Connect with us

POLITIK

Prabowo-Sandi Prioritaskan Pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia

Published

on

Calon Wakil Presiden RI 2019, Sandiaga Uno.

Jatimraya.com, Sampang – Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, pihaknya akan memprioritaskan lapangan kerja yang ada di dalam negeri bagi tenaga kerja Indonesia, bukan tenaga kerja asing.

“Bangsa kita masih membutuhkan penciptaan lapangan kerja, guna menekan angka pengangguran,” kata Sandi di sela-sela senam bernama emak-emak di Lapangan Wijaya Kusuma, Sampang, Madura, Jawa Timur, Rabu (2/1/2019).

Harga-harga kebutuhan bahan pokok yang terjangkau, menurut dia, akan menjadi perhatian kepemimpinan dirinya bersama Prabowo Subianto apabila nantinya ditakdirkan dan dipercaya masyarakat memimpin Indonesia untuk periode lima tahun ke depan.

Kalangan ibu di daerah itu menyambut kedatangan Sandiaga Salahuddin Uno untuk senam bersama sekaligus ingin melihat lebih dekat sosok calon wakil presiden nomor urut 02 itu.

Saat Sandi belum tiba di lokasi, peserta senam tetap antusias berada di alun-alun Wijaya.

Suasana bertambah riuh ketika Sandi tiba di lokasi pukul 08.30 WIB. Kerumunan warga mulai tak kondusif karena banyak yang ingin lebih dekat ke panggung serta tak ingin melewatkan momen tersebut dengan swafoto bareng Sandiaga Uno.

Menurut Sandi, tiada hari tanpa berolahraga karena olahraga bisa membuat setiap orang menjadi sehat.

“Sehat semuanya, dari jam berapa di sini? Sudah pada makan belum? Saya terima kasih kepada semua masyarakat Sampang, tiada hari tanpa olahraga agar Insya Allah kita sehat semua dan kita tambah rajin olahraga,” kata Sandi menyapa ratusan warga.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan pesan dari Prabowo kepada pendukungnya di Sampang agar bekerja keras bersama untuk meraih kemenangan pada Pilpres 17 April mendatang.

“Semua siap berjuang, siap memenangkan, mohon didoakan agar Prabowo-Sandi kuat, terus sehat walafiat,” ungkapnya.

Kampanye Sandiaga Uno di Sampang ini merupakan bagian dari agenda kampanye di Jawa Timur.

Sebelum ke Sampang, Madura, Sandi terlebih dahulu bersilaturrahmi ke salah satu pondok pesantren di Kabupaten Bangkalan.

Di Sampang, kedatangan Sandi sempat diprotes sekelompok warga, tapi aksi itu dibubarkan petugas. (abd)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POLITIK

Sebenatnya Pancasila Lahir untuk Siapa, Apakah untuk Mereka yang Mengaku ‘Aku Pancasila

Published

on

1 Juni 1945 Hari Lahir Pancasila. Dok. bpip.go.id

JATIM RAYA – Debat kusir soal hari lahirnya pancasila terus bergema di setiap tanggal 1 Juni. Tok! Palu sudah diketok melalui Keppres No 24 Tahun 2016. Dan, setiap tanggal 1 Juni jadi hari libur nasional.

Kontroversi tak berhenti. Perdebatan terus mengisi kolom media. Medsos lebih ramai lagi. Antar pakar berdebat dan adu argumentasi. Masing-masing mempertahankan keyakinannya sendiri. Tak apa.

Namanya juga demokrasi. Tapi, keputusan tetap ada di tangan penguasa. Penguasa berhenti, bisa juga keputusan akan berganti. Bergantung siapa yang dekat dan lebih kuat dalam berargumentasi.

Penting gak penting soal kontroversi ini. Tapi, yang jauh lebih penting adalah menjawab pertanyaan: “kapan pancasila dilaksanakan?” Ini tentu menjadi substansi.

Sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Apakah perilaku dan sikap politik kita sudah menunjukkan sikap bertuhan?

Faktanya, sejumlah ormas keagamaan dimanfaatkan untuk saling serang dan menebar kebencian.

Satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lain tak jarang dibenturkan. Ini dilakukan demi nafsu politik dan kepentingan elit.

Pages: 1 2 3 4


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Pancasila 1 Juni 1945 adalah Bagian dari Proses Menuju Kelahiran Pancasila

Published

on

JATIM RAYA – Memaksakan deklarasi Hari Lahir Pancasila itu 1 Juni 1945 adalah menciptakan ruang perdebatan.

Pancasila yang dikenal dan diakui absah oleh anak-anak hingga orang dewasa baik yang berpendidikan TK hingga Guru Besar di Perguruan Tinggi adalah Pancasila dengan rumusan saat ini

Dengan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan sila kelima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Siapapun WNI yang tidak hafal akan rumusan ini akan “dikutuk” publik.

Lahir Pancasila adalah lahirnya Pancasila “sempurna” sebagaimana yang dirumuskan final yaitu rumusan yang ditetapkan tanggal 18 Agustus1945.

Bila mundur ke aspek historis, “kaum kebangsaan” bersikeras pada rumusan dan kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945

Maka “kaum Islam” akan bersikeras pada rumusan dan kelahiran Pancasila pada tanggal 22 Juni 1945 yang dikenal degan Piagam Jakarta.

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Kapitra Ampera Ungkap Tiga Alasan Kenapa Kapolri Tidak Bisa Tarik Firli Bahuri dari KPK

Published

on

JATIM RAYA – Politisi PDI Perjuangan DR Kapitra Ampera SH MH merespons soal permintaan Indonesia Corruption Watch (ICW) atau koalisi masyarakat sipil antikorupsi, pada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menarik Ketua KPK Firli Bahuri.

Pengaduan koalisi masyarakat antikorupsi yang meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menarik Ketua KPK Firli Bahuri kembali dan diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua KPK dinilai Kapitra salah besar.

“Statemen yang menyesatkan publik. ICW wajib banyak belajar Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru,” kata Kapitra, melalui keterangan tertulis, Jumat, 28 Mei 2021.

Kapitra menyebutkan, setidaknya ada tiga alasan mengapa Kapolri tidak memiliki kewenangan untuk menarik Firli Bahuri dari jabatan Ketua KPK.

Pertama, Firli sebagai Ketua KPK bukan jabatan penugasan tetapi jabatan yang didapat melalui pemilihan dengan selektifitas yang ketat.

Dan diuji kelayakan oleh DPR dan ditetapkan oleh Presiden, sama denngan pengangkatan Kapolri, Panglima TNI dan Hakim Agung.

Kedua, jabatan Ketua KPK bukan jabatan karir kepolisian tetapi jabatan Publik

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending