Connect with us

Uncategorized

KPK Menggeledah Empat Lokasi di Kabupaten Malang

Published

on

KPK menggeledah empat lokasi di Kabupaten Malang terkait kasus penerimaan suap dan gratifikasi oleh Bupati Malang Rendra Kresna.

Jatimraya.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah empat lokasi di Kabupaten Malang terkait kasus penerimaan suap dan gratifikasi oleh Bupati Malang Rendra Kresna.

“Hari ini dilakukan penggeledahan di empat lokasi lain di Malang, yaitu kantor Dinas Pariwisata, ULP (Unit Layanan Pengadaan), Dinas Kesehatan, dan Dinas Peternakan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Dari empat lokasi itu, KPK menyita barang bukti elektronik dan dokumen-dokumen terkait proyek.

Untuk diketahui, KPK pada Kamis telah mengumumkan Rendra Kresna sebagai tersangka menerima suap dan gratifikasi.

Sebelumnya, KPK juga telah menggeledah di 22 lokasi di Kabupaten Malang sejak Senin (8/10) sampai Kamis (11/10).

Ke-22 lokasi itu antara lain pendopo Bupati Malang, kantor dan rumah swasta, rumah PNS, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bapenda, PUPR Kabupaten Malang, BUP, Dinas Bina Marga dan Dinas Ketahanan Pangan.

Selanjutnya, rumah Dinas Bupati, Dinas Sosial, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian, rumah saksi (Kepala Bidang di Dinas Bina Marga) serta kantor KorwiI Jatim Partai NasDem.

Dari sejumlah lokasi penggeledahan itu, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik dan sejumlah uang, yaitu di rumah dinas Bupati 15 ribu dolar Singapura, kantor Bina Marga Rp305 juta dan rumah salah satu Kepala Bidang Rp18,95 juta.

Dalam perkara suap, tersangka Rendra diduga menerima suap dari tersangka Ali Murtopo dari pihak swasta sekitar Rp3,45 miliar terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendid|kan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2011.

Sementara dalam perkara gratifikasi, Rendra Kresna selaku Bupati Malang dua periode 2010 2015 dan periode 2016-2021 bersama-sama Eryk Armando Talla dari pihak swasta diduga menerima gratifikasi yang dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sebagai Bupati Malang setidak-tidaknya sampai saat ini sekitar total Rp3,55 miliar.

Penerimaan gratifikasi oleh Rendra dan Eryk diduga terkait dengan proyek di sejumlah dinas di Kabupaten Malang, Jawa Timur. (ben)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uncategorized

REPUTASI ANDA BURUK? BEGINI CARA MEMPERBAIKINYA

Published

on

Reputasi harus dibangun dalam waktu bertahun-tahun agar mampu menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat, diamati dan dinilai oleh khalayak publik.

Oleh : Budi Purnomo Karjodiharjo

MANUSIA memang merupakan sebuah tempat salah dan lupa, terkadang memang kesalahan tersebut terjadi dengan tanpa disengaja dan tanpa memiliki maksud dan niat untuk menyinggung atau menyakiti hati orang lain.

Namun, hal inilah yang bisa membuat citra diri kita menjadi buruh entah itu kesalahan yang kita buat apapun alasannya.

Misalnya akibat kesalahan kecil yang kita sendiri sebenarnya tidak disengaja, reputasi diri kita yang sudah di bangun bertahun-tahun akan rusak seketika.

Tentu dengan adanya krisis, reputasi yang buruk akan merusak hubungan Anda, dan bisa mengancam dan menghancurkan karir pribadi Anda.

Hal ini tentu akan sangat berdampak serius pada diri dan bahkan bisa mengubah cara pandang Anda terhadap kehidupan.

Mengetahui cara yang benar dan tepat dalam memperbaiki reputasi merupakan sebuah kunci utama jika Anda ingin mengubahnya menjadi lebih baik seperti semula.

Berikut ini merupakan beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki dan memulihkan reputasi diri Anda yang sudah terlanjur rusak.

1. Meminta Saran

Mintalah saran atau pendapat dari orang ke dua ataupun teman terpercaya yang bisa memberikan sudut pandang seimbang, bahwasanya masih belum yakin dengan apa yang terjadi dan siapa yang salah dalam hal ini.

Anda juga bisa melakukan atau meminta penilaian kepada mereka dari yang telah Anda lakukan hingga situasi ini terjadi, dan mintalan penilaian kepada mereka bagaimana cara untuk memperbaiki.

Tentu sudut padang mereka dapat menawarkan prespektif bagi anda mengenai kepribadian Anda sendiri, serta masalah yang Anda hadapi dan juga sara untuk membangun reputasi yang sudah hancur tersebut.

2. Pelajari Situasi

Sebelum Anda melakukan sesuatu, Anda harus tahu apa yang sebenarnya Anda hadapai, perhatikan dengan teliti dan rasakan bagian mana dalam hidup Anda yang terkenal dampak buruk tersebut.

Setelah itu, lihatlah seberapa serius kerusakannya dan peran apa saja yang mungkin sudah dilakukan atau dimainkan. Tentu Anda tidak boleh langsung mengambil kesimpulan tanpa melihat situasi dari prespektif orang lain terlebih dahulu

3. Meminimalkan Kerusakan Awal yang Ada

Jika Anda merasa bahwa reputasi ini membutuhkan perbaikan, maka Anda harus memulainya secepat dan segera mungkin.

Meminimalkan kerusakan awal tentu akan membantu menghilangkan hambatan yang agar bisa kembali ke jalur yang sama.

Mulailah untuk menghancurkan atau menghilangkan elemen yang membuat reputasi Anda buru, lalu pikirkan atau daftar tuliskan tindakan apa saja yang sekiranya akan membantu Anda untuk memperbaiki reputasi tersebut.

4. Minimalkan Kesalahpahaman yang Terjadi

Dalam beberapa kasus yang terjadi biasanya timbul karena kesalahpahaman yang ada. Mulai dari gosip, kebohongan ataupun juga informasi tertentu yang kebenarannya belum bisa diatasikan.

Jika Anda tidak merasa bersalah atas kasus yang dikenakan terhadap Anda, mulailah mengontrol keadaan ini dengan membereskan kesalahpahaman yang terjadi.

Anda bisa secara langsung mendekati orang-orang yang telah menyebarkan gosip tadi, lalu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dan mintalah mereka untuk berhenti melakukan hal ini.

5. Tebarkan sikap positif

Dengan kerja kejujuran, keras, dan komunikasi di awal, sekarang saatnya untuk memulai tahap selanjutnya yaitu dari rencana perbaikan reputasi Anda.

Hancurkan kondisi negatif yang terjadi ini dengan menebarkan sikap positif yang lebih.

Pertimbangkan caranya dengan matang-matang, baik itu besar maupun kecil, Anda bisa menjadi sosok yang menggembirakan di mata orang lain.

Anda bisa melakukannya dengan menunjukkan rasa memberikan pujian yang tulus, terimakasih, menolong sesama, dan melakukan hal-hal baik lainnya secara sukarela.

(*) Budi Purnomo S.IKom, M.IKom adalah praktisi media dan komunikasi.

Budi Purnomo S.IKom, M.IKom, pernah memimpin Media Center sejumlah tokoh nasional, dan berpengalamaan menangani masalah krisis citra, persepsi publik, dan reputasi : baik korporasi swasta, perusahaan publik, maupun BUMN. Tulisan-tulisannya seputar manajemen reputasi dan restorasi citra bisa dilihat di blog Budipurnomo.com

Kini, Budi bersama tim Rep+ (Reputasi Plus) – Media Restoration Agency, dan tim Master SEO Indonesia,  menyediakan waktu untuk membantu personal dan korporasi/instansi yang menghadapi masalah komunikasi dengan pendekatan Crisis Management (CM),  Cyber Public Relations (CPR), Online Reputation Management (ORM), dan Image Restoration Theory (IRT).


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Uncategorized

Kemendag Tekankan Pentingnya Pendataan Kebutuhan Beras

Published

on

Kemendag menekankan pentingnya pendataan kebutuhan beras di seluruh wilayah Indonesia, yang nantinya bisa dipergunakan sebagai basis pengambilan kebijakan pangan dalam negeri.

Jatimraya.com, Kota Batu – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menekankan pentingnya pendataan kebutuhan beras di seluruh wilayah Indonesia, yang nantinya bisa dipergunakan sebagai basis pengambilan kebijakan pangan dalam negeri.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa pendataan tersebut saat ini tengah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang diharapkan menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan kedepan.

“Data harus satu, dari BPS. Berapa banyak stok, berapa proyeksi produksi beras, termasuk kebutuhan konsumsi masyarakat,” kata Enggartiasto, kepada ANTARA, di Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (3/10/2019) malam.

Berdasarkan data BPS, pada September 2019, terjadi deflasi sebesar 0,27 persen. Meskipun mengalami deflasi, kelompok padi-padian dan umbi-umbian mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,01 persen.

Pada bulan yang sama, harga beras kualitas medium di tingkat penggilingan juga tercatat mengalami kenaikan 0,84 persen menjadi Rp9.301 per kilogram. Selain itu, beras premium juga naik 0,67 persen, dan beras kualitas rendah sebesar 1,02 persen.

“Saya belum bisa mengambil kebijakan, karena data dan proyeksi harus ada,” ujar Enggartiasto.

Dalam upaya untuk menjaga pasokan dan menjaga daya beli masyarakat, Kementerian Perdagangan sesungguhnya telah meminta Perum Bulog untuk memasok beras medium ke pedagang yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan HET Beras, menyebutkan bahwa HET beras medium ditetapkan sebesar Rp9.450 per kilogram untuk wilayah Jawa, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, lampung, dan Sumatera Selatan.

Baca juga: Pengamat nilai stok Bulog belum mampu tahan kenaikan harga beras

Sementara wilayah Sumatera selain Sumatera Selatan, dan Lampung, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur HET ditetapkan Rp9.950 per kilogram, dan di Maluku serta Papua sebesar Rp10.250 per kilogram.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga rata-rata beras medium kualitas II pada 3 Oktober 2019, tercatat mencapai Rp11.650 per kilogram, dan beras medium kualitas I sebesar Rp11.750 per kilogram, atau berada jauh lebih tinggi dibanding HET yang telah ditetapkan.

“Beras medium harus selalu ada, karena, dengan adanya beras tersebut di pasar, maka masyarakat yang berpenghasilan rendah akan memperoleh beras dengan harga terjangkau,” tutup Enggartiasto. (vif)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Uncategorized

Polrestabes Hentikan Truk Diduga Angkut Kayu Meranti Selundupan

Published

on

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menghentikan salah satu truk yang diduga mengangkut kayu meranti selundupan asal Kalimantan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (3/9/2019).

Jatimraya.com, Surabaya – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menghentikan salah satu truk yang diduga mengangkut kayu meranti selundupan asal Kalimantan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (3/9/2019).

Kepala Unit Pidana Ekonomi Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Teguh Setiawan di Surabaya mengatakan, kayu meranti olahan asal Pulau Kalimantan itu dikirim menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Salah satu truk kontainer yang memuat kayu diduga ilegal itu kami hentikan saat keluar dari sebuah depo kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan memuat 17 meter kubik atau 857 batang kayu meranti olahan,” ungkap Teguh kepada wartawan.

Ia mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan dokumennya ternyata bermasalah, yakni Surat Keterangan Sah Hasil Kayu atau SKSHK dari kayu-kayu tidak sesuai..

“Dokumen yang dimaksud adalah SKSHK yang menunjukan masa berlaku antara tanggal 5 hingga 7 Agustus 2019. Dokumen yang sudah mati masa berlakunya masih digunakan sebagai pelengkap dokumen jalan. Tentu itu melanggar aturan,” ujarnya.

Teguh mengatakan, sebenarnya ada tiga truk kontainer milik perusahaan ekspedisi CV ALG yang mengangkut kayu-kayu diduga ilegal tersebut keluar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan diketahui dibawa menuju ke wilayah Provinsi Bali.

“Dua truk kontainer lainnya diinformasikan sudah sampai di Bali, dan Polisi telah mengantongi identitas pemilik kayu, yaitu Koperasi Indoprima dan CV Tiga Putri Barito Indah, yang berpusat di Pulau Kalimantan,” tuturnya.

Sementara itu, sampai kini Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk kontainer, serta dari pihak ekspedisi CV ALG.

“Selanjutnya kami akan memanggil pemilik kayu dari Koperasi Indoprima dan CV Tiga Putri Barito Indah,” ucap Teguh. (ami)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending