, seperti jembatan lama brantas, Taman Sekartaji, kawasan lebak tumpang -Gunung Klothok, hingga Goa Selomangleng Kediri.

Dalam acara tersebut, ribuan pesepeda diharapkan bisa ambil bagian. Beragam hadiah juga sudah disiapkan bagi peserta. Bahkan, untuk “grand prize event” kegiatan ini ada hadiah lima paket umrah dan lima paket wisata nasional yang akan diundi pada 18 November 2018 di Bali sebagai titik finis Jelajah Sepeda Nusantara.

Ia berharap, acara Jelajah Sepeda Nusantara ini benar-benar mampu memberikan efek di tengah masyarakat sebagai bentuk kehadiran negara untuk mendorong warga hidup sehat dengan bersepeda.

“Apalagi pendaftaran peserta sepeda santai Jelajah Sepeda Nusantara ini panitia tidak memungut biaya apapun alias gratis,” katanya. (des/asm)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending