Connect with us

PONOROGO

Begini Cara Ponorogo Sambut 1 Muharram

Published

on

Bedol Pusaka ini sudah menjadi tradisi yang digelar setiap `suroan` atau peringatan tahun baru Islam, 1 Muharram.

Jatimraya.com, Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggelar tradisi Bedol Pusaka dari Pringgitan atau Rumah Dinas Bupati di lingkungan Alun-alun kabuplima kilometer.

“Bedol Pusaka ini sudah menjadi tradisi yang digelar setiap `suroan` atau peringatan tahun baru Islam, 1 Muharram,” ujar Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni kepada wartawan usai memimpin prosesi Bedol Pusaka, yang berlangsung hingga Senin (10/9/2018) dini hari.

Dia menjelaskan terdapat tiga benda pusaka yang diyakini telah ratusan tahun tersimpan di Pringgitan yang saat ini ditempatinya sejak terpilih menjabat Bupati Ponorogo di tahun 2016.

Masing-masing adalah pusaka payung “songsong tunggul nogo”, tombak “tunggul wulung” dan tambang atau sabuk “cinde puspito”.

Konon ketiga pusaka tersebut dipergunakan oleh pendahulunya untuk mempertahankan wilayah Ponorogo dari serangan penjajah.

Tiga pusaka ini dibedol ke Pasar Pon, yang dikenal sebagai kawasan kota lama Ponorogo. “Menurut sejarahnya, pemerintahan Ponorogo sebelum dipindahkan ke Pringgitaan yang sekarang saya tempati ini, dulu berpusat di Pasar Pon,” katanya.

Ipong merujuk pada catatan sejarah yang menyebut Ibu Kota Kabupaten Ponorogo di tahun 1496 berpusat di Pasar Pon, sebelum kemudian dipindahkan ke Pringgitan di tahun 1738.

“Jejak keratonnya sekarang memang sudah tidak terlihat lagi di Pasar Pon. Tapi ada artefak bangunan masjid tua dan sebuah makam, yang menguatkan bahwa Pasar Pon adalah kota lama yang dulu pernah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Ponorogo,” ujarnya.

Ipong menandaskan tradisi Bedol Pusaka ini hanyalah simbolis yang setiap tahun digelar sebagai salah satu kegiatan untuk memeriahkan peringatan tahun baru Islam, 1 Muharram.

“Ya, untuk napak tilas yang menggambarkan sejarah perjalanan Kabupaten Ponorogo. Maka Bedol Pusaka digelar dengan arak-arakan atau kirab dengan rute dari Pringgitan ke Pasar Pon pada malam higga dini hari ini. Lalu pada siang harinya nanti dikirab lagi untuk dikembalikan ke Pringgitan,” katanya.

Ipong menyebut tradisi bedol pusaka setidaknya mampu menarik perhatian ratusan ribu masyarakat setempat maupun wisatawan yang memadati rute kirab dari Pringgitan menuju Pasar Pon.

“Puncaknya tepat pada 1 Muharram nanti, yaitu hari Selasa, 11 September 2018, akan digelar tradisi Grebeg Sura di Telaga Ngebel, yang biasanya juga disaksikan oleh banyak wisatawan,” ucapnya. (sas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PONOROGO

Ratusan Warga di Ponorogo Masih Terjebak Banjir

Published

on

Pengungsi berjalan usai dievakuasi menggunakan peralatan perahu karet di Ponorogo.

Jatimraya.com, Tulungagung – Lebih dari 100 kepala keluarga di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur masih terjebak banjir, belum bisa dievakuasi karena memilih bertahan saat air banjir mulai menggenangi pemukiman mereka.

“Proses evakuasi memang berjalan agak lama karena debit air yang masih tinggi di beberapa titik,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (7/3/2019).

Beberapa titik banjir yang belum bisa dijangkau tim evakuasi SAR gabungan antara lain ada di lingkungan perumahan Citra Muri Kencana, Keling Pengkol, Kepatihan dan jalan Imam Bonjol, Kota Ponorogo.

Data BPBD, sebaran banjir dan tanah longsor terpantau di 18 desa 10 kecamatan.

Menurut Setyo Budiono, banjir dan longsor sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Selasa (5/3) malam dan Rabu (6/3) pagi seiring hujan yang mengguyur wilayah itu beberapa jam., namun warga saat itu masih enggan mengungsi.

Kepanikan mulai terjadi setelah pada Kamis (6/3) hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi dan menyebabkan debit air semakin meningkat hingga ketinggian air di atas satu meter.

“Kondisi yang semakin mengkhawatirkan membuat warga panik dan minta bantuan untuk dievakuasi (diungsikan),” katanya.

Sayangnya , saat tim evakuasi datang, kondisi debut air sedang tinggi-tingginya. Di beberapa titik lokasi banjir ketinggian air bahkan disebut mencapai 1,5 – 2 meter. dan arus banjir juga deras, sementara jumlah perahu karet bermesin maupun petugas SAR gabungan terbatas.

“Tetap kami lakukan upaya evakuasi. Namun memang tidak bisa cepat,” ujarnya.

Selain banjir dan tanah longsor, jalur utama jurusan Ponorogo – Pacitan sempat terputus total akibat lonsoran tebing yang menutup akses jalan di Desa Gemaharjo, Pacitan.

Setyo Budiono menambahkan, jumlah pengungsi sementara di dua titik pengungsian saat ini tercatat sebanyak 454 orang.

Selain itu ada juga tercatat 25 orang mengungsi di rumah saudaranya dan hingga saat ini masih dalam proses pendataan, dan kemungkinan masih bertambah. (dhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PONOROGO

Tim SAR Temukan Jenazah Empat Santri yang Tenggelam di Ponorogo

Published

on

Sejumlah personil BPBD dan relawan mengevakuasi jenazah salah satu santri yang tenggelam di Sungai Tempuran, Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (15/1/2019).

Jatimraya.com, Ponorogo – Tim Pencarian dan Pertolongan (Search And Rerscue/SAR) sudah menemukan jenazah empat santri Pondok Pesantren Hudatul Muna yang tenggelam di Sungai Tempuran, Kabupaten Ponorogo.

Kepala Polres Ponorogo AKBP Radiant di Ponorogo, Selasa (15/1/2019), mengatakan pada Selasa sekitar pukul 17.15 WIB tim SAR menemukan jenazah santri bernama Bambang Irawan(16), warga Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, Pacitan; dan Ahmad Qoirul Huda (14), warga Desa Senepo, Slahung, Ponorogo.

“Kedua jenazah tersebut diketahui tim SAR saat mengapung ke permukaan air sungai dalam kondisi berpelukan,” kata Radiant, menambahkan petugas menambahkan jenazah kedua santri sekitar empat meter dari lokasi awal tenggelamnya korban.

Pada Selasa siang pukul 11.00 WIB, Tim SAR menemukan jenazah Ahmad Ansori (15), warga Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, tak jauh dari lokasi awal mereka tenggelam.

Sementara jenazah satu santri lainnya, Miftahul Huda (14) yang berasal dari Desa Wonodadi Kulon, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, ditemukan pada Senin (14/1) sore.

Keempat santri Pondok Pesantren Hudatul Muna itu tenggelam saat mandi dan bermain di sungai yang berada sekitar satu kilometer dari lingkungan pondok pada Senin (14/1/2019). (lrs/sis)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PONOROGO

Sandiaga Uno Berziarah ke Makam Kyai Ageng Mohamad Besari Tegalsari Ponorogo

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat berziarah ke makam Pendiri Gontor Ponorogo, Kyai Ageng Mohamad Besari, Kamis (20/12/2018) malam.

Jatimraya.com, Ponorogo — Sandiaga Uno Salahuddin menutup kegiatan hari keduanya di Jawa Timur dengan berziarah ke makam Pendiri Gontor Ponorogo, Kyai Ageng Mohamad Besari di Masjid Tegalsari,Desa teglasari Kecamatan Jetis, Ponorogo, Kamis malam (20/12/2018).

Sandi disambut keturunan sang kyai dan ratusan warga yang juga sedang berziarah. Kilatan lampu dari telepon genggam nyaris tidak ada putusnya. Baru berhenti setelah Sandi memasuki mesjid untuk menjalankan sholat tahiyatul mesjid.

BACA JUGA : Di Pasar Songgolangit Pedagang Keluhkan Harga Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

Sandi kagum melihat tumbuhnya UMKM di sekitar mesjid. Ada kuliner, keperluan ibadah, warung oleh-oleh, hingga makanan ringan. Ini yang disebut Sandi Widata reliji bisa memakmurkan masyarakat sekitarnya dan memberikan berkah pada para pelaku UMKM.

“Kita lihat saja geliat ekonomi di sini.sampai dinihari masih buka. Bayangkan jika ekonomi sekarang lebih baik, tentu akan lebih ramai dan makin banyak kunjungan. Setiap bus yang terparkir membawa tamu-tamu ke mesjid dan berziarah pasti belanja, untuk makan atau sekedar membeli oleh-oleh. Tahun 2019, jika Prabowo Sandi terpilih, Insha Allah lapangan kerja tersedia dan tercipta, harga-harga stabil dan terjangkau,” terang Sandi. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending