Connect with us

NEWS

Ekspor Nonmigas Banten Terbanyak ke AS dan Tiongkok

Published

on

Jatimraya.com, Serang – Ekspor nonmigas dari Provinsi Banten pada November 2017 terbanyak tujuannya ke Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dengan nilai masing-masing 161,74 juta dolar AS dan 139,40 juta dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno di Serang, Jumat (19/1/2018), mengatakan ekspor Banten ke Amerika Serikat dan Tiongkok terutama golongan barang alas kaki, bahan kimia organik serta plastik dan barang dari plastik.

Selain Amerika Serikat dan Tiongkok, tujuan utama lainnya adalah Jepang dengan nilai 82,74 juta dolar AS, Sementara itu, untuk tujuan negara-negara ASEAN dan Uni Eropa masing-masing sebesar 268,69 juta dolar AS dan 109,98 juta dolar AS.

Nilai ekspor nonmigas ke dua belas negara tujuan pada November 2017 mencapai 699,41 juta dolar AS, meningkat 6,54 persen atau sebesar 42,96 juta dolar AS dibanding bulan sebelumnya.

Sepuluh dari dua belas negara tujuan ekspor nonmigas Banten mengalami peningkatan nilai ekspor nonmigas pada November 2017 dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Peningkatan tertinggi berasal dari Filipina yang naik 11,60 juta dolar AS, sedangkan peningkatan terendah terjadi pada Belgia yaitu sebesar 1,16 juta dolar AS. Sementara itu pada Belanda dan Tiongkok terjadi penurunan nilai, masing-masing sebesar 2,94 juta dolar AS dan 2,09 juta dolar AS.

Nilai ekspor nonmigas gabungan dengan tujuan negara-negara Uni Eropa secara agregat mengalami peningkatan sebesar 10,55 juta dolar AS, demikian pula pada negara-negara ASEAN yang mengalami peningkatan 38,85 juta dolar AS.

Secara kumulatif, ekspor nonmigas periode Januari – November 2017 untuk dua belas negara tujuan utama meningkat 1.53,65 juta dolar AS (24,61 persen) dibanding periode yang sama tahun 2016.

Sebelas dari dua belas negara tujuan ekspor nonmigas mengalami peningkatan nilai ekspor, kecuali Jerman yang turun sebesar 34,79 juta dolar AS atau 12,27 persen. Peningkatan tertinggi terjadi pada Tiongkok yang naik 412,15 juta dolar AS.

Soebeno mengatakan pangsa ekspor nonmigas terbesar masih berasal dari Amerika Serikat, yaitu mencapai 16,82 persen, sementara pangsa ekspor untuk negara-negara ASEAN dan Uni Eropa, masing-masing 24,20 persen dan 10,24 persen.

Sepuluh ekspor nonmigas utama Banten adalah alas kaki 256,39 juta dolar AS, bahan kimia organik (95,20 juta dolar AS), plastik dan barang dari plastik (78,85 juta dolar AS), berbagai makanan olahan (56,99 juta dolar AS), tembaga (47,27 juta dolar AS), mesin-mesin/pesawat mekanik (43,18 juta dolar AS), mesin/peralatan listik (39,63 juta dolar AS), karet dan barang dari karet (37,85 juta dolar AS), olahan dari tepung (33,92 juta dolar AS) dan kertas/karton senilai 29,54 juta dolar AS).

Sementara itu, seperti dikutip Antara, 12 negara tujuan utama ekspor nonmigas Banten adalah Filipina senilai 63,31 juta dolar AS, Malaysia (58,52 juta dolar AS), Thailand (55,21 juta dolar AS), Jerman (29,81 juta dolar AS), Belgia (27,25 juta dolar AS), Belanda (13,30 juta dolar AS), Amerika Serikat (161,02 juta dolar AS), Tiongkok (139,40 juta dolar AS), Jepang (82,74 juta dolar AS), Korea Selatan (37,14 juta dolar AS), India (36,14 juta dolar AS) dan Australia senilai 25,30 juta dolar AS. (rcd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUKUM

Begini Respons Kapitra Ampera Setelah Abdullah Sebut Nama Firli Bahuri dan Budi Gunawan

Published

on

Ketua KPK, Firli Bahuri. /Instagram.com/@official.kpk

JATIM RAYA – Praktisi hukum DR Kapitra Ampera SH MH merespons pernyataan mantan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua, yang menyebut nama Firly Bahuri dan Budi Gunawan

Sebelumnya dalam wawancara dengan media Forum News Network (FNN) yang disiarkan Youtube, Abdullah secara tendensius menyampaikan tudingannya.

Abdullah menuduh Ketua KPK Firly Bahuri dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan sebagai pihak yang berada di balik skenario TWK.

“Terkait masalah Tes Wawasan Kebangsaan adalah kejadian biasa di setiap tingkat profesional masyarakat di instansi manapun,” kata Kapitra Ampera di Jakarta, 11 Juni 2021.

Abdullah dinilainya mempertontonkan kebusukannya sendiri dengan melemparkan tuduhan liar ke org-orang yang menurut halusinasinya memiliki dendam kepada KPK

“Mengapa Abdullah justru melebarkan kejadian itu menjadi peristiwa yang justru menampar mukanya sendiri, bertapa terselubungnya kebusukan dalam pikiran Abdullah,” kata Kapitra.

Kapitra merasa prihatin melihat kondisi ini sebagai anak bangsa dan pratisi hukum, apa betul cara seperti ini adalah cara yg jujur meihat permasalah yang ada.

Pages: 1 2


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Bayar Utang Kreditur, Advokat Rohmat Selamat Minta BUMD Pemkab Bogor Segera Jual Aset

Published

on

http://jatimraya.com/2021/06/10/bayar-utang-kreditur-advokat-rohmat-selamat-minta-bumd-pemkab-bogor-segera-jual-aset/

JATIM RAYA – Advokat Rohmat Selamat  SH MKn meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bogor, PT Prayoga Pertambangan dan Energy (PPE) segera menyelesaikan utang terhadap kreditur.

Rohmat Selamat  SH MKn  dan Tuti Maulani Chaniago SH adalah kuasa Hukum dari PT Tohaga Jaya dan CV Mutiara Selatan, yang menjadi suplayer BUMN PPE.

“Sebaiknya PPE segera menjual asetnya agar permasalahan utang ini bisa cepat selesai,” kata Rohmat Selamat SH MKn.

Pihak suplayer juga tidak menginginkan lebih lama lagi untuk menunggu penyelesaian perkara ini.

“Kami berikan waktu tiga bulan untuk segera menjual aset dan melunasi semua tagihan Klien Kami,” katanya.

Menurut Rohmat, itulah jalan terbaik bagi PPE untuk menjalankan roda bisnisnya agar lebih optimal lagi.

Sementara itu Direktur PPE Agus Setiawan, SH MH dalan sidang PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) menyatakan bahwa manajemen PPE akan melunasi utangnya 

“Utang para kreditor itu utang yang lama, hak mereka untuk menagih,  dan kapan PPE bayar akan dilakukan,” katanya, setelah sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 9 Mei 2021.

“Sampai sejauh ini para kreditor dapat diyakinkan bahwa potensi aset perusahaan yang dimiliki dapat menutupi utang tersebut,” katanya.

Dia juga menjelaskan, bahwa pertemuan di pengadilan ini dapat diselesaikan secara musyawarah walaupun lewat pengadilan. 

“Untuk proposal perdamaian sudah ada dalam prosedur Undang – Undang, dan berharap hari ini ada homologasi. Tetapi banyak dari para kreditor untuk meminta waktu berembuk.”

“Sedangkan laporan dari Kantor Akuntan Publik utang PPE epada kreditor kurang lebih Rp 28 miliar.”

“Saya berharap adanya perdamaian, agar bisnis dapat berjalan kembali.” Imbuh Agus Setiawan saat dicegat awak media. (tim)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Sebenatnya Pancasila Lahir untuk Siapa, Apakah untuk Mereka yang Mengaku ‘Aku Pancasila

Published

on

1 Juni 1945 Hari Lahir Pancasila. Dok. bpip.go.id

JATIM RAYA – Debat kusir soal hari lahirnya pancasila terus bergema di setiap tanggal 1 Juni. Tok! Palu sudah diketok melalui Keppres No 24 Tahun 2016. Dan, setiap tanggal 1 Juni jadi hari libur nasional.

Kontroversi tak berhenti. Perdebatan terus mengisi kolom media. Medsos lebih ramai lagi. Antar pakar berdebat dan adu argumentasi. Masing-masing mempertahankan keyakinannya sendiri. Tak apa.

Namanya juga demokrasi. Tapi, keputusan tetap ada di tangan penguasa. Penguasa berhenti, bisa juga keputusan akan berganti. Bergantung siapa yang dekat dan lebih kuat dalam berargumentasi.

Penting gak penting soal kontroversi ini. Tapi, yang jauh lebih penting adalah menjawab pertanyaan: “kapan pancasila dilaksanakan?” Ini tentu menjadi substansi.

Sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Apakah perilaku dan sikap politik kita sudah menunjukkan sikap bertuhan?

Faktanya, sejumlah ormas keagamaan dimanfaatkan untuk saling serang dan menebar kebencian.

Satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lain tak jarang dibenturkan. Ini dilakukan demi nafsu politik dan kepentingan elit.

Pages: 1 2 3 4


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending