Connect with us

KEDIRI

Kementrian Dorong Santri Mandiri Berwirausaha

Published

on

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (5/9/2019),

Jatimraya.com, Kediri – Kementerian Perindustrian mendorong para santri untuk mandiri berwirausaha menjadi santripreneur demi meningkatkan perekonomian negara.

“Jadi, perlu kami informasikan karena pada 2030, Indonesia menjadi negara yang punya perekonomian kuat. Paling tidak wirausaha harus 4 persen dari jumlah penduduknya. Oleh karena itu kami giatkan program wirausaha baru ini,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (5/9/2019).

Ia mengatakan, untuk melaksanakan program tersebut, pemerintah menggunakan berbagai macam pendekatan seperti ke sentra maupun pondok pesantren. Pondok pesantren dipilih, karena ternyata para santri juga merupakan agent of development dari suatu perekonomian negara.

“Saya belajar bahwa ternyata pendekatan wirausaha baru harus melalui salah satumya pondok pesantren, karena filosofinya tepat. Saya catat bahwa yang namanya santri diajarkan memiliki kecerdasan spiritual dan juga memiliki kepahaman beragama, memiliki budi pekerti baik, akhlak mulia dan menjadikan santri ini mandiri,” kata dia.

Ia menambahkan, dengan program ini, pemerintah berharap santri yang telah lulus dari pondok pesantren bisa mandiri, berakhlak, mempunyai budi pekerti yang baik.

Pemerintah, tambah dia, mempunyai dua program santripreneur dengan industri salah satunya melalui produksi roti dan yang kedua berkreasi. Hal itu bisa sebagai bekal, mengingat ke depan tidak akan terlepas dari teknologi informasi. Dengan itu, menyongsong era 4.0, mereka akan semakin siap, mengingat digitalisasi adalah sebuah keniscayaan dan tidak bisa dipungkiri akan terus terjadi.

Ia juga mengatakan, para santri maupun para pemuda yang mempunyai telepon seluler bisa dimanfaatkan untuk berdagang, mempromosikan produk. Mereka bisa berjualan dengan daring.

Kemenperin memberikan bantuan untuk Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri berupa perlengkapan untuk membuat roti. Sejak 2013, hingga sekarang, sudah ada 35 pondok pesantren di Indonesia yang difasilitasi dalam berwirausaha.

Ke depan, pemerintah akan berupaya lebih banyak lagi pondok yang mendapatkan fasilitasi untuk berwirusahaa. Di Indonesia, terdapat 4 juta santri dengan jumlah pondok pesantren sekitar 29 ribu yang tersebar di seluruh wilayah NKRI.

“Di Indonesia ada 4 juta santri, pondok pesantrennya ada hampir 29 ribu. Kalau ini digunakan benar-benar secara baik, difasilitasi dengan baik oleh pemerintah, perekonomian kita akan semakin maju. Jadi, ternyata pondok pesantren benar-benar mempunyai potensi strategis mendukung pembangunan ekonomi nasional dan wirausaha baru,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Yetti Sisworini mengaku berterimakasih dengan fasilitasi yang telah diberikan oleh pusat tersebut. Bantuan ini yang kedua di Kota Kediri, setelah sebelumnya diberikan pada Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.

“Dengan ini kami berharap bisa memberikan kesempatan pada teman-teman santri di sini, yang mana menumbuhkan wirausaha baru. Dapat membantu masyarakat mendapatkan makanan berkualitas. Kami harapkan ada kerjasama informasi berkesinambungan, dari pusat ke daerah terus berjalan baik dan tidak terhenti sampai di sini,” kata dia.

Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri Sunarto mengaku pesantren sangat senang dengan bantuan yang diberikan ini. Untuk tahap awal, dilakukan kegiatan bimbingan dan teknik yang diikuti 20 orang dari para guru, pengurus, dan perwakilan santri yang memiliki minat untuk menekuni usaha.

“Bimtek ini bermanfaat luas bagi upaya memandirikan para santri setelah mereka lulus dan terjun ke masyarakat. Kami yakin para peserta akan menerapkan hasil untuk membuat roti. Tahap awal untuk suguhan tamu pondok dan ke depan akan memgembangkan serta memasarkan melalui jaringan bisnis yang kami miliki,” kata Sunarto.

Dalam kegiatan itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih memberikan secara simbolis keperluan untuk bimbingan teknis serta meninjau perlengkapan untuk membuat roti. (alc)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KEDIRI

Pemkot Kediri Gelar Harmoni Fair 2019 Kenalkan UMKM

Published

on

Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar Harmoni Fair 2019 di GOR Jayabaya,

Jatimraya.com, Kediri – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar Harmoni Fair 2019 di GOR Jayabaya, yang merupakan rangkaian puncak peringatan Hari Jadi ke-1140 Kota Kediri untuk memperkenalkan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) setempat..

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan Harmoni Fair 2019 baru pertama kali diselenggarakan dan diharapkan mampu menggerakkan UMKM dan produk kreatif di Kota Kediri.

“Saya senang sekali karena kita sedang semangat menggerakkan perekonomian khususnya di UMKM. Kalau dilihat di Kota Kediri Alhamdulillah tahun demi tahun sudah banyak peningkatan khususnya pada daya saing UMKM. Ini berkat dari kita semua bergerak bersama-sama agar UMKM semakin baik dengan berbagai pelatihan dari disperdagin, dinkop UMTK ada juga dari Bank Indonesia,” katanya di Kediri, Rabu (18/9/2019) malam.

Ia menambahkan, dengan meningkatnya sektor UMKM perekonomian di Kota Kediri cukup menggeliat. Ini dibuktikan dengan data dari statistik dimana pertumbuhan ekonomi Kota Kediri menyentuh angka 7,02 persen.

“Harapannya perekonomian Kota Kediri yang disokong oleh UMKM bisa berjalan dengan baik dan terus meningkat. Apalagi UMKM ini competitiveness nya sudah meningkat. Ini sesuai dengan harapan Bapak Presiden yang menginginkan competitiveness UMKM meningkat sehingga bisa naik klusternya,” kata Mas Abu, sapaan akrabnya.

Ke depan Mas Abu berharap tidak hanya pemerintah yang mengadakan acara seperti ini. Namun dari sektor swasta juga harus mengadakan pameran-pameran seperti ini.

“Kita bisa bergerak dan bekerja sama. Saya berharap banyak anak muda kreatif yang bergabung dan berkomunikasi ke Pemerintah Kota Kediri agar semua terjalin dengan baik. Semoga ke depan akan lebih semarak lagi dan UMKM ini mereka berjaya di market place,” kata dia berharap.

Harmoni Fair 2019 ini terdapat stand. Tidak hanya menyuguhkan produk UMKM, memasuki pintu utama, pengunjung akan dibawa melihat berbagai prestasi yang telah diraih oleh Kota Kediri. Selanjutnya pengunjung akan melihat kampung wisata di Kota Kediri, stand pameran instansi, food truck, kuliner, clothing , pameran dari komunitas motor, panggung hiburan, dan sejumlah edukasi lainnya.

Kegiatan itu Harmoni Fair 2019 di GOR Jayabaya, Kediri tersebut digelar mulai 18-22 September 2019. Dalam kegiatan itu hadir pula Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, Ketua Kadin Kota Kediri Solikhin, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri, perwakilan Forkopimda Kota Kediri, dan perwakilan KADIN dari berbagai daerah. (alc)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KEDIRI

Ratusan Peserta Ikut Lomba Kelud Volcano Road Run 2019

Published

on

Kelud Volcano Road Run 2019.

Jatimraya.com, Kediri – Lebih dari 600 orang mengikuti lomba lari menuju puncak Gunung Kelud (1.731 meter di atas permukaan laut) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dalam ajang Kelud Volcano Road Run 2019 yang dimulai dari area parkiran di kaki gunung tersebut.

“Yang ikut peserta larinya lebih dari 600 orang. Ada juga peserta dari luar negeri, jumlahnya 12 orang. Mereka berasal dari berbagai negara, salah satunya Spanyol,” kata Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Adi Suwignyo di Kediri, Minggu (15/9/2019).

Ia mengatakan, kegiatan itu sudah yang kelima kali digelar. Setiap even tersebut, ratusan orang ikut berpartisipasi. Bahkan, banyak dari mereka yang tidak terdaftar, sebab jumlah peserta sudah melebihi kapasitas. Mereka tetap ikut memerihkan acara.

“Kami batasi sekitar 600 orang peserta, karena belum mampu untuk tambah (keterbatasan fasilitas). Nanti pelan-pelan ditambah. Sekarang parkiran juga lumayan (besar), sehingga tahun depan akan kami tambah kuotanya,” kata dia.

Ia mengatakan, kegiatan Kelud Volcano Road Run 2019 tersebut sengaja digelar sebagai salah satu upaya pemerintah daerah untuk menggiatkan kunjungan ke Gunung Kelud.

Pascaerupsi pada 2014, kondisi infrastruktur dan alam sekitar gunung jauh lebih baik. Bahkan, pemerintah daerah juga perlahan-lahan melakukan perbaikan infrastruktur menuju salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kediri tersebut.

Ia menambahkan, para peserta lari termasuk dari luar negeri juga tertarik mengingat kegiatan ini berada di alam. Mereka merasa penasaran jika mengikuti lomba lari menuju kawasan puncak Gunung Kelud.

Dalam kegiatan itu, peserta harus benar-benar menyiapkan fisik mengingat mereka harus mengikuti jalur menanjak. Mereka juga akan melewati mysterious road yang ada di Gunung Kelud. Jalur itu disebut penuh misteri. Kendaraan yang dimatikan mesinnya bisa berjalan sendiri saat melalui jalur tersebut.

“Sekarang sedang tren untuk wisata alam. Mereka penasaran sehingga ikut lomba lari ini. Para peserta juga bisa menikmati panorama alam di Kelud,” kata dia.

Panitia juga sudah menyiapkan hadiah bagi peserta yang berhasil memecahkan rekor lari. Panitia membagi menjadi beberapa kategori, antara lain kelas pelajar putra dan putri, kelas umum putra dan putri, serta kelas luar negeri.

Kegiatan Kelud Volcano Road Run 2019 bagian dari acara Festival Kelud 2019. Beberapa kegiatan lainnya sudah digelar seperti festival nanas dan pameran buah, festival jaranan, parade band pelajar, pameran dan bazar UMKM, dan sejumlah agenda lainnya. Kegiatan festival tersebut digelar 7-22 September 2019.

Terkait dengan perbaikan infrastruktur, Adi mengatakan pemerintah daerah terus melakukan perbaikan jalur menuju ke lokasi ini, terutama menuju kawah. Beberapa jalan masih rusak, sehingga pengunjung tidak dianjurkan untuk mengendarai kendaraan sendiri ke lokasi puncak.

Pengunjung, kata dia, diperbolehkan menuju ke kawasan puncak dengan memanfaatkan jasa ojek di area parkir. Mereka adalah warga sekitar Gunung Kelud yang sudah berpengalaman, sehingga mengetahui jalur yang aman saat naik ke puncak Gunung Kelud yang ada di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri ini.

“Infrastruktur alhamdulillah sudah dalam perbaikan. Kemungkinan Desember. Untuk jalan yang atas menuju kawah sejauh 3 kilometer dibenahi dengan beton, sehingga wisatawan nanti bisa naik,” kata dia. (alc)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KEDIRI

Kediri Peroleh Penghargaan Wahana Tata Nugraha Kelima Kalinya

Published

on

Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah dengan sejumlah pegawai dari Dinas Perhubungan Kota Kediri, Jawa Timur, setelah menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) kelima kalinya di Jakarta, Minggu (15/9/2019)

Jatimraya.com, Kediri – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memperoleh penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) kelima kalinya yang diserahkan secara langsung oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi kepada Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Wakil Wali Kota Kediri Lilik Mubibbah mengungkapkan rasa syukur atas diterimanya WTN ini. Penghargaan ini merupakan motivasi bagi pemerintah kota untuk terus membenahi sarana transportasi menjadi lebih baik lagi.

“Anugerah ini menginspirasi untuk terus mengembangkan transportasi yang lebih baik lagi,” katanya kepada wartawan, Minggu (15/9/2019).

Ke depan, Wakil Wali Kota yang akrab disapa Ning Lik ini berharap agar pencapaian ini ditingkatkan. Kota Kediri mendapatkan penghargaan kategori WTN dengan catatan.

“Semoga tahun depan mendapat yang lebih baik yakni bisa meraih WTN tanpa catatan. Dan ke depan tersedianya angkutan massal di Kota Kediri,” katanya.

Penghargaan ini diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada pemerintah daerah baik provinsi maupun kota/kabupaten di bidang lalu lintas, angkutan dan keselamatan jalan.

Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan pemberian penghargaan ini merupakan upaya pembinaan dari Kementerian Perhubungan kepada pemerintah daerah agar memenuhi kriteria bagi penyelenggaraan pelayan transportasi dan fasilitas publik.

“Ini adalah upaya pembinaan bagi Kemenhub agar semua pihak itu memenuhi kriteria-kriteria yang kami berikan. Ada yang sudah maksimal namun ada juga yang belum maksimal dan ini kami pantau setiap dua tahun sekali,” kata Menhub.

Budi Karya menambahkan penghargaan WTN dianggap dapat menunjukkan peningkatan kinerja di daerah.

“Sejauh ini apa yang kami lakukan relatif cukup baik dan oleh karenanya dengan upaya memberikan evaluasi setelah dua tahun, ini menunjukkan peningkatan kinerja di setiap provinsi, kabupaten, kota. Peningkatan ini penting, karena ekspektasi Pak Presiden bahwa kinerja kota-kota ini harus didukung dan didorong dengan suatu mekanisme dan evaluasi,” ujarnya.

Sementara itu, dari 145 peserta WTN seluruh Indonesia, sebanyak 77 kota/kabupaten mendapat piala WTN ini, salah satunya Kota Kediri.

Kota Kediri dinilai memiliki beberapa program unggulan, di antaranya, traffic ber-ATCS di 17 simpang, angkutan kota dan bus sekolah yang bersubsidi khusus pelajar, angkutan anak berkebutuhan khusus (ABK), sosialisasi keselamatan berlalu lintas pada remaja di usia produktif dan pengguna jalan, memiliki rute aman selamat sekolah (RASS), aplikasi Traker dan SIM Lalu lintas.

Penghargaan WTN diberikan berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan dengan objek penilaian melalui lima bidang.

Adapun lima bidang yang dinilai itu adalah bidang lalu lintas dengan bobot nilai 20 persen, bidang angkutan umum dengan bobot nilai 15 persen, bidang sarana transportasi darat dengan bobot nilai 25 persen, bidang prasarana transportasi darat dengan bobot nilai 15 persen dan bidang umum dengan bobot nilai 25 persen.

Penilaian tersebut diselenggarakan selama lima hari yang dimulai pada tanggal 22- 26 April 2019. Anggota tim penilai penghargaan WTN 2019 ini merupakan perwakilan dari Kemenhub, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, akademisi, dan pakar transportasi. (alc)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending