Connect with us

TRENGGALEK

Hujan Sehari, Trenggalek Dilanda Banjir dan Longsor

Published

on

Banjir dan longsor dilaporkan terjadi sporadis di sejumlah daerah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (6/11/2018).

Jatimraya.com, Trenggalek – Banjir dan longsor dilaporkan terjadi sporadis di sejumlah daerah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (6/11/2018)., akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut hampir seharian, sejak Senin (5/11/2018) petang hingga Selasa pagi (6/11/2018).

Kendati tidak ada korban jiwa maupun rumah rusak, aktivitas warga sempat terganggu karena banjir bandang yang masuk ke permukiman warga dan jalan raya tingginya mencapai betis orang dewasa. Beberapa ruas jalan juga mengalami kerusakan terdampak longsor.

“Air sungai memang sempat meluber hingga ke jalan raya di Kota Kecamatan Munjungan tadi pagi. Dampak hujan semalaman yang membuat sungai meluap, ditambah banyak sampah yang menyumbat aliran. Tapi, air cepat surut dan aktivitas warga normal,” kata Camat Munjungan Rudijanto dikonfirmasi melalui telepon.

Ia memastikan tidak ada situasi kedaruratan diberlakukan di wilayah Munjungan. Meskipun ada beberapa titik longsor kecil di beberapa area sekitar permukiman dan jalur utama Kampak-Munjungan, namun tak ada kerusakan serius.

“Semua sudah normal, hanya seharian ini suplai listrik di Munjungan mengalami pemadaman total. Besok kami akan lakukan kerja bakti dan perbaikan di ruas jalur Kampak-Munjungan yang sempat ada titik gerusan di area fondasi jalur letter S yang sebelumnya memang sudah mulai terkikis,” ujarnya.

Selain di Munjungan, banjir juga sempat melanda wilayah Kecamatan Panggul. Luapan air sungai dilaporkan sempat mencapai ketinggian sekitar 30 centimeter di ruas jalan nasional Trenggalek-Pacitan, tepatnya di ruas jalan Desa Wonocoyo.

Akibatnya, arus lalu lintas di jalan nasional tersebut terganggu beberapa jam. Kendaraan baru bisa melintas lagi setelah air bah yang menggenang dari aliran sungai berangsur surut menjelang siang.

“Sudah surut. Daerah itu memang menjadi langganan banjir karena aliran sungai yang berhimpit dengan permukiman. Hujan mengguyur semalaman membuat aliran air dari gunung meluber ke jalan dan menyebabkan banjir bandang,” tutur Bambang, warga Panggul.

Tak hanya banjir di Munjungan dan Panggul, longsor juga terpantau terjadi di jalan raya antarkecamatan di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, mengakibatkan tepi badan jalan ambrol terseret longsor di bagian tebing jalan.

Kondisi itu memang tidak sampai mengganggu akses lalu lintas, namun karena muncul retakan, warga dan petugas memasang tanda pengaman untuk mengantisipasi kerusakan susulan.

“Untung saja saat longsor situasi lalu lintas relatif sepi, sehingga tidak mengakibatkan kecelakaan,” kata Sutrisno, warga Desa Ngadimulyo, Kampak.

Anggota Polsek Kampak Aiptu Sukirno menambahkan, selain di lokasi itu, di desa yang sama dengan jarak sekitar 600 meter ke arah Kecamatan Munjungan juga ada tanah longsor dari tebing dan menimpa tiga rumah milik warga.

Kendati demikian, hal tersebut tidak terlalu berisiko, sebab longsoran masih bertaraf kecil dan sudah dibersihkan oleh petugas.

“Semoga saja tidak terjadi bencana lagi, mengingat saat ini memasuki musim hujan,” ujar Sukirno. (dhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TRENGGALEK

KPK Evaluasi Program Pengetahuan Korupsi Terintegrasi di Trenggalek

Published

on

KPK melakukan monitoring dan evaluasi program pencegahan korupsi terintegrasi di Kabupaten Trenggalek, Senin (16/9/2019).

Jatimraya.com, Trenggalek – Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan monitoring dan evaluasi program pencegahan korupsi terintegrasi di Kabupaten Trenggalek, Senin (16/9/2019).

Kedatangan tim Korsupgah KPK ini dipimpin oleh Kasatgas Pencegahan Korwil VI KPK, Arief Nurcahyo.

Acara digelar di gedung Bawarasa lantai dua, kegiatan monitoring dan evaluasi ini dihadiri oleh Plh Bupati Trenggalek Joko Irianto, Kepala Inspektorat Bambang Agus Setiadji, dan beberapa pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Humas Pemkab Trenggalek menjelaskan, monitoring tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan KPK fokus perkembangan rencana aksi yang telah dilakukan oleh Pemkab Trenggalek sebagai bentuk upaya pencegahan tindak pidana korupsi secara terintegrasi di daerahnya.

Ada delapan fokus area yang dimonitor dan dievaluasi, mulai dari perencanaan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, manajemen ASN, kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), tata kelola dana desa, manajemen aset daerah dan optimalisasi pendapatan daerah.

“Kegiatan kami ini yang ketiga kalinya di Trenggalek, sebagai tindak lanjut dari komitmen bersama yang ditanda tangani oleh Gubernur Jatim dan seluruh Kepala Daerah di Jawa Timur di bulan April lalu,” kata Kasatgas Pencegahan Korwil VI Arief Nurcahyo.

Arief menambahkan, tim Korsupgah KPK ingin memastikan bahwa pemerintah daerah serius untuk melaksanakan komitmen tersebut.

Ada beberapa area di antaranya integrasi “e-budgeting”, transparansi di pengadaan barang dan jasa, transparansi di perizinan, manajemen tata kelola ASN, peningkatan kapasitas APIP, optimalisasi pendapatan daerah, tata kelola dana desa dan yang terakhir pengelolaan aset.

“Intinya ada transparansi dari pengelolaan-pengelolaan tersebut,” tegasnya.

Kami berharap di Pemerintah Kabupaten Trenggalek ini progresnya semakin kelihatan, karena semua itu sudah bisa diukur dengan beberapa indikator. “Intinya harus ada komunikasi antar SKPD dengan diawasi oleh Inspektorat,” kata Koordinator Pencegahan Wilayah VI KPK ini.

Dengan adanya sinergi antara Inspektorat dengan SKPD dan Inspektorat dengan Bupati, harapannya komitmen ini bisa berjalan dengan baik.

Diharapkan oleh Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan KPK ini, ada peningkatan kerjasama antara SKPD terkait dengan Inspektorat.

Selain itu juga diharapkan ada komitmen Kepala Daerah atau Bupati untuk menindaklanjuti hal-hal yang belum bisa tercapai, baik mengenai ketersediaan anggaran, jumlah aparaturnya maupun kesiapan infrastruktur dan struktur yang ada di Pemerintah Trenggalek.

“Yang paling inti, harus ada dukungan dari kepala daerah (komitmen dari pimpinan, perbaikan tata kelola sistem informasi pemerintahan dan penguatan SDM), tanpa itu semua semua ini tidak akan berjalan, tandasnya.

Pada kesempatan itu, Plh. Bupati Trenggalek Joko Irianto menyambut baik upaya pencegahan yang dilakukan oleh tim Korsupgah KPK di Trenggalek.

Menurutnya hal ini dapat mendorong terciptanya “clean government dan good governance” di Kabupaten Trenggalek.

“Saya berharap rekomendasi-rekomendasi yang diberikan oleh tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan KPK, ditindak lanjuti sehingga ‘good and clean government’ itu bisa terwujud,” ujarnya.

Joko Irianto menegaskan kepada jajarannya, bahwa dalam pembahasan banyak sekali masukan-masukan yang disampaikan oleh tim KPK. Termasuk potensi penyimpangan akibat adanya kesalahan komunikasi dan sebagainya.

“Saya harapkan semua itu bisa segera ditindak lanjuti oleh OPD terkait,” katanya. (dhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TRENGGALEK

Bupati Minta Masyarakat Pesisir Trenggalek Bersiap Sambut Era Baru

Published

on

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin Menghadiri kegiatan Labuh Laut Pantai Cengkrong, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Minggu.

Jatimraya.com, Trenggalek – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin mengajak masyarakat di pesisir Watulimo mempersiapkan diri menyambut era baru saat menghadiri kegiatan Labuh Laut Pantai Cengkrong, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Minggu (1/9/2019).

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin di Trenggalek, Minggu (1/9/2019), mengatakan posisi Watulimo diuntungkan dengan tersambungnya jalan Watulimo, Munjungan, dan Panggul.

Di sisi timur, katanya, tahun depan juga tersambung dengan Popoh. Pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran Rp 800 miliar untuk menyambungkan Prigi dengan Popoh, Tulungagung.

“Watulimo itu seringnya banyak ditempuh dari jalur Durenan lalu masuk ke Tulungagung dulu baru ke Watulimo,” kata suami Novita Hardini itu.

Ia mengatakan dengan akan tersambungnya wilayah Munjungan dan Panggul serta Popoh di sisi timur, artinya wisatawan tidak harus melalui jalan yang sebelumnya. Mereka tinggal menyusuri pesisir pantai-pantai itu dalam sekali jalan dan bisa sampai Watulimo.

“Kalau tidak mempersiapkan diri maka wisatawan tidak masuk ke Watulimo justru akan keluar Watulimo,” ujarnya.

Ia juga menyinggung permasalahan sampah dan minimnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya.

Mereka yang berwisata ke pantai, katanya, tentunya ingin menikmati keindahan alam, namun kalau pantainya kotor tentunya mereka akan menjadi enggan berkunjung dan memilih tempat wisata lain, seperti beberapa pantai di Munjungan atau Tulungagung.

Mas Ipin meminta kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan itu karena hasilnya juga mereka yang menikmati.

“Jangan sampai nanti sesudah tersambung wisatawan yang biasa berkunjung di tempat kita justru keluar mencari referensi tempat lain,” katanya.

Selain masalah sampah, Mas Ipin juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menata tempat wisata, sebab saat ini banyak warung liar di bibir pantai sehingga terlihat tidak menarik.

Bupati Nur Arifin menginginkan bibir pantai itu bersih dari warung dan parkir kendaraan sehingga orang yang melintas bisa melihat langsung melihat pemandangan pantai dari kendaraan.

Hal ini, katanya, tentunya menjadi daya tarik tersendiri untuk kunjungan wisata.

Ia mengatakan tempat parkir dan warung ditata ulang di seberang jalan sehingga lebih rapi dan tidak menutupi pemandangan pantai.

Angan-angan Bupati Trenggalek Mas Ipin itu mendapatkan sambutan positif warga yang hadir dalam kegiatan Labuh Laut Pantai Cengkrong tersebut.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dalam malam tirakatan itu sedikit menjelaskan rangkaian prosesi hari jadi yang akan digelar pada Sabtu (31/8/2019).

Selain ada arak-arakan pusaka, dalam prosesi hari jadi itu juga ada tiga bagian penting, di antaranya purak (rebut) tumpeng, purak air dari sumber di 14 kecamatan di Trenggalek dan yang terakhir pembagian pupuk kepada masyarakat.

“Sengaja kita membagi pupuk kepada masyarakat, karena sebagian besar masyarakat di Trenggalek berprofesi sebagai petani,” tuturnya.

Dengan pembagian pupuk diharapkan selain meringankan petani, juga menjadi simbol pertanian di Trenggalek yang semakin baik dan masyarakat sejahtera. (dhs)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TRENGGALEK

Polisi Sempat Razia Balon Udara di Trenggalek

Published

on

Aparat Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur, sempat razia atau penyisiran ke pelosok desa dan lingkungan.

Jatimraya.com, Trenggalek – Aparat Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur, sempat razia atau penyisiran ke pelosok desa dan lingkungan setempat guna mencegah warga menerbangkan balon udara ke angkasa, karena berpotensi memicu kebakaran hutan/ladang, gangguan listrik, hingga membahayakan jalur penerbangan.

“Razia ini menindaklanjuti imbauan yang sudah kami sampaikan sejak sebulan lalu, baik melalui pamflet, media cetak, elektronik dan juga media sosial, bahwa tidak boleh lagi ada balon udara yang boleh diterbangkan. Karena berbahaya,” kata Kasat Binmas Polres Trenggalek AKP Suyono dikonfirmasi di sela pengamanan acara Lebaran Ketupat di Durenan, Trenggalek, Rabu (12/6/2019).

Sosialisasi larangan menerbangkan balon udara saat perayaan Lebaran Ketupat maupun saat Lebaran Idul Fitri sepekan sebelumnya sebenarnya cukup efektif.

Terbukti, volume balon udara yang terpantau terbang di angkasa sudah jauh berkurang.

Masih ada dalam jumlah belasan, namun prosentasenya diperkirakan tinggal 10-an persen dibanding 2-3 tahun sebelumnya di mana di wilayah Trenggalek saja jumlah balon yang mengudara dalam sehari saat hari “H” Lebaran mencapai ratusan.

“Masih ada yang nekat. Biasanya anak-anak yang mengudarakan sembunyi-sembunyi,” katanya.

Dia berharap razia yang dilakukan selama dua hari terkahir bersama jajaran Polsek efektif dalam memberi efek jera kepada masyarakat yang masih membandel.

Larangan penerbangan balon udara bukan tanpa alasan. Dalam beberapa kejadian sebelumnya, balon udara yang jatuh ke hutan/ladang berulangkali memicu kebakaran.

Demikian juga jika balon jatuh ke atap rumah atau bangunan lainnya. Api yang masih menyala di sisa sumbu bisa memicu kebakaran besar.

Balon yang jatuh ke jaringan PLN tegangan tinggi juga menyebabkan arus pendek yang kemudian memutus aliran listrik.

“Balon udara yang besar dan memiliki daya jelajah tinggi bahkan bisa masuk jalur penerbangan dan itu membahayakan pesawat yang melintas. Itu sebabnya sejak dua tahun terakhir penerbangan balon udara dilarang,” kata Suyono.

Ia berharap masyarakat semakin sadar dan proaktif membantu melakukan pencegahan agar balon udara tidak diterbangkan sembarangan. (des)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending