Connect with us

JATIM RAYA

Ulahmu korona

Published

on

Catatan Covid -19 oleh Bambang Irianto

JatimRaya.Com– Suasana kerja ASN biasanya diwarnai penuh canda dan ceria, konsentrasi dan fokus melaksanakan tugas saat ini mulai agak semu, menegangkan, mencekam di sudut – sudut kantor akibat ulah virus korona .

Lesu tanpa kata, warnai semangat kerja yang kian hari tampak sedih tanpa harapan !!!

Ungkapan atau slogan kerja kerja yg dicanangkan pak presiden beberapa waktu yang lalu, tak ada arti sebagai semangat kerja, kinerja cendrung menurun karena ancaman virus korona yg semakin membabi buta mencari mangsa.

Sesekali ASN disaat berkumpul jaga jarak, menghindar pertemuan lebih dari 10 orang ada yang suka bercerita, ada yg diam tegang sikapnya, ada yg lessu dg maskernya, segalanya lemah dan
Mencekam.

Cerita duka setiap detik karena ulah virus korona dimana – mana mewarnai kehidupan seantero jagat raya ini.

Kasus itu tercatat dan ditulis di media sosial dan media lainnya bahkan menjadi konsumsi mengikuti jejak kasus virus korona.

Duka dunia duka ummat manusia yg hingga kini menunggu dan menanti kabar kapan virus korona menjauh dari bumi pertiwi.

Berjemur di kalangan ASN menjadi budaya baru jam 10 pagi hingga jam 12 siang yang katanya sangat bermanfaat agar mati virus korona.
Sementara pejuang kemanusiaan dokter, perawat dan petugas lainnya baik ASN dan swasta bekerja tanpa batas tak kenal lelah demi menyelamatkan nyawa saudara – saudara kita yang terinfeksi virus korona.

Semoga langkah bijak pemerintah selama ini yg tak terhitung jumlahnya antisipasi dan memotong pergerakan virus korona di Indonesia diikuti kesadaran masyarakat dan sejatinya dibutuhkan juga rayuan doa dan dzikir kepada Allah SWT.

Sujud – sujud kepadaNya yg bisa menjawab kekalutan hati yg kian hari semakin membebani hidup dan kehidupan.

Semangat adalah peejuangan melawan virus korona sampai titik nadir dengan rasa ikhlas kemanusiaan.

Nyawa tak ada arti bagi virus korona jika tak mampu menghindari dan anjuran pemerintah antara lain jaga jarak, hindari keramaian, jaga kesehatan tubuh, selalu hidup bersih, cuci tangan dan didalam rumah.

Semangatlah dengan pintamu kepada Allah, semangatlah dengan doamu, semangatlah dengan dzikirmu, niscaya Allah SWT maha mendengar dan bijaksana. Bertobatlah dengan khusuk dengan rasa ikhlas, Amin YRA.
(Bambang irianto)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PACITAN

Pacitan Jawa Timur Diguncang Gempa, Ini yang Harus Dilakukan Warga

Published

on

JATIM RAYA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi dengan magnitudo 4.0 terjadi di Pacitan, Jawa Timur, Rabu 27 Janauri 2021.

“#Gempa Mag:4.0, 27-Jan-21 04:07:42 WIB, Lok:8.73 LS, 110.97 BT (Pusat gempa berada di laut 63km BaratDaya Pacitan), Kedlmn:41 Km Dirasakan (MMI) III Pacitan #BMKG,” kata Kepala Stageof Sleman Ikhsan di Instagram  @InfoBMKGJuanda, Rabu 27 Januari 2021.

Menurut Ikhasan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo Australia.

Dijelaskan, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Pacitan III MMI.

“Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu,” jelasnya. 

Hingga saat ini, lanjutnya, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” terangnya.  

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MALANG

Dukung Kawasan Food Estate, BBPP Kota Batu Siap Kolaborasi dengan Paranusa

Published

on

BBPP Kota Batu akan berkolaborasi dengan Paranusa dan juga Petani. /Dok. Jatimraya.com/Ardy MP.

JATIM RAYA – Untuk meningkatkan produksi dan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19 diperlukan kolaborasi multisektor.

Kolaborasi ini melibatkan pemerintah, petani, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan partisipasi masyarakat.

“Dengan kerja sama, sinergi, dan gotong royong semua sektor, produksi pangan akan meningkat signifikan untuk memenuhi kebutuhan nasional dan ekspor,” ungkap Komisaris Paranusa Eko Handoko

Menurut Eko, ada empat pilar ketahanan pangan yang harus menjadi fokus semua pemangku kepentingan. Yaitu, ketersediaan pangan, akses pangan, pemanfaatan pangan, dan stabilitas pangan.

“Seringkali ketersediaan pangan ada di petani, namun petani tidak memiliki akses ke pasar mengakibatkan harga pangan di petani murah, sementara masyarakat di perkotaan tidak memiliki akses ke sumber pangan yang mengakibatkan harga pangan mahal.

“Oleh sebab itu, dengan adanya progam kawasan Food Estate berbasis Alpukat Pameling, yang di inisiasi oleh Chairman Jelajah Desa Pangan (JDP) Tony Setiawan, maka Paranusa berusaha memberikan penghasilan dan nilai jual yang pasti kepada petani,” kata Eko Handoko via selulernya, Rabu, 6 Januari 2021.

Di tempat terpisah Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, mengungkapkan, Lahan di bawah budidaya tanaman Alpukat Pameling itu luas, dan ini berpotensi untuk digunakan dalam membudidayakan tanaman pangan lain.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

GRESIK

Kali Lamong Meluap, Sembilan Desa di Gresik Terendam Banjir

Published

on

Sembilan desa di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik terendam banjir dari luapan Kali Lamong. /Dok. BNPB Indonesia.

JATIM RAYA – Sebanyak sembilan desa di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur terendam banjir dari luapan Kali Lamong, setelah sebelumnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa 5 Januari 2021 pukul 09.20 WIB.

Adapun rincian desa yang terdampak meliputi Desa Guranganyar, Desa Dungus, Desa Morowudi, Desa Iker-iker, Desa Cerme Kidul, Desa Pandu, Desa Jono, Desa Tambak Beras dan Desa Banjarsari.

Menurut laporan dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 5-45 sentimeter itu berdampak pada kurang lebih 760 KK.

Banjir tersebut juga merendam lahan persawahan seluas 280 hektar, 760 unit rumah, 1.069 hektar tambak dan beberapa fasilitas umum yang masih dalam pendataan.

Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik terus melakukan kaji cepat di lokasi terdampak. Sampai rilis ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Selain itu, BPBD Kabupaten Gresik juga telah berkoordinasi dengan Muspika termasuk aparat desa setempat dan melakukan penyaluran bantuan logistik serta sembako.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan prakiraan cuaca hujan lebat yang berlaku bagi wilayah Provinsi Jawa Timur untuk hari Senin (5/1) dengan status ‘Siaga’.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending