Connect with us

SIDOARJO

Penyuap Wali Kota Pasuruan Divonis Dua Tahun Penjara

Published

on

Terdakwa kasus dugaan pemberian suap Wali Kota Pasuruan, Setiyono.

Jatimraya.com, Sidoarjo – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya yang diketuai I Wayan Sosiawan menjatuhkan vonis bersalah kepada Direktur CV Mahadir, Muhamad Bagir, karena terbukti menyuap Wali Kota Pasuruan nonaktif Setiyono terkait proyek pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM).

“Mengadili, menghukum terdakwa Muhamad Bagir dengan pidana penjara selama dua tahun, denda lima puluh juta rupiah subsider dua bulan kurungan penjara,” katanya saat membacakan amar putusannya di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, Senin (25/2/2019).

Dalam amar putusan itu, hakim menilai hal-hal yang memberatkan adalah terdakwa tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas korupsi.

“Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa sopan saat menjalani sidang, masih ada tanggungan keluarga, kooperatif, berterus terang dan juga bukan sebagai `justice collaboration`,” katanya.

Dalam kasus ini, perbuatan Muhamad Bagir dianggap bertentangan dengan pasal 5 ayat (1) Jo Pasal 12 huruf a dan b UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 2009 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pada amar putusan itu, majelis hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan tidak memberikan potongan hukuman pada terdakwa Muhammad Bagir karena sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum

Kendati demikian, Jaksa KPK Ferdian Adi Nugroho masih menyatakan pikir pikir atas vonis hakim, begitu juga dengan penasihat hukum terdakwa Suryono Pane juga mengatakan masih pikir pikir.

“Kami masih pikir pikir yang mulia,” katanya.

Kasus suap ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK, Kamis (4/10/2018) lalu. Saat itu KPK terlebih dahulu menangkap keponakan Wali Kota Pasuruan yakni Hendriyanto Heru Prabowo alias Hendrik saat akan menyerahkan uang suap dari terdakwa Muhamad Baqir ke Walikota Setiyono.

Setelah dilakukan pengembangan, KPK akhirnya menetapkan beberapa tersangka lain. Mereka di antaranya Wali Kota Pasuruan Setiyono, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Pemerintahan Kota Pasuruan Dwi Fitri Nurcahyo, tenaga honorer di Kelurahan Purutrejo, Wahyu Tri Hardianto.

KPK menetapkan mereka sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan tahun anggaran 2018, salah satunya belanja gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkot Pasuruan.

Proyek di Pemkot Pasuruan diatur oleh wali kota melalui tiga orang dekatnya yang disebut trio kwek kwek, dan ada kesepakaan pungutan rata-rata antara 5 sampai 7 persen untuk proyek bangunan dan pengairan.

Sedangkan dari proyek PLUT-KUMKM, Wali Kota Setiyono mendapat pungutan sebesar 10 persen dari nilai HPS yakni sebesar Rp2.297.464.000 ditambah 1 persen untuk pokja. Pemberian dilakukan secara bertahap.

Pemberian pertama terjadi pada tanggal 24 Agustus 2018, Muhamad Baqir menstransfer kepada Wahyu Tri Hardianto sebesar Rp20 juta atau 1 persen untuk Pokja sebagai tanda jadi. Kemudian pada 4 September 2018 CV Mahadir ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp2.210.266.000.

Kemudian 7 September 2018, setelah ditetapkan sebagai pemenang, Muhamad Baqir setor tunai kepada wali kota melalui pihak-pihak perantaranya sebesar 5 persen atau kurang lebih Rp115 juta. Sisa komitmen fee lainnya akan diberikan setelah uang muka termin pertama cair. (dra)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SIDOARJO

Warga Sidoarjo, Juara Tiga Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2020

Published

on

Peserta KDI 2020 asal Sidoarjo, Muhammad Abdul Wahid masuk juara ketiga dengan jumlah sms 27 ribu. (Foto: Instagram @kdiofficial)

Jatimraya.com, Sidoarjo – Peserta Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2020 asal Sidoarjo, Muhammad Abdul Wahid masuk juara ketiga dengan jumlah sms 27 ribu. Perolehan suara sms yang masuk kalah tipis dengan Hafizh, peserta dari kota Dumai, Riau dengan jumlah sms 28 ribu. Senin (2/11/2020) malam di studio MNC TV Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

Menduduki peringkat pertama, Gita peserta dari Lombok, NTB meraih sms sebanyak 57 ribu.

Wahid tampil cemerlang dan konsisten, penilaian dewan juri performa Wahid pada malam grand final sangat memuaskan. Namun yang menentukan bukan dewan juri melainkan pemirsa dirumah melalui sms dan voting RCTI +.

Meski tampil sebagai juara ketiga, kedua orang tua Wahid, Ahmad Khotib dan Sriamah merasa senang dan bangga melihat anaknya tampil diatas panggung megah, keduanya sampai menangis terharu di studio MNC TV Jakarta.

Ahmad Khotib dan Sriamah datang ke Jakarta bersama Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono ditemani kepala OPD dan Wakil Ketua Komisi D, Zahlul Yussar.

Ucapan terimakasih disampaikan ayah Wahid, Ahmad Khotib kepada Pj Bupati Hudiyono atas dukungan pemda kepada anaknya, Wahid.

“Kami sampaikan terimakasih ke Pak Bupati Hudiyono yang sudah memberikan dukungan dan bantuannya memfasilitasi kami berangkat ke Jakarta”, kata Ahmad Khotib.

Tampilnya Wahid juara dua KDI menorehkan lagi prestasi pemuda Sidoarjo diajang tingkat nasional.

“Ini kebanggaan bagi pemerintah kabupaten Sidoarjo, bahwa ada putra daerah yang berprestasi sampai tingkat nasional. Saudara Wahid ini membawa nama baik kabupaten Sidoarjo, meski masuk juara ketiga ini sudah prestasi karena berhasil menyisihkan ribuan peserta”, ujar Hudiyono.

Hudiyono sangat mendukung tampilnya pemuda-pemuda yang kreatif dan berprestasi. Pemda Sidoarjo senantiasa memberikan support/dukungan kepada pemuda talenta seperti Wahid. (sur)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JATIM RAYA

IKA Spenda Surabaya Tuntaskan Amanah Para Donatur Bagi bagi Sembako, Terdampak Covid-19

Published

on

Foto : IKA SPENDA Tuntaskan Amanah para donatur bagi bagi Sembako
JatimRaya.Com, Surabaya – Ikatan Alumni SMPN 2 Surabaya (IKA SPENDA Surabaya) lintas angkatan  menuntaskan pembagian ratusan paket sembako ke alumni, guru/purna guru dan masyarakat yang terdampak Covid-19, Sabtu (9/5/2020).

Adapun sejumlah daerah yang kali ini mendapat bantuan paket sembako dari IKA SPENDA Surabaya tersebut di antaranya, Surabaya dan Sidoarjo.

Ketua Baksos Ramadhan IKA SPENDA Surabaya Maria Lidyasari mengatakan,”bantuan yang diberikan kali ini merupakan bantuan dari para donatur alumni SMPN2 Surabaya”.

Bantuan tersebut, kata dia, diserahkan secara langsung ke rumah alumni, guru/purna guru dan masyarakat  dor to dor.

Tujuannya untuk memastikan alumni, guru/purna guru dan masyarakat yang menerima bantuan paket sembako tersebut adalah yang terdampak Covid-19.

“Bantuan ini kami berikan untuk membantu       alumni, guru/purna guru dan masyarakat  terdampak Covid-19 agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari,” kata Lidya sapaan akrab Ketua Baksos Ramadhan Ika Spenda Surabaya.

Selain itu, Ibu berkacamata minus ini menjelaskan, paket sembako yang pihaknya bagikan kali sebanyak 125 paket.
Kali ini merupakan bantuan tahap kedua yang disalurkan.
“Tahap 1 kemarin (Kamis, 08/05/2020) ada 125 paket sembako yang sudah kami salurkan,” ujarnya.

Secara terpisah Andy Setiawan Ketua Umum IKA SPENDA Surabaya meminta kepada alumni, guru/purna guru dan masyarakat untuk tetap di rumah selama Pandemi virus corona ini belum berakhir. Lebih lanjut Andy mengingatkan kepada masyarakat saat hendak melakukan aktivitas di luar rumah untuk tidak lupa memakai masker dan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh alumni lintas angkatan bersatu yang ikut menyumbang dan menyukseskan acara ini. Karena sebaik-baiknya sedeqah adalah sedeqah di bulan Suci Ramadan,” pungkas Andy. (andy)

 


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JATIM RAYA

Bantuan APD Diterima RSUD Sidoarjo, dari Alumni Unair Sidoarjo

Published

on

Foto : Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Ika UA Sidoarjo drg Winaryo Sp. Perio. Bantuan APD langsung diterima oleh Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan Sp.P
JatimRaya.Com, Sidoarjo – Ikatan Alumni Universitas Airlangga (Ika UA) Cabang Sidoarjo kembali bergerak dalam membantu menghadapi pandemi Covid-19. Kali ini para alumni Unair ini menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada RSUD Sidoarjo, Sabtu (2/5).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Ika UA Sidoarjo drg Winaryo Sp. Perio. Bantuan APD langsung diterima oleh Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan Sp.P. Hadir pula Pengurus Pusat (PP) Ika UA Ahmad Cholis Hamzah.

“Ini merupakan bantuan donasi dari para alumni Unair Sidoarjo tahap kedua,” ungkap Winaryo usai penyerahan yang didampingi para pengurus.

Sebelumnya, Ika UA Sidoarjo menyerahkan bantuan peralatan medis kepada RSUD Sidoarjo pada Rabu (15/4) lalu. Saat itu, barang-barang yang didonasikan adalah hazmat 27 pcs, masker 3 ply 20 boks, masker N 95 1 boks, handscoon 10 boks,  hand sanitizer 35 liter, masker bedah 2 boks,  kacamata google 5 pcs, jas plastik 5 pcs, face shield 4 pcs, dan sembako 50 paket.

Direktur RSUD Sidoarjo Atok Irawan berterima kasih atas sumbangan APD ini. Menurutnya, bantuan ini sangat bermanfaat bagi tenaga medis yang bertugas di rumah sakitnya. Apalagi, Sidoarjo merupakan daerah dengan peringkat kedua di Jawa Timur setelah Surabaya untuk kasus Covid-19.

“Ini sangat membantu sekali bagi kami. Peran serta masyarakat sangat penting untuk bersama-sama mengatasi pandemi ini,” ungkap Atok yang juga alumnus Fakultas Kedokteran Unair angkatan 1985 ini.

Untuk bantuan tahan kedua ini terdiri dari kacamata google 20 pcs, face shield 18 buah, masker bedah 21 boks, masker N95 1 boks,  masker Js Pin 9 boks, masker 20 boks, masker kain putih 20 pcs, masker kain biru 9 pcs. (*)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending