Connect with us

BLITAR

Guru Honorer Blitar Protes Syarat Pendaftaran CPNS

Published

on

Ratusan guru honorer di Kabupaten Blitar pada Senin berunjuk rasa memprotes syarat batasan umur dalam pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Jatimraya.com, Blitar – Ratusan guru honorer di Kabupaten Blitar pada Senin berunjuk rasa memprotes syarat batasan umur dalam pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Para guru di Kecamatan Nglegok itu melakukan konvoi di jalanan utama kecamatan sambil membawa beragam poster berisi tuntutan.

Koordinator aksi, Eka Agus Trianto, mengatakan pemerintah membuka peluang bagi para guru honorer untuk mengikuti seleksi penerimaan calon aparatur sipil negara namun batasan umur 35 tahun membuat sebagian guru honorer tidak bisa memanfaatkan kesempatan itu.

“Kami harapkan agar pemerintah merevisi Peraturan Menteri PAN RB Nomor 36 Tahun 2018, karena di situ ada batasan umur. Padahal, teman-teman ini banyak yang usianya di atas 40 tahun,” katanya.

Ia berharap pemerintah memprioritaskan tenaga honorer dalam seleksi penerimaan CPNS bidang pendidikan karena mereka umumnya sudah lama menjadi guru, bahkan dengan honor yang kurang sesuai.

“Kami memang tinggal di lereng Kelud (Gunung Kelud), tapi kami juga warga Indonesia yang berhak mendapatkan penghidupan yang layak. Jika yang honorer belum ter-cover sepenuhnya, mohon jangan diambilkan dari umum,” kata dia.

Siti Nur Izza sudah 12 tahun menjadi guru honorer. Selama menjadi guru honorer, dia hanya mendapat gaji Rp300 ribu per bulan. “Ini sebenarnya tidak cukup untuk membeli susu (anak),” kata dia.

Siti berharap pemerintah lebih memerhatikan guru honorer dan memprioritaskan mereka dalam perekrutan pegawai negeri. (dhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BLITAR

KAI Libatkan Polisi Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Published

on

Sejumlah petugas saat sosialisasi terpadu tentang keselamatan di perlintasan sebidang wilayah Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (17/9/2019).

Jatimraya.com, Blitar – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, Jawa Timur, melibatkan kepolisian dan dinas perhubungan melakukan sosialisasi terpadu keselamatan di perlintasan sebidang wilayah Kota Blitar, dengan harapan meningkatkan kesadaran masyarakat taat lalu lintas di perlintasan sebidang.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang semakin meningkat. Sebab, pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang tidak saja merugikan pengendara jalan tetapi juga perjalanan kereta api,” kata Manager Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko di Blitar, Selasa (17/9/2019).

Dalam kegiatan tersebut, PT KAI Daop 7 Madiun juga melibatkan kepolisian, dinas perhubungan serta pemerintah daerah. Bukan hanya memberikan imbauan untuk mematuhi aturan di perlintasan sebidang, di lokasi tersebut petugas dari kepolisian juga melakukan penegakan hukum.

Ia mengatakan, perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Perlintasan tersebut muncul karena meningkatnya mobilitas masyarakat yang melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api.

“Tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas memicu timbulnya permasalahan yaitu terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang,” kata dia.

Hal itu juga sesuai dengan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94 yang menyatakan bahwa, (1) Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup (2) Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

Daop 7 Madiun juga mencatat berdasarkan data terbaru pada 30 Agustus 2019 terdapat 268 perlintasan sebidang yang resmi dan delapan perlintasan sebidang yang tidak resmi. Sedangkan perlintasan tidak sebidang baik berupa jembatan layang maupun lintas bawah berjumlah 47 perlintasan.

Ixfan menambahkan, selama 2019, di wilayah Daop 7 Madiun berdasarkan data terbaru sampai 16 September 2019, telah terjadi 36 kali kecelakaan yang mengakibatkan 15 nyawa melayang.

“Salah satu tingginya angka kecelakaan pada perlintasan juga terjadi karena tidak sedikit para pengendara yang tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi,” kata dia.

Selain itu, tambah dia, pada Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009, Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 menyatakan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup dan atau ada isyarat lain, mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.

Kendati kewajiban terkait penyelesaian keberadaan di perlintasan sebidang bukan menjadi bagian dari tanggung jawab KAI selaku operator, Ixfan mengatakan untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang beberapa upaya telah dilakukan KAI, di antaranya melakukan sosialisasi dan menutup perlintasan tidak resmi.

“Total sebanyak 84 perlintasan tidak resmi telah Daop 7 Madiun tutup dari tahun 2018 – Juni 2019. Pada prosesnya langkah yang dilakukan KAI untuk keselamatan tersebut juga kerap mendapatkan penolakan dari masyarakat, dalam kondisi tersebut diperlukan langkah untuk mencari jalur alternatif bagi masyarakat yang harus disolusikan bersama oleh pemerintah pusat atau daerah,” kata Ixfan.

Dalam kegiatan itu, sosialisasi dilakukan di perlintasan sebidang di antaranya JPL 176, Desa Bence, Kabupaten Blitar, JPL 199 Jalan Lekso Kota Blitar, dan JPL 200 Kelurahan Pekunden, Kota Blitar yang masuk wilayah Resort Blitar. (alc)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BLITAR

Kai Lakukan Penyempitan Perlintasan di JPL Cegah Kecelakaan

Published

on

PT Kereta Api Daop 7 Madiun, Jawa Timur, memutuskan untuk melakukan penyempitan jalan perlintasan di JPL tepatnya Jalan Nias, Kota Blitar, demi mencegah terjadinya kecelakaan.

Jatimraya.com, Blitar – PT Kereta Api Daop 7 Madiun, Jawa Timur, memutuskan untuk melakukan penyempitan jalan perlintasan di JPL tepatnya Jalan Nias, Kota Blitar, demi mencegah terjadinya kecelakaan.

“Kegiatan itu dilakukan akibat insiden yang sebelumnya terjadi. Akibat pengendara menemper pengaman dan palang pintu hingga mengakibatkan loko rusak di badan,” kata Manajer Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko saat dikonfirmasi, Minggu (8/9/2019) malam.

Ia mengungkapkan, kereta api yang rusak di bagian bodi atau gerbong itu adalah KA 141 Majapahit relasi Malang-Pasar Senen, tertemper pipa JPL 192 pada Sabtu (7/9/2019) malam di KM 121+6 antara Garum-Blitar.

Pihaknya menambahkan, awalnya ada informasi dari masinis KA 141 (Majapahit) bahwa Lok CC 201922 di KM 121+6 petak jalan Garum-Blitar telah tertemper pipa JPL 192.

“Informasi dari masinis, pipa tersebut merintangi jalur kereta api. Informasinya dari PJL 193 bahwa pipa JPL 192 tersebut sempat dilanggar oleh pikap sehingga pipa merintangi jalur kereta api,” kata dia.

Akibat dari kejadian itu, cat depan lokomotif sebelah kiri mengelupas. Kereta api tersebut juga sempat datang terlambat karena kejadian itu selama lima menit, dimana seharusnya datang ke Stasiun Blitar 20.12 WIB menjadi 20.20.

Untuk itu, guna mengantisipasi kejadian yang sama, PT KAI bagian pengamanan dan regu jalan jembatan melakukan kegiatan penyempitan perlintasan di JPL 192 KM 121+5/6 (Blitar-Garum). Jalur itu juga masih bisa dilewati kendaraan roda dua.

“Sebelumnya juga telah didahului sosialisasi ke warga sekitar. Setelah selesai ada lima warga yang memiliki mobil protes dengan penyempitan perlintasan tersebut. Namun, setelah diberikan wawasan dan arahan, warga menerima,” kata dia.

Ia juga menegaskan, PT KAI juga tidak melakukan penutupan total perlintasan tersebut. Namun, kebijakan itu diambil sebagai antisipasi dengan harapan pengendara mobil tidak bisa mengakses di perlintasan.

“Intinya, kami tidak menutup total perlintasan tersebut, agar tindakan pengendara mobil tidak bisa mengakses di perlintasan, maka perlintasan kami persempit dengan harapan tidak lagi terjadi peristiwa yang sama. Ini ke depan keselamatan perjalanan kereta api lebih terjamin dan penumpang yang di dalamnya sealmat,” tegas dia.

Terkait dengan kerugian material, Ixfan mengatakan akan dihitung mulai dari kerusakan loko dan palang pintu.

Di lokasi penyempitan jalan perlintasan yakni Jalan Nias, Kota Blitar, tersebut menghubungkan jalan sekitar Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar. Penutupan itu dengan adanya tonggak beton di sisi barat dan timur di jalan tersebut. (alc)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BLITAR

Polres Blitar Berbagi Kasih Dengan ODGJ

Published

on

Kegiatan bakti sosial Polres Blitar yang digelar bersama ODGJ di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (28/8/2019).

Jatimraya.com, Blitar – Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur, mengadakan program peduli kasih bersama dengan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), sebagai bentuk perhatian dengan harapan mereka yang dirawat dapat lebih terhibur.

“Ini dalam rangka HUT Ke-71 Polwan di Polres Blitar bersama Posyandu Kesehatan Jiwa Seroja Warta Kecamatan Talun mengadakan kegiatan peduli kasih bersama ODGJ. Ini merupakan kegiatan sosial,” kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Blitar Iptu Muh Burhanuddin di Blitar, Rabu (28/8/2019).

Ia mengatakan, Polres Blitar sangat memberikan apresiasi kepada semua pihak yang ikut membantu dalam kegiatan tersebut, terlebih lagi membantu mereka yang mengalami gangguan jiwa. Dengan itu, diharapkan bisa memberikan perhatian lebih agar mereka yang dalam pengobatan ke depan bisa menjadi lebih baik.

Sementara itu, perwakilan dari Puskesmas Talun Dewi Triani mengatakan bentuk perhatian dari masyarakat terhadap ODGJ sangat diperlukan, agar mereka bisa menjadi lebih baik.

“Kita semua juga harus peduli dengan saudara-saudara kita ODGJ dan semoga kepedulian ini tidak hanya berhenti disini,” katanya.

Ia menambahkan, program Posyandu Saroja Warta Kecamatan Talun ini adalah swadaya di bawah binaan warga setempat yang bernama Sutris. Namun, dari Puskesmas juga tetap mendampingi terutama di bagian programer jiwa.

Kepala Desa Jajar, Kecamatan Talun, Hardoyo mengaku sangat senang dengan kegiatan ini serta berterimakasih atas dukungan posyandu ODGJ di daerahnya ini. Dirinya berharap masyarakat umum nantinya juga ikut membantu, setidaknya memberikan perhatian kepada ODGJ agar mereka kembali pulih dan bisa beraktivitas di masyarakat.

Pengasuh Posyandu Jiwa Seroja Warta Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Sutris mengaku perhatian tersebut memang diperlukan.

“Kami terima kasih. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara kita ODGJ,” kata dia.

Dalam kegiatan itu, sejumlah acara digelar misalnya cukur rambut, menari bersama, serta pemberian tali asih. Acara itu selain dihadiri jajaran petinggi dari Polres Blitar, juga sejumlah tamu undangan lainnya. (alc)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending