Connect with us

PASURUAN

Media Salah Satu Pilar Perlindungan Anak

Published

on

Penampilan kolaborasi Anak GENIUS di puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2018 di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan.

Jatimraya.com, Pasuruan – Anak adalah masa depan dan investasi suatu bangsa yang harus mendapat perlindungan. Untuk mewujudkan perlindungan terhadap hak anak-anak Indonesia, pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri.

Salah satu pihak yang turut berperan dalam masalah perlindungan anak adalah media massa.

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak secara eksplisit menyebutkan media massa sebagai salah satu pilar perlindungan anak.

Ada empat pilar perlindungan anak yang disebut dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media. Oleh karena itu, media massa sebagai salah satu pilar harus diperkuat untuk melindungi anak-anak Indonesia.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers juga menyebutkan salah satu fungsi pers selain informasi, hiburan, dan kontrol sosial, juga pendidikan.

Di sisi lain, salah satu sasaran yang ingin dicapai Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah Indonesia Layak Anak (Idola) 2030. Sasaran itu merupakan sasaran antara menuju Generasi Emas 2045.

Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny R Rosalin mengatakan pada 2045, sekitar 70 persen penduduk Indonesia usia produktif.

“Karena itu, dari awal harus ada intervensi agar kita fokus pada sumber daya manusia. Bila tidak ada intervensi, 2045 kita hanya akan memiliki sumber daya manusia yang apa adanya,” katanya.

Apalagi, permasalahan-permasalahan yang dihadapi anak-anak Indonesia masih terus terjadi. Oleh karena itu, perlu peran media agar pemberitaannya juga lebih ramah anak.

Media berperan mengedukasi masyarakat, terutama keluarga, baik yang sudah memiliki anak maupun akan memiliki anak, agar proses tumbuh kembang anak terlaksana dengan baik.

Salah satu upaya untuk memainkan peran media sebagai salah satu pilar perlindungan anak adalah memberitakan anak secara seimbang.

Lenny meminta pemberitaan media massa tidak hanya tentang gambaran suram tentang anak-anak.

“Tolong media beri potret tentang anak yang seimbang. Berita yang buruk, diimbangi dengan berita yang baik,” tuturnya.

Menurut Lenny, media jangan hanya memberitakan tentang permasalahan dan pelanggaran-pelanggaran hak anak.

Media juga perlu memberitakan hal-hal yang baik dan membangun tentang anak dan upaya-upaya perlindungan anak.

“Jangan hanya anak-anak bermasalah saja yang diberitakan. Angkat juga anak-anak yang berprestasi,” ujarnya.

Untuk mengupayakan agar pemberitaan di media massa lebih baik dan membangun dalam upaya perlindungan anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sedang mengupayakan kerja sama dengan Komisi Pernyiaran Indonesia (KPI).

Hal itu agar lembaga-lembaga penyiaran bisa menyiarkan tayangan-tayangan yang lebih ramah anak, termasuk mengangkat pemberitaan-pemberitaan tentang hal-hal baik dalam upaya perlindungan anak.

“Saya juga sudah sempat berdikusi dengan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo yang menyambut baik hal itu,” tuturnya.

Media Penyiaran

Sementara itu, Komisioner KPI Dewi Setyarini mengatakan sejumlah peraturan mengatur tentang perlindungan anak terhadap media penyiaran, mulai dari Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS).

Undang-Undang Nomor Perlindungan Anak mengatur hak anak dalam media, yaitu menyampaikan pendapat, berpartisipasi, berpikir, dan mendapat informasi yang bermanfaat.

Menurut Pasal 36 Ayat (2) Undang-Undang Penyiaran, isi siaran wajib memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada khalayak khusus, yaitu anak-anak dan remaja, dengan menyiarkan mata acara pada waktu yang tepat.

Lembaga penyiaran juga diwajibkan mencantumkan dan/atau menyebutkan klasifikasi khalayak sesuai dengan isi siaran. Klasifikasi khalayak berdasarkan isi siaran meliputi prasekolah, anak-anak, remaja, dewasa, dan semua umur.

“Adapun poin-poin penting perlindungan anak dalam P3-SPS adalah kewajiban lembaga penyiaran mengutamakan kepentingan anak dalam setiap program siaran serta perlindungan dari pornografi dan unsur seksualitas dan eksploitasi anak dalam tayangan,” katanya.

Selain itu, P3-SPS juga mengatur larangan menampilkan adegan kekerasan verbal maupun visual, perlindungan anak dari unsur mistik dan kewajiban muatan positif dan sesuai psikologi anak serta bebas dari klenik, sihir, mistik, dan horor.

“Juga ada larangan menjadikan anak sebagai narasumber di luar kapasitasnya serta kewajiban penyamaran identitas dalam kasus kejahatan seksual dan penegakan hukum,” tuturnya.

Mengapa media harus memiliki perspektif perlindungan anak? Dewi mengatakan anak sangat mudah terkena dampak negatif media.

Jumlah anak di Indonesia mencapai 87 juta jiwa atau sepertiga dari total jumlah penduduk Indonesia. Sebagian penikmat media adalah anak-anak.

Oleh karena itu, anak-anak harus dilindungi dari dampak negatif media dan media harus memiliki perspektif perlindungan anak karena anak-anak memiliki sifat imitatif dan adaptif.

Padahal, di Indonesia, generasi Z atau yang berusia dua tahun hingga 20 tahun menghabiskan sekitar lima jam 18 menit setiap hari untuk mengonsumsi televisi, sedangkan generasi milenial yang berusia 21 tahun hingga 37 tahun menghabiskan waktu empat jam 52 menit.

Hal itu jauh berbeda dengan di Amerika Serikat, generasi Z dan generasi milenial menghabiskan sekitar dua jam untuk menonton televisi.

“Sifat media penyiaran saat ini masuk ke dalam ruang privat anak tanpa diundang. Bisa dikatakan, televisi sudah menjadi bagian dari keluarga,” katanya.

Langgar Hak

Agak berbeda dari harapan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) justru menemukan pemberitaan media yang masih kerap melanggar hak-hak anak saat menjadi pelaku, korban, maupun saksi tindak kejahatan.

Pemantauan yang KPAI lakukan menemukan pemberitaan pers seringkali melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan pemberitaan media seringkali mengungkap secara jelas identitas anak sebagai pelaku, korban, maupun saksi tindak kejahatan. Itu suatu hal yang jelas dilarang dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Menurut Retno, hal itu jelas merupakan pelanggaran pidana yang bisa mendapatkan sanksi penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp500 juta.

“Sanksi itu bisa digunakan anak dan keluarganya yang menjadi korban pemberitaan media bila hak-haknya dilanggar dan dapat membahayakan diri,” katanya.

Sayangnya, kata Retno, menurut Undang-Undang Sistem Pidana Peradilan Anak, yang dapat mengadukan pemberitaan yang melanggar hak anak tersebut hanya anak dan keluarganya.

“Itu yang menjadi hambatan karena KPAI tidak bisa mengadukan. Karena itu kami mendorong agar KPAI juga dimungkinkan untuk mengadukan pelanggaran hak anak di media massa kepada Dewan Pers,” tuturnya. (dew)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

PASURUAN

Jasa Raharja Jamin Santunan Kecelakaan Beruntun di Pasuruan

Published

on

Petugas Jasa Raharja saat menjenguk korban kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Raya Malang-Surabaya, tepatnya di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Ahad (22/12/2019).
Jatimraya.com, Surabaya – PT Jasa Raharja menjamin santunan korban kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Raya Malang-Surabaya, tepatnya di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Ahad sekitar pukul 10.00 WIB.

“Seluruh korban akan dapat santunan perlindungan Jasa Raharja,” ujar Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Jawa Timur Suhadi ketika dikonfirmasi di Surabaya, Ahad.

Dari data yang dimiliki PT Jasa Raharja, terdapat tujuh korban meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.

Identitas korban meninggal dunia, yakni Jalil Ikrom asal Kecamatan Kemintenmojo Kabupaten Kediri, kemudian Abdul Mukti, Luluk, Lilik, Sohibul yang sama-sama asal Kecamatan Pohjentrek, Kota Pasuruan; Gufron asal Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, dan Nur Kholis asal Kecamatan Kraton, Kota Pasuruan.

Sedangkan korban luka-luka yaitu Maulana asal Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Siti marfuah dan Nurhayati yang sama-sama berasal dari Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

“Kami turut prihatin dan menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya terhadap peristiwa tersebut. Untuk korban luka kami doakan segera pulih,” ucapnya.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan dan PMK Nomor 16 tahun 2017, korban kecelakaan meninggal dunia akan menerima santunan dari Jasa Raharja.

Santunan diberikan melalui ahli waris masing-masing sebesar Rp50 juta.

“Kepada korban atas nama Gufron telah kami serahkan santunannya dan dikirim melalui rekening ahli waris,” katanya.

Kepada korban luka-luka, Jasa Raharja telah menerbitkan surat jaminan biaya perawatan ke rumah sakit tempat korban dirawat dengan biaya perawatan maksimal Rp20 juta.

Selain itu, Jasa Raharja juga menyediakan manfaat tambahan biaya PPPK maksimal sebesar Rp1 juta serta ambulans dari tempat kejadian perkara ke rumah sakit sebesar maksimal Rp500 ribu.

“Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan rumah sakit untuk pengobatan korban luka-luka,” tuturnya. (fiq)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PASURUAN

Kecelakaan Beruntun di Pasuruan, Polisi Amankan Sopir Trailer

Published

on

Proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, tepatnya di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Minggu (22/12/2019).
Jatimraya.com, Pasuruan – Polisi mengamankan sopir trailer yang mengakibatkan tujuh orang tewas dalam kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, tepatnya di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Minggu sekitar pukul 10.00 WIB.

“Kami sudah melakukan evakuasi dan mengamankan sopir bernama Slamet Zuhdi (48) asal Nganjuk,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (22/12/2019).

Barung menuturkan, tidak menutup kemungkinan Slamet Zuhdi dijadikan tersangka dalam kasus kecelakaan beruntun itu, karena kurang berhati-hati dalam berkendara hingga mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia.

“Faktornya karena pengendara trailer kurang berhati-hati sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” ujar Barung.

Sebanyak tujuh orang tewas dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan truk trailer, tiga mobil dan satu motor di Jalan Raya Malang-Surabaya, tepatnya di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Minggu sekitar pukul 10.00 WIB.

Kecelakaan bermula saat trailer nomor polisi S-9066-UU yang sedang memuat alat berat berjalan dari arah selatan ke utara (Malang-surabaya) mengalami rem blong.

“Karena rem blong itu sehingga sesampainya di jalan tersebut menabrak dari belakang kendaraan sepeda motor Mio GT,” kata Barung.

Selanjutnya, truk trailer yang dikemudikan Slamet Zuhdi (48) asal Nganjuk menabrak dari belakang kendaraan Suzuky Karimun  L-1119-FE yang sedang berhenti dipenggal jalan yang hendak berbelok ke arah timur.

“Kemudian kendaraan trailer berpindah lajur sehingga menabrak gapura desa dan alat berat terjatuh ke kiri dan menimpa mobil Ayla yang sedang berjalan di lajur lambat dari arah utara ke selatan (Surabaya-Malang),” ujranya.

Akibat kejatuhan alat berat, mobil Ayla terguling dan tertabrak terguling mobil Sygra berjalan di lajur lambat dari arah utara ke selatan (Surabaya-Malang).

“Faktornya karena pengendara kontainer kurang berhati-hati sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” ujar Barung.

Barung menyatakan bahwa tujuh orang yang meninggal dunia sudah dievakuasi ke RSUD Bangil, Pasuruan. (will)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PASURUAN

Lesti D’Academy Kangen Ikut Pramuka

Published

on

Pedangdut Lesti Akademi.

Jatimraya.com, Pasuruan – Penyanyi dangdut Lesti D’Academy mengaku kangen untuk ikut dan saat-saat menjadi anggota Pramuka, khususnya ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama.

“Kalau melihat teman-teman pramuka, Lesti jadi kangen Pramuka,” ujarnya di sela penampilannya di penutupan Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka Jawa Timur yang digelar di kawasan Wisata Halal Ngopibareng @PintuLangit, Kawasan Ledug, Kabupaten Pasuruan, Rabu malam 3/7/2019).

Berada di tengah-tengah anggota Pramuka, penyanyi berusia 20 tahun itu mengaku bangga, terlebih bisa menghibur dan tampil bersama ribuan penonton lainnya.

“Lesti bangga dengan teman-teman. Bagi anggota pPramuka yang terpilih ke Singapura dan Malaysia, Lesti ucapkan selamat dan buat bangga orang tua kalian,” ucapnya sembari berinteraksi dengan penonton.

Juara dangdut akademi edisi perdana tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada Pramuka Kwarda Jatim yang dipimpin Saifullah Yusuf beserta pengurus serta penggemarnya yang berada di sekitar Pasuruan dan sekitarnya.

“Terima kasih Gus Ipul (sapaan akrab Saifullah Yusuf), terima kasih Lestilovers (sebutan penggemar Lesti) dan warga di kawasan Ledug Pasuruan. Salam pramuka,” kata penyanyi yang dikenal dengan nama Lesti Kejora itu.

Pada kesempatan tersebut, Lesti yang tampil mengenakan setelan busana putih dan hijab putih itu tampil membawakan beberapa lagu, seperti “Bukan Cerita Dusta”, “Tiada Guna”, “Cinta Rekayasa” hingga ditutup dengan lagu yang membuatnya semakin dikenal berjudul “Kejora”.

Sementara itu, ketua Kwarda Pramuka Jatim Saifullah Yusuf mengatakan penutupan Festival Wirakarya kali ini sengaja digelar di kawasan pegunungan yang berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan air laut untuk mendekatkan anggota kepada alam.

Festival digelar rutin setiap tahun di 11 Zona se-Jatim dan tercatat sekitar 11.000 lebih pramuka penegak turut berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan sejak Februari 2019 tersebut.

Selain itu, festival juga diisi dengan kegiatan mengecat 1.100 lebih rumah dan memugar 22 rumah.

“Semoga tetap rutin digelar dan semakin banyak anak muda berkarya,” kata wakil gubernur Jatim periode 2009-2019 tersebut. (fiq)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending