Connect with us

POLITIK

Sandiaga Disarankan Menginap dari Kampung ke Kampung

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat menghadiri Tabligh akbar, di Pondok Pesantren Musthafawiyah, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Senin (10/12/2018).

Jatimraya.com, Surabaya – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Anna Luthfie menyarankan calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menginap dan tinggal dari satu kampung ke kampung lain di Jawa Timur menjelang Pemilihan Presiden 2019.

“Mas Sandi seharusnya tinggal dan berkantor di sini agar bisa berkonsentrasi di Jatim. Kalau mau menang maka wajib hukumnya fokus di Jatim,” ujarnya ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (11/12/2018).

BACA JUGA : Diminta Bicara di Acara Maulid Nabi, Sandiaga Uno Bersholawat

Mantan anggota DPRD Jatim itu berharap pasangan Prabowo Subianto tersebut tidak tidur di hotel saat berkeliling Jatim, tapi beristirahat bersama warga di perkampungan agar lebih dekat dengan rakyat.

“Seperti menginap di kampung Osing Banyuwangi atau di kampung-kampung lainnya. Di sana juga bisa bertemu emak-emak, lalu tokoh-tokoh setempat, mulai dari pemuda, kiai, Muslimat, Aisiyah, PKK dan lainnya,” kata mantan Ketua Barisan Muda PAN Jatim tersebut.

Menurut politikus muda yang pernah menjabat Ketua Karang Taruna Jatim itu, Jatim memiliki wilayah luas, yakni 38 kabupaten/kota sehingga sangat potensial untuk meraup suara, terlebih jumlah daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 30 juta lebih pemilih.

Berdasarkan catatan Rekapitulasi DPT Hasil Perbaikan-2 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, jumlah pemilih total 30.912.994 orang, kemudian jumlah tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 130.012 unit.

“Jatim adalah kunci kemenangan. Jika menang maka berarti menang di Pemilihan Presiden mendatang,” ucap politikus yang kini maju sebagai caleg DPRD Jatim dapil 2 (Sidoarjo) tersebut.

Pemilihan Presiden yang diselenggarakan 17 April 2019 diikuti dua pasangan calon, yakni Joko Widodo-KH Ma`ruf Amin untuk nomor urut 01, kemudian nomor urut 02 adalah Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (fiq)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POLITIK

Sebenatnya Pancasila Lahir untuk Siapa, Apakah untuk Mereka yang Mengaku ‘Aku Pancasila

Published

on

1 Juni 1945 Hari Lahir Pancasila. Dok. bpip.go.id

JATIM RAYA – Debat kusir soal hari lahirnya pancasila terus bergema di setiap tanggal 1 Juni. Tok! Palu sudah diketok melalui Keppres No 24 Tahun 2016. Dan, setiap tanggal 1 Juni jadi hari libur nasional.

Kontroversi tak berhenti. Perdebatan terus mengisi kolom media. Medsos lebih ramai lagi. Antar pakar berdebat dan adu argumentasi. Masing-masing mempertahankan keyakinannya sendiri. Tak apa.

Namanya juga demokrasi. Tapi, keputusan tetap ada di tangan penguasa. Penguasa berhenti, bisa juga keputusan akan berganti. Bergantung siapa yang dekat dan lebih kuat dalam berargumentasi.

Penting gak penting soal kontroversi ini. Tapi, yang jauh lebih penting adalah menjawab pertanyaan: “kapan pancasila dilaksanakan?” Ini tentu menjadi substansi.

Sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Apakah perilaku dan sikap politik kita sudah menunjukkan sikap bertuhan?

Faktanya, sejumlah ormas keagamaan dimanfaatkan untuk saling serang dan menebar kebencian.

Satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lain tak jarang dibenturkan. Ini dilakukan demi nafsu politik dan kepentingan elit.

Pages: 1 2 3 4


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Pancasila 1 Juni 1945 adalah Bagian dari Proses Menuju Kelahiran Pancasila

Published

on

JATIM RAYA – Memaksakan deklarasi Hari Lahir Pancasila itu 1 Juni 1945 adalah menciptakan ruang perdebatan.

Pancasila yang dikenal dan diakui absah oleh anak-anak hingga orang dewasa baik yang berpendidikan TK hingga Guru Besar di Perguruan Tinggi adalah Pancasila dengan rumusan saat ini

Dengan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan sila kelima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Siapapun WNI yang tidak hafal akan rumusan ini akan “dikutuk” publik.

Lahir Pancasila adalah lahirnya Pancasila “sempurna” sebagaimana yang dirumuskan final yaitu rumusan yang ditetapkan tanggal 18 Agustus1945.

Bila mundur ke aspek historis, “kaum kebangsaan” bersikeras pada rumusan dan kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945

Maka “kaum Islam” akan bersikeras pada rumusan dan kelahiran Pancasila pada tanggal 22 Juni 1945 yang dikenal degan Piagam Jakarta.

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Kapitra Ampera Ungkap Tiga Alasan Kenapa Kapolri Tidak Bisa Tarik Firli Bahuri dari KPK

Published

on

JATIM RAYA – Politisi PDI Perjuangan DR Kapitra Ampera SH MH merespons soal permintaan Indonesia Corruption Watch (ICW) atau koalisi masyarakat sipil antikorupsi, pada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menarik Ketua KPK Firli Bahuri.

Pengaduan koalisi masyarakat antikorupsi yang meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menarik Ketua KPK Firli Bahuri kembali dan diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua KPK dinilai Kapitra salah besar.

“Statemen yang menyesatkan publik. ICW wajib banyak belajar Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru,” kata Kapitra, melalui keterangan tertulis, Jumat, 28 Mei 2021.

Kapitra menyebutkan, setidaknya ada tiga alasan mengapa Kapolri tidak memiliki kewenangan untuk menarik Firli Bahuri dari jabatan Ketua KPK.

Pertama, Firli sebagai Ketua KPK bukan jabatan penugasan tetapi jabatan yang didapat melalui pemilihan dengan selektifitas yang ketat.

Dan diuji kelayakan oleh DPR dan ditetapkan oleh Presiden, sama denngan pengangkatan Kapolri, Panglima TNI dan Hakim Agung.

Kedua, jabatan Ketua KPK bukan jabatan karir kepolisian tetapi jabatan Publik

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending