Connect with us

JATIM RAYA

Batas Waktu Penyerahan Karya Lomba Jurnalistik Piala Prapanca Diperpanjang

Published

on

Foto : Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rahim

JATIMRAYA.COM, SURABAYA – Panitia lomba karya jurnalistik Piala Prapanca yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur memutuskan untuk memperpanjang batas waktu penyerahan karya lomba, dari sebelumnya 31 Januari menjadi 14 Februari 2020.

Koordinator Panitia Lomba Jurnalistik Piala Prapanca 2020 Indro Sulistyo menjelaskan, keputusan memperpanjang batas waktu penyerahan karya lomba setelah mempertimbangkan sejumlah aspek, salah satunya permintaan dari pengurus PWI di daerah.

“Sebenarnya sudah banyak karya dari teman-teman jurnalis yang masuk ke meja panitia, tapi beberapa pengurus PWI daerah minta ada perpanjangan waktu karena ada calon peserta yang belum sempat menyiapkan karyanya untuk dikirim akibat kesibukan liputan,” kata Indro di Surabaya, Jumat (31/1).

Berdasarkan hasil rapat panitia di Sekretariat PWI Jatim pada Jumat siang, akhirnya diputuskan untuk memperpanjang batas waktu penyerahan karya lomba hingga 14 Februari 2020 cap pos.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, lomba karya jurnalistik Piala Prapanca dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2020 dan HUT ke-74 PWI terbagi dalam empat kategori, masing-masing karya tulis, foto, televisi, dan radio. Khusus karya tulis dan foto bisa diikuti jurnalis dari media cetak dan daring (online).

“Semua karya harus memenuhi persyaratan jurnalistik dan objeknya terjadi di Jatim atau hasil liputan di daerah lain yang ada kaitannya dengan Provinsi Jatim dan merupakan karya sepanjang tahun 2019,” ujar tambah Ketua PWI Jatim Ainur Rohim, usai rapat pengurus.

Syarat mengikuti lomba jurnalistik Piala Prapanca adalah wartawan bertugas di Jatim, baik anggota PWI Jatim atau yang bukan, karya perorangan atau kelompok dengan menuliskan nama anggota pada surat pengantar, berbahasa Indonesia, sudah dimuat, ditayangkan dan disiarkan pada 1 Januari hingga 31 Desember 2019 di media massa berbadan hukum.

“Setiap peserta hanya boleh mengirimkan maksimal tiga karya jurnalistik di masing-masing kategori,” ucap Air, sapaan akrab Ainur Rohim.

Untuk karya tulis dikirim dalam bentuk kliping yang ditempel di atas kertas ukuran folio, disertai tiga fotokopi serta mencantumkan nama dan waktu penerbitan halaman dan kode atau nama penulis. Untuk karya foto hitam putih atau berwarna dengan ukuran sisi terpendek 18 centimeter atau 10 R dan disertai fotokopi bukti pemuatan karya di media.

Sedangkan untuk karya jurnalistik televisi kategori feature dengan durasi minimal 15 menit dikirimkan dalam bentuk VCD/DVD tiga keping dan naskahnya secara tertulis dengan pencantuman program, waktu dan jam penayangannya.

Kemudian, karya jurnalistik radio kategori feature dengan durasi 15 menit yang dikirimkan dalam bentuk VCD/DVD tiga keping dan naskahnya secara tertulis serta mencantumkan, program, waktu dan jam penyiarannya.

Seluruh karya lomba dikirim ke Sekretariat PWI Provinsi Jawa Timur di Jalan Taman Apsari 15- 17 Surabaya 60271 mulai 6 Januari dan selambat-lambatnya 31 Januari 2020.

Sementara itu, Ketua Panitia HPN 2020 dan HUT Ke-74 PWI tingkat Jatim Teguh LR menambahkan pemenang di setiap kategori berhak menerima Piala Prapanca, piagam penghargaan, dan uang Rp10 juta.

Selanjutnya, tiga karya jurnalistik tulis, foto, televisi, dan radio yang masuk nominasi masing-masing menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan.

“Dewan penilai dari wartawan senior dan akademisi yang ditunjuk PWI Jatim dan keputusannya mutlak, serta tidak dapat diganggu gugat. Nantinya, pengumuman pemenang dan penerimaan hadiah dilaksanakan pada resepsi peringatan HPN 2020 tingkat Jatim yang dijadwalkan 20 Maret,” tuturnya.


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MALANG

Dukung Kawasan Food Estate, BBPP Kota Batu Siap Kolaborasi dengan Paranusa

Published

on

BBPP Kota Batu akan berkolaborasi dengan Paranusa dan juga Petani. /Dok. Jatimraya.com/Ardy MP.

JATIM RAYA – Untuk meningkatkan produksi dan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19 diperlukan kolaborasi multisektor.

Kolaborasi ini melibatkan pemerintah, petani, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan partisipasi masyarakat.

“Dengan kerja sama, sinergi, dan gotong royong semua sektor, produksi pangan akan meningkat signifikan untuk memenuhi kebutuhan nasional dan ekspor,” ungkap Komisaris Paranusa Eko Handoko

Menurut Eko, ada empat pilar ketahanan pangan yang harus menjadi fokus semua pemangku kepentingan. Yaitu, ketersediaan pangan, akses pangan, pemanfaatan pangan, dan stabilitas pangan.

“Seringkali ketersediaan pangan ada di petani, namun petani tidak memiliki akses ke pasar mengakibatkan harga pangan di petani murah, sementara masyarakat di perkotaan tidak memiliki akses ke sumber pangan yang mengakibatkan harga pangan mahal.

“Oleh sebab itu, dengan adanya progam kawasan Food Estate berbasis Alpukat Pameling, yang di inisiasi oleh Chairman Jelajah Desa Pangan (JDP) Tony Setiawan, maka Paranusa berusaha memberikan penghasilan dan nilai jual yang pasti kepada petani,” kata Eko Handoko via selulernya, Rabu, 6 Januari 2021.

Di tempat terpisah Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, mengungkapkan, Lahan di bawah budidaya tanaman Alpukat Pameling itu luas, dan ini berpotensi untuk digunakan dalam membudidayakan tanaman pangan lain.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

GRESIK

Kali Lamong Meluap, Sembilan Desa di Gresik Terendam Banjir

Published

on

Sembilan desa di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik terendam banjir dari luapan Kali Lamong. /Dok. BNPB Indonesia.

JATIM RAYA – Sebanyak sembilan desa di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur terendam banjir dari luapan Kali Lamong, setelah sebelumnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa 5 Januari 2021 pukul 09.20 WIB.

Adapun rincian desa yang terdampak meliputi Desa Guranganyar, Desa Dungus, Desa Morowudi, Desa Iker-iker, Desa Cerme Kidul, Desa Pandu, Desa Jono, Desa Tambak Beras dan Desa Banjarsari.

Menurut laporan dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 5-45 sentimeter itu berdampak pada kurang lebih 760 KK.

Banjir tersebut juga merendam lahan persawahan seluas 280 hektar, 760 unit rumah, 1.069 hektar tambak dan beberapa fasilitas umum yang masih dalam pendataan.

Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik terus melakukan kaji cepat di lokasi terdampak. Sampai rilis ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Selain itu, BPBD Kabupaten Gresik juga telah berkoordinasi dengan Muspika termasuk aparat desa setempat dan melakukan penyaluran bantuan logistik serta sembako.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan prakiraan cuaca hujan lebat yang berlaku bagi wilayah Provinsi Jawa Timur untuk hari Senin (5/1) dengan status ‘Siaga’.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SURABAYA

Empat JPU Kejari Pamekasan Bakal Dilaporkan ke Bareskrim

Published

on

Empat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan ke Bareskrim Polri. (Foto: Istimewa)

Jatimraya.com, Surabaya – Kuasa Hukum terdakwa dugaan korupsi Tanah Kas Desa (TKD) yang terletak di Dyesa Kolpajung,y Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Mahmud, Adv Nisan Radian akan melaporkan empat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan ke Bareskrim Polri. 

Pasalnya, empat JPU tersebut diduga menggunakan bukti yang tidak sesuai dengan dakwaan.

“Saat sidang digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya Selasa 10 November JPU tidak bisa membuktikan sesuai dakwaannya. Maka dari itu kami dari tim kuasa hukum terdakwa akan melaporkan empat orang JPU dari Kejari Pamekasan berinisial TRC, IW, MR dan PT itu ke Bareskrim Polri. Empat orang jaksa itu akan kita laporkan pasal 263 KUHP,” kata Nisan Radian dalam siaran persnya Rabu 11 November 2020.

Menurutnya, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Topikor Surabaya kemarin, JPU menyajikan leter C atas nama Nasirudin sedangkan dalam surat dakwaan JPU menunjukkan bukti Leter C atas nama P Muari/Percaton. 

Selanjutnya, JPU menunjukkan SPPT 2013 atas Nama P Muari/Percaton sedangkan didalam surat dakwaan JPU mengatakan bahwa tanah itu atas nama Muari Percaton.  Lalu JPU menunjukkan SPPT 2014 yang bertuliskan salinan. Namun faktanya kami membawa bukti perbandingan SPPT 2014. 

“Pasalnya SPPT 2014 versi JPU tidak sama dengan enam SPPT yang di tunjukan oleh penasehat hukum,” ujarnya.

Dijelaskan Radian, saat sidang berlangsung kami minta bukti dakwaan kepada JPU. Namun, mereka hanya terlihat membolak balikan kertas.

“Bahkan saya sempat minta kepada majelis hakim jika jaksa tidak dapat menyajikan bukti kami mohon untuk mempertimbangkan surat permohonan penangguhan penahanan terhadap terdakwa,” ucap Radian. (*/tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending