Connect with us

PONOROGO

Jelang Grebeg Sura Hunian Penginapan di Ponorogo Penuh

Published

on

Kegiatan Grebeg Sura itu sendiri sudah menjadi agenda rutin tahunan yang digelar setiap 1 Muharram.

Jatimraya.com, Ponorogo – Menjelang Grebeg Suro yang rutin digelar setiap Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah, hunian hotel atau tempat menginap di wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, penuh, karena wisatawan banyak berdatangan.

“Ini momen yang luar biasa karena 1 Sura kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-522 Kabupaten Ponorogo,” kata Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno, Minggu (9/9/2018), kepada wartawan usai membuka kegiatan Parade Budaya di depan Pendopo Kabupaten Ponorogo.

Parade Budaya itu sendiri merupakan bagian dari serangkaian acara untuk memperingati Hari Jadi ke-522 Kabupaten Ponorogo yang jatuh pada 11 Agustus.

BACA JUGA : Begini Cara Ponorogo Sambut 1 Muharram

“Ada 33 kegiatan budaya yang kami gelar selama sebulan penuh sejak 11 Agustus lalu untuk meramaikan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo tahun ini,” ujarnya.

Serangkaian acara Hari Jadi ke-522 Ponorogo itu, lanjut dia, puncaknya jatuh pada hari ini, besok dan lusa, yang bertepatan dengan kegiatan Grebeg Sura, yang rutin digelar setiap 1 Muharram.

“Kegiatan Grebeg Sura itu sendiri sudah menjadi agenda rutin tahunan yang digelar setiap 1 Muharram, yang sebenarnya di luar agenda dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ponorogo,” katanya, menjelaskan.

Tahun ini, Soedjarno menandaskan, kebetulan momen Grebeg Sura jatuh bersamaan dengan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo.

“Karena Hari Jadi Kabupaten Ponorogo menggunakan tanggalan masehi, sedangkan Grebeg Suro menggunakan tanggalan hijriah, sehingga momen yang bersamaan seperti ini kira-kira terjadi setiap empat atau lima tahun sekali,” ucapnya.

Momen yang bersamaan tersebut, lanjut dia, terbilang sukses mendatangkan banyak wisatawan ke Ponorogo.

“Laporan yang saya terima, terhitung sejak kemarin, 8 September 2018, hunian di Ponorogo sudah penuh. Jadi banyak wisatawan yang terpaksa harus menginap di hotel-hotel yang berada di luar wilayah Kabupaten Ponorogo,” katanya.

Soedjarwo memprediksi jumlah wisatawan yang datang mencapai 10 ribu orang lebih untuk menyaksikan acara puncak Peringatan Hari Jadi ke-522 Kabupaten Ponorogo yang berlangsung mulai hari ini, besok dan lusa.

Para wisatawan itu juga dipastikan berdatangan ke Ponorogo untuk menyaksikan kegiatan Grebeg Sura yang akan berlangsung di Telaga Ngebel, pada 1 Muharram atau hari Selasa, 11 September 2018. (sas)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PONOROGO

Ratusan Warga di Ponorogo Masih Terjebak Banjir

Published

on

Pengungsi berjalan usai dievakuasi menggunakan peralatan perahu karet di Ponorogo.

Jatimraya.com, Tulungagung – Lebih dari 100 kepala keluarga di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur masih terjebak banjir, belum bisa dievakuasi karena memilih bertahan saat air banjir mulai menggenangi pemukiman mereka.

“Proses evakuasi memang berjalan agak lama karena debit air yang masih tinggi di beberapa titik,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (7/3/2019).

Beberapa titik banjir yang belum bisa dijangkau tim evakuasi SAR gabungan antara lain ada di lingkungan perumahan Citra Muri Kencana, Keling Pengkol, Kepatihan dan jalan Imam Bonjol, Kota Ponorogo.

Data BPBD, sebaran banjir dan tanah longsor terpantau di 18 desa 10 kecamatan.

Menurut Setyo Budiono, banjir dan longsor sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Selasa (5/3) malam dan Rabu (6/3) pagi seiring hujan yang mengguyur wilayah itu beberapa jam., namun warga saat itu masih enggan mengungsi.

Kepanikan mulai terjadi setelah pada Kamis (6/3) hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi dan menyebabkan debit air semakin meningkat hingga ketinggian air di atas satu meter.

“Kondisi yang semakin mengkhawatirkan membuat warga panik dan minta bantuan untuk dievakuasi (diungsikan),” katanya.

Sayangnya , saat tim evakuasi datang, kondisi debut air sedang tinggi-tingginya. Di beberapa titik lokasi banjir ketinggian air bahkan disebut mencapai 1,5 – 2 meter. dan arus banjir juga deras, sementara jumlah perahu karet bermesin maupun petugas SAR gabungan terbatas.

“Tetap kami lakukan upaya evakuasi. Namun memang tidak bisa cepat,” ujarnya.

Selain banjir dan tanah longsor, jalur utama jurusan Ponorogo – Pacitan sempat terputus total akibat lonsoran tebing yang menutup akses jalan di Desa Gemaharjo, Pacitan.

Setyo Budiono menambahkan, jumlah pengungsi sementara di dua titik pengungsian saat ini tercatat sebanyak 454 orang.

Selain itu ada juga tercatat 25 orang mengungsi di rumah saudaranya dan hingga saat ini masih dalam proses pendataan, dan kemungkinan masih bertambah. (dhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PONOROGO

Tim SAR Temukan Jenazah Empat Santri yang Tenggelam di Ponorogo

Published

on

Sejumlah personil BPBD dan relawan mengevakuasi jenazah salah satu santri yang tenggelam di Sungai Tempuran, Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (15/1/2019).

Jatimraya.com, Ponorogo – Tim Pencarian dan Pertolongan (Search And Rerscue/SAR) sudah menemukan jenazah empat santri Pondok Pesantren Hudatul Muna yang tenggelam di Sungai Tempuran, Kabupaten Ponorogo.

Kepala Polres Ponorogo AKBP Radiant di Ponorogo, Selasa (15/1/2019), mengatakan pada Selasa sekitar pukul 17.15 WIB tim SAR menemukan jenazah santri bernama Bambang Irawan(16), warga Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, Pacitan; dan Ahmad Qoirul Huda (14), warga Desa Senepo, Slahung, Ponorogo.

“Kedua jenazah tersebut diketahui tim SAR saat mengapung ke permukaan air sungai dalam kondisi berpelukan,” kata Radiant, menambahkan petugas menambahkan jenazah kedua santri sekitar empat meter dari lokasi awal tenggelamnya korban.

Pada Selasa siang pukul 11.00 WIB, Tim SAR menemukan jenazah Ahmad Ansori (15), warga Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, tak jauh dari lokasi awal mereka tenggelam.

Sementara jenazah satu santri lainnya, Miftahul Huda (14) yang berasal dari Desa Wonodadi Kulon, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, ditemukan pada Senin (14/1) sore.

Keempat santri Pondok Pesantren Hudatul Muna itu tenggelam saat mandi dan bermain di sungai yang berada sekitar satu kilometer dari lingkungan pondok pada Senin (14/1/2019). (lrs/sis)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PONOROGO

Sandiaga Uno Berziarah ke Makam Kyai Ageng Mohamad Besari Tegalsari Ponorogo

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat berziarah ke makam Pendiri Gontor Ponorogo, Kyai Ageng Mohamad Besari, Kamis (20/12/2018) malam.

Jatimraya.com, Ponorogo — Sandiaga Uno Salahuddin menutup kegiatan hari keduanya di Jawa Timur dengan berziarah ke makam Pendiri Gontor Ponorogo, Kyai Ageng Mohamad Besari di Masjid Tegalsari,Desa teglasari Kecamatan Jetis, Ponorogo, Kamis malam (20/12/2018).

Sandi disambut keturunan sang kyai dan ratusan warga yang juga sedang berziarah. Kilatan lampu dari telepon genggam nyaris tidak ada putusnya. Baru berhenti setelah Sandi memasuki mesjid untuk menjalankan sholat tahiyatul mesjid.

BACA JUGA : Di Pasar Songgolangit Pedagang Keluhkan Harga Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

Sandi kagum melihat tumbuhnya UMKM di sekitar mesjid. Ada kuliner, keperluan ibadah, warung oleh-oleh, hingga makanan ringan. Ini yang disebut Sandi Widata reliji bisa memakmurkan masyarakat sekitarnya dan memberikan berkah pada para pelaku UMKM.

“Kita lihat saja geliat ekonomi di sini.sampai dinihari masih buka. Bayangkan jika ekonomi sekarang lebih baik, tentu akan lebih ramai dan makin banyak kunjungan. Setiap bus yang terparkir membawa tamu-tamu ke mesjid dan berziarah pasti belanja, untuk makan atau sekedar membeli oleh-oleh. Tahun 2019, jika Prabowo Sandi terpilih, Insha Allah lapangan kerja tersedia dan tercipta, harga-harga stabil dan terjangkau,” terang Sandi. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending