Connect with us

MOJOKERTO

Keluhan Ekonomi Siti Aminah, Taman dan Razak pada Sandiaga Uno

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat menyapa para warga di Mojokerto, Jawa Timur pada Senin (22/10/2018).

Jatimraya.com, Mojokerto – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno kembali dihadapkan sejumlah permasalahan yang dialami warga. Enteng saja, Sandi-sapaan Sandiaga Salahudin Uno; hanya membalas keluhan warga dengan tebak-tebakan khasnya.

Pertanyaan itu dilontarkan Sandi ketika bertemu dengan Siti Aminah, seorang penjual ayam panggang di Pasar Brangkal, Jalan Raya Pasar Kedung, Mojokerto, Jawa Timur pada Senin (22/10/2018).

Siti Aminah mengaku resah dengan nasib anaknya saat ini. Pasalnya, walau keluarganya termasuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH), anaknya tidak dapat meneruskan pendidikan lantaran terbentur biaya sekolah.

Selain itu, adanya makelar dalam perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) membuat anaknya yang termasuk kategori pra sejahtera seperti dirinya tidak memiliki kesempatan.

“Sekarang mau jadi pegawai ada uangnya (biaya), anak orang tak punya tak bisa jadi pegawai. anak saya tak bisa bayar sekolah, padahal ada PKH. kalau bapak jadi, jangan janji2 melulu, pendidikan, ekonomi, lapangan kerja, mengapa sekarang banyak pengangguran,” keluh Siti.

Menanggapi keluhan Siti, Sandiaga mengaku tidak ingin menebar janji palsu. Karena dirinya termasuk seorang yang sulit berjanji, apalagi terkait kesejahteraan rakyat.

“Memang sekarang banyak kampanye menebar janji. tahu nggak bedanya Pilpres sama pil KB, kalau pil KB lupa kalau jadi, kalau Pilpres kalau jadi lupa,” ungkap Sandi dalam siaran tertulis pada Senin (22/10/2018).

“Saya orang yang hati-hati berjanji, karena kalau lupa, nanti ditagihnya di akhirat. saya janji lapangan kerja dibuka buat seluruh anak bangsa, nggak usah pakai duit. Insya Allah harga semua sembako stabil dan terjangkau, biaya listrik dan BBM terjangkau. Itu janji kami,” tambahnya.

Selain Siti, keluhan turut dilontarkan salah satu pengunjung Pasar Brangkal, Rozak. Dirinya mempertanyakan langkah nyata program One Kecamatan One Center for Enterpreneurship (OK Oce) yang diunggulkan Sandi.

“Langkah kongkrit program OK Oce seperti apa, karena saya lihat saat ini generasi milenial menjauhi dunia usaha, yang banyak justru kelompok-kelompok China,” tanya Rozak.

Tersenyum simpul, Sandi memaparkan Program Ok Oce yang kini telah sukses berjalan di Ibu Kota. Program kewirausahaan itu dijelaskannya menjadi bekal kalangan muda untuk menjadi wirausahawan mandiri.

“Oke Oce itu satu kabupaten atau kota kami bangun pusat wirausaha. anak-anak milenial kami ingin menjadi pemain. pasar kita sekarang besar, selama ini usaha-usaha itu tak dimiliki anak bangsa. nah oke oce bagian dari ekonomi kerakyatan Prabowo-Sandi,” ungkap Sandi.

“Kami akan berikan pelatihan, pendampingan, kemudahan perizinan, pemasaran, pengelolaan keuangan, kemudahan akses modal supaya generasi milenial bisa membuka lapangan kerja,” tambahnya.

Sementara, seorang petani Tebu Mojokerto, Taman mengeluhkan soal impor gula dan garam. Sehingga nasib para petani gula seperti dirinya kian tergerus dengan murahnya gula impor dan industri besar.

“Saat ini terlalu banyak impor. kami mohon impor gula, garam ditelusuri,” ungkap Taman.

Mendengar kesaksian Taman, Sandi mengerutkan dahi. Dirinya mengakui jika sejumlah komoditas pokok seperti gula dan beras masih dikuasai kartel saat ini.

Oleh karena itu, dirinya maupun Prabowo sepakat bakal menghadirkan pemerintahan yang kuat, tidak terpangaruh dengan tekanan kartel atau mafia ekonomi.

“Ekonomi kita banyak dikuasai mafia pangan, ada kartel yang akhirnya mendorong kebijakan kita mengandalkan impor. kami akan hadirkan pemerintahan yang kuat dan pola kepemimpinan yang tegas. kalau pemimpinnya tegas, bilang enggak, kita mau memajukan petani. kami akan berpihak ke petani, nelayan yang selama ini terhantam barang impor. lindungi pasar kita dari pasar impor,” ungkap Sandi.

“Mohon doanya pak, Prabowo-Sandi tak disukai sama pemodal-pemodal besar, tak disukai sama ekonomi-ekonomi yang selama ini memanjakan kita,” tutupnya memohon doa. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

MOJOKERTO

Mojokerto Targetkan Predikat Swastisaba Wiwerda KKS 2019

Published

on

Wakil Bupati,Pungkasiadi saat menerima hasil Verifikasi Lapangan Tim Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2019.

Jatimraya.com, Mojokerto – Kabupaten Mojokerto Jawa Timur menargetkan bisa meraih predikat Swastisaba Wiwerda sebagai Kabupaten atau Kota Sehat (KKS) 2019, menyusul telah dilakukannya verifikasi lapangan di kabupaten setempat.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Rabu (4/9/2019), di Mojokerto mengatakan, terdapat dua tatanan baru yang dimasukkan dalam KKS 2019 yakni tatanan kawasan pariwisata sehat, dan tatanan kehidupan sosial yang sehat.

“Terkait usulan tambahan tatanan ke 5 yakni pertanian dan ketahanan pangan, kami menyatakan bahwa sudah ada Perda dan Perbup yang mengatur hal tersebut,” katanya di sela menerima kunjungan tim verifikasi lapangan.

Sebelumnya pihaknya diminta untuk mengisi seminar tentang Kerajaan Majapahit yang di dalam salah satu materinya mengangkat tentang kearifan lokal Majapahit dari sisi agraris.

“Misalnya tanggal pasaran bercocok tanam dan sebagainya,” katanya.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih pada seluruh tim verifikasi lapangan yang sudah mengevaluasi.

“Kami harap bisa meninggalkan kesan yang baik di Kabupaten Mojokerto,” katanya.

Sementara itu, ketua tim verifikasi lapangan KKS 2019, Sofwan, mengatakan jika Kabupaten Mojokerto sudah sangat matang dalam 4 tatanan pelaksanaan Kabupaten Sehat 2019.

“Kami sarankan tahun selanjutnya bisa nambah satu tatanan lagi, pasti lebih bagus. Tatanan pertanian dan ketahanan pangan saya rasa akan makin melengkapi,” katanya.

Ia mengatakan, sebenarnya 5 tatanan saja sudah baik, karena srateginya disitu mengingat potensi terbaik di Kabupaten Mojokerto adalah adalah pariwisatanya.

“Kami juga menegaskan ODF (Open Defication Free) wajib dipenuhi. Karena kalau tidak, penghargaan tidak akan bisa kami berikan,” katanya. (ias)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MOJOKERTO

Pemkab Mojokerto Dorong Siswa Kenali Potensi Wisata Daerah

Published

on

Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi saat sarasehan promosi wisata untuk dunia edukasi yang dihadiri kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Mojokerto, yang diadakan Disparpora Kabupaten Mojokerto, di Ubalan Waterpark Pacet, Rabu (28/8/2019).

Jatimray.com, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mendorong supaya para siswa mengenali potensi wisata yang ada di daerahnya dan menjadi program edukasi wajib bagi pelajar.

“Saya selalu pesan bahwa wisata harus dikenal dulu di kalangan sendiri. Anak-anak juga harus kenal dengan potensi daerahnya. Kalau bisa ini jadi program wajib di sekolah,” kata Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi saat sarasehan promosi wisata untuk dunia edukasi yang dihadiri kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Mojokerto, yang diadakan Disparpora Kabupaten Mojokerto, di Ubalan Waterpark Pacet, Rabu (28/8/2019).

Pihaknya berpesan kepada kepala sekolah, kalau mau mengenalkan wisata ke peserta didik, pemerintah kabupaten siap memfasilitasi.

“Kami ada dua unit bus sebagai akomodasi yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga membahas beberapa wisata andalan Kabupaten Mokokerto yang layak dikunjungi dan dipromosikan seperti Petirtaan Jolotundo, Kampung Organik Brenjonk, Taman Ghanjaran, dan Padusan.

Menurutnya juga tiap lokasi wisata punya keunikannya masing-masing.

“Ada histori dan sisi edukasi di dalamnya. Mulai sejarah, kebudayaan, religi, eduwisata berbasis alam, dan banyak opsi lagi,” ujarnya.

Ditambah Kabupaten Mojokerto punya banyak kesempatan emas, mempromosikan wisata di kegiatan-kegiatan besar.

“Kebetulan tanggal 29 Agustus besok, saya dan rombongan akan presentasi di Jakarta tentang kebudayaan dan kearifan lokal Majapahit. Baik benda, maupun non benda. Saya minta doa agar kebudayaan kita khususnya Majapahit, makin dikenal baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

Tak lupa dirinya berpromosi kegiatan budaya Kabupaten Mojokerto yang akan digelar sebentar lagi, di antaranya Ruwat Agung Nuswantoro, yang difokuskan di dua lokasi yakni Trowulan dan Troloyo.

“Kegiatan tersebut rencananya digelar selama dua hari di Pendopo Agung, dan dua hari lagi di Troloyo,” ucapnya. (ist)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MOJOKERTO

Kota Mojokerto Dapat Penghargaan Kota Layak Anak 2019

Published

on

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (kiri) menunjukkan penghargaan Kota Layak Anak 2019 yang diterima kotanya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Makassar, Selasa (23/7/2019).

Jatimraya.com, Mojokerto – Kota Mojokerto mendapat penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2019 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/7/2019) malam.

Penghargaan diterima Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise.

Selain menerima penghargaan KLA Madya pada tahun ini, Kota Mojokerto juga mendapat apresiasi berupa penghargaan atas Pelopor Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Tahun 2019 yaitu Alun-alun Kota Mojokerto.

Ning Ita, sapaan wali kota berterima kasih atas kerja keras semua pihak baik dari organisasi perangkat daerah, masyarakat dan juga pelaku usaha atas kolaborasinya dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak sehingga Pemkot Mojokerto menerima penghargaan KLA Madya dan Pelopor Ruang Bermain Ramah Anak.

“Anak-anak adalah calon pemimpin masa depan. Untuk itu agar kelak menjadi pemimpin yang baik, kita harus memberikan pendidikan dan fasilitas yang baik untuk anak-anak,” kata Ning Ita.

Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny N. Rosalin mengatakan bahwa penerima penghargaan KLA 2019 meningkat 40 persen dari tahun sebelumnya.

“Penerima penghargaan KLA dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Angka penerima KLA tahun ini meningkat 40 persen dibanding tahun 2018, Tahun lalu jumlah kabupaten kota yang meraih penghargaan hanya 177 kabupaten/kota,” kata Lenny.

Lenny menyampaikan, selain penganugerahan kota layak anak, Kementerian PPPA juga meluncurkan model gereja layak anak dan deklarasi jurnalis kawan anak.

“Kita telah luncurkan masjid layak anak, malam ini akan ada model gereja layak anak, selain itu kita juga mendeklarasikan jurnalis kawan anak, kita berharap bisa mewujudkan Indonesia Layak Anak di tahun 2030,” ucap Lenny.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise kembali menekankan pentingnya Kota layak Anak di seluruh wilayah Tanah Air.

Menurutnya anak berhak tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pemerintah daerah juga berkewajiban dan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan perlindungan anak melalui pembentukan Kabupaten/Kota layak anak.

“Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan kewajiban kita semua, mari kita berikan yang terbaik bagi 80 juta anak Indonesia. Mereka adalah generasi penerus bangsa kita ke depan. Mari wujudkan Indonesia layak anak tahun 2030,” kata Yohana Yembise.

Sebanyak 247 kabupaten/kota tercatat memperoleh penghargaan kota layak anak (KLA). Ke-247 tersebut mendapatkan penghargaan untuk 5 kategori tingkatan yakni KLA Pratama, KLA Muda, KLA Nindya, KLA Madya dan KLA Utama.

Dalam gelaran acara tersebut para tamu undangan disuguhkan tarian khas kota anging mammiri yang dibawakan oleh pelajar SMP dan SMA se-kota Makassar. Selain itu pembacaan doa juga dibawakan oleh anak-anak perwakilan dari lima Agama yakni Islam, Khatolik, Protestan, Budha dan Hindu. (wil)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending