Connect with us

SITUBONDO

3 Orang Meninggal Akibat Gempa Bumi Jatim

Published

on

Gempa bumi bermagnitudo 6,4 Skala Richter terjadi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (11/20/2018).

Apakabarnews.com, Jakarta – Sebanyak tiga orang meninggal dunia akibat gempa bumi dengan magnitudo 6,4 Skala Richter (dimutakhirkan menjadi 6,3 SR) yang mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.57 WIB.

Dari siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima Antara di Jakarta, Kamis, disebutkan data sementara dampak gempa dilaporkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan.

Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam Kabupaten Semenep Jawa Timur. Sebanyak tiga orang meninggal dunia adalah Nuril Kamiliya (7), H Nadhar (55) dan seorang lelaki dewasa yang saat ini sedang diidentifikasi.

Para korban tersebut merupakan warga desa Prambanan dan Jambusok, Kecamatan Gayam, Sumenep. Korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Kejadian gempa Kamis dini hari saat korban sedang tidur tiba-tiba gempa mengguncang dan rumah roboh sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri.

BMKG melaporkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km. Gempa tidak berpotensi tsunami. Posko BNPB telah mengkonfirmasi dampak gempa ke BPBD Provinsi Jawa Timur.

Selain itu beberapa rumah mengalami kerusakan. BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Sumenep masih melakukan pendataan. Kerusakan rumah terdapat di desa Jambuir, Kopedi, Kertasada, dan Nyabakan Timur.

Gempa dengan magnitudo 6,3 SR oleh BMKG terasa di seluruh wilayah Jawa Timur meliputi Kabupaten/Kota Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Kab. Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Kab. Pasuruan Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota Malang, Kab. Malang, Kab. Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Kab. Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Sumenep dan Situbondo selama 2-5 detik. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Sedang di daerah lain gempa dirasakan sedang selama 2-5 detik.

Berdasarkan analisis peta gempa dirasakan, intensitas gempa dirasakan III-IV MMI di Denpasar, III MMI di Karangkates, III MMI di Gianyar, III MMI di Lombok Barat, III MMI di Mataram, III MMI di Pandaan. Artinya gempa dirasakan ringan hingga sedang. Secara umum tidak banyak dampak kerusakan akibat gempa. Posko BNPB terus memantau perkembangan dampak gempa dan penanganannya. (ind)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SITUBONDO

Dua Anggota Polri Sumenep Meninggal Dunia Kecelakaan di Pantura Situbondo

Published

on

Mobil bernomor polisi M 1132 VF kondisinya ringsek setelah terlibat kecelakaan dengan truk di jalur pantura Situbondo. Kamis (24/10/19).

Jatimraya.com, Situbondo – Kecelakaan lalu lintas antara mobil penumpang (minibus) dan truk tronton di jalur pantai utara (pantura) Situbondo, Jawa Timur, Kamis (24/10/2019), mengakibatkan dua anggota Polri asal Kabupaten Sumenep, Madura, meninggal dunia.

“Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil penumpang dengan nomor polisi M 1132 VF dan truk nomor polisi L 9588 US, terjadi di jalu pantura Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, tadi sekitar pukul 5:30 WIB,” kata Kanit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Situbondo, Ipda Pol Teguh Santoso di Situbondo, Kamis (24/10/2019).

Kecelakaan yang mengakibatkan dua anggota Polri meninggal dunia itu, katanya, bermula saat minibus yang dikemudikan Asmawi (anggota Polri), melaju dari arah Banyuwangi ke Surabaya, setiba di lokasi kejadian, diduga karena mengemudi kurang konsentrasi dan kendaraannya tiba-tiba oleng ke kanan jalan dan menghantam truk dari arah berlawanan yang dikemudikan oleh Puput Yulianto warga Desa Sumber Kepuh, Kecamatan Tegal Dlimo, Banyuwangi.

Dua anggota Polri asal Kabupaten Sumenep, yang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan itu, yakni Asmawi (34) Alamat Perum Alam Permai Asri Blok E-1 Kolor Kota Sumenep dan Sofyan Nur Cahyadi (21) warga Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep.

Selain itu, seorang penumpang minibus lainnya mengalami luka ringan yaitu Edy Zahri warga Desa Karang Budi, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep. Sementara pengemudi truk hanya mengalami luka ringan.

“Korban kecelakaan meninggal dunia sudah di bawa ke Kabupaten Sumenep, dan korban yang mengalami luka ringan juga telah mendapatkan penanganan medis,” kata Teguh.

Mobil yang ditumpangi dua anggota Polri dan seorang penumpang lainnya itu, mengalami rusak dan ringsek di bagian depan setelah berbenturan keras dengan truk tronton.

Di waktu berbeda, kecelakaan beruntun yang melibatkan dua mobil Toyota Avanza dan truk juga terjadi di Jalan PB Sudirman Kecamatan Kota Situbondo, namun dalam insiden itu tidak menelan korban jiwa, dan penumpang mobil luka ringan, sedangkan mobil penumpang ringsek. (nov)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SITUBONDO

Panitia Pilkades Situbondo Buat Aplikasi Khusus Seputar Pilkades

Published

on

Kabid Pemdes Dinas PMD Situbondo, Yogiae Krispian Syah.

Jatimraya.com, Situbondo – Panitia Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berinovasi membuat aplikasi khusus seputar pilkades guna memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai tahapan pilkades.

“Inovasi memanfaatkan teknologi bikin aplikasi khusus pilkades ini di Desa/ Kecamatan Mangaran. Aplikasi yang dibikin panitia pilkades itu mirip aplikasi data pemilih di KPU,” ujar Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Situbondo, Yogie Kripsian Syah di Situbondo, Selasa (20/8/2019).

Ia menjelaskan, aplikasi khusus pilkades tersebut bisa di download di playstore dan berisi beberapa konten, mulai daftar pemilih, daftar calon kepala desa, panitia pilkades dan tahapan-tahapan pelaksanaan pilkades.

Menurut ia, gua memastikan masyarakat sudah terdaftar atau tidak sebagai pemilih di desanya, masyarakat cukup memasukan NIK (Nomor Induk Kependudukan) di aplikasi dan akan langsung diketahui.

Selain itu, lanjut Yogie, masyarakat juga bisa mengetahui calon-calon kepala desa dan juga nama-nama panitia pilkades, karena semuanya akan tercantum dalam aplikasi yang dapat diakses gadget masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kreatifitas Panitia Pilkades Desa Mangaran, karena mereka bisa memanfaatkan teknologi untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi,” katanya.

Kata Yogie, saat ini tahapan Pilkades 2019 masih dalam pendataan daftar pemilih dan akan berlangsung hingga 29 Agustus 2019.

“Ada lima desa yang akan melaksanakan Pilkdes e-voting, dan sampai saat ini kami masih menunggu pengesahan Perda-nya. Jika Perda sudah disahkan, desa yang akan melakukan pilkades e-voting tinggal melakukan simulasi,” katarnya. (nhn)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SITUBONDO

BPBD Ingatkan Enam Kecamatan di Situbondo Berpotensi Puting Beliung

Published

on

Wnam dari 17 kecamatan di daerah Situbondo berpotensi dilanda bencana angin puting beliung dalam beberapa hari ke depan.

Jatimraya.com, Situbondo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Jawa Timur, mencatat sedikitnya enam dari 17 kecamatan di daerah itu berpotensi dilanda bencana angin puting beliung dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, khususnya yang berada di enam kecamatan yang masuk zona rawan hujan dan angin kencang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Taufiq Hidayat di Situbondo, Senin (18/3/2019).

Ia menyebutkan, enam kecamatan berpotensi terjadi angin puting belung itu tersebar di wilayah barat dan wilayah timur Kabupaten Situbondo, meliputi Kecamatan Jatibanteng, Sumbermalang, Banyuglugur, Besuki, Asembagus, dan Banyuputih.

Menurut ia, kecamatan yang berpotensi terjadi angin puting beliung itu disebabkan adanya awan cumulonimbus , yakni awan yang terlihat hitam pekat.

“Kalau melihat awan hitam pekat, itu merupakan awan cumulonimbus . Oleh karena itu, ketika melihat awan cumulonimbus sudah harus antisipasi, sebab awan tersebut mengandung energi negatif dan positif dan biasanya terjadi hujan deras bersamaan dengan petir,” ujarnya.

Sedangkan 11 kecamatan lainnya, lanjut Taufiq, kemungkinan besar aman, namun demikian masyarakat tetap diimbau selalu waspada.

“Semoga di Situbondo tidak terjadi apa-apa, kendati BMKG mengimbau masyarakat selalu waspada,” katanya.

Taufiq menambahkan, BPBD Situbondo gencar melaksanakan kegiatan sosialisasi bencana alam ke desa-desa guna mengurangi risiko dampak bencana.

“Ada beberapa desa yang sudah kami bentuk desa tangguh bencana, seperti Desa Sumberkolak di Kecamatan Panarukan,” demikian Taufiq Hidayat. (mma)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending