Connect with us

POLITIK

Arumi Bachsin Mengaku “Ndredeg” jadi Ketua Dekranasda Jatim

Published

on

Arumi Bachsin, yang merupakan istri dari Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024 Emil Elistianto Dardak.

Jatimraya.com, Jakarta – Arumi Bachsin yang merupakan istri dari Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024 Emil Elistianto Dardak mengaku “ndredeg” (berdebar) karena dilantik sebagai Ketua Dewan Kerajinan Daerah Jawa Timur (Dekranasda Jatim).

“Perasaannya jadi ibu wakil gubernur bangga, bersyukur luar biasa, senang, tapi di satu sisi ‘ndredeg’ banget karena ketika Mas Emil dilantik, saya barusan saja dilantik jadi Ibu Ketua Dekranasda,” kata Arumi di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Pada hari ini, Presiden Joko Widodo melantik Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024.

“Menurut sejarahnya Dekranasda di Provinsi Jawa Timur, prestasinya sangat baik di bawah kepemimpinan Bude Karwo. Yang bikin ‘ndredeg’, saya bisa tidak ya? Tapi saya yakin tim Dekranasda dan pengrajin di Jawa Timur memiliki semangat yang luar biasa dan Jawa Timur sendiri memiliki modal, yaitu budaya yang kaya, alam yang kaya,” tambah Arumi.

Sehingga ia pun yakin ke depannya prestasi-prestasi yang sudah pernah diraih tersebut bisa dipertahankan dan kalau bisa menjadi lebih baik.

Arumi juga mengaku akan belajar khusus untuk memimpin Dekranasda kepada suaminya, Emil Dardak.

“Saya minta ‘private’ khusus sama Mas Emil, ini serius, ini serius. Jadi saya bilang sama Mas Emil kalau secara intelektual saya yakin suami saya jauh lebih pintar dari saya, sehingga masukan-masukan dari beliau khususnya untuk Dekranasda, mungkin ke depan PKK menjadi salah satu kuncian untuk saya,” ungkap Arumi sambil tertawa.

Namun dengan sejumlah tanggung jawab tersebut, Arumi mengaku tidak terbebani.

“Karena kapan lagi saya bisa dikasih masukan sama wagub ya kan?” tambah Arumi sambil bercanda.

Arumi juga mengaku tidak sabar untuk memulai tugas barunya tersebut.

“Beban ya diiringi semangat. Semangat sekali, sudah tidak sabar sebenarnya ingin ayo kita mau melakukan apa nih ya? Tapi bebannya lebih ke mengingat prestasi-prestasi di provinsi Jawa Timur, baik itu PKK, Dekranasda, sangat baik dan memang provinsi Jawa Timur di pusat ini dikenal menjadi salah satu provinsi yang berkontribusi dalam lomba-lomba biasanya banyak memenangkan lomba. Hal itu yang sedikit menjadi beban tapi harus dijadikan motivasi ke depannya kalau bisa dipertahankan,” jelas Arumi. (dln)


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POLITIK

Sebenatnya Pancasila Lahir untuk Siapa, Apakah untuk Mereka yang Mengaku ‘Aku Pancasila

Published

on

1 Juni 1945 Hari Lahir Pancasila. Dok. bpip.go.id

JATIM RAYA – Debat kusir soal hari lahirnya pancasila terus bergema di setiap tanggal 1 Juni. Tok! Palu sudah diketok melalui Keppres No 24 Tahun 2016. Dan, setiap tanggal 1 Juni jadi hari libur nasional.

Kontroversi tak berhenti. Perdebatan terus mengisi kolom media. Medsos lebih ramai lagi. Antar pakar berdebat dan adu argumentasi. Masing-masing mempertahankan keyakinannya sendiri. Tak apa.

Namanya juga demokrasi. Tapi, keputusan tetap ada di tangan penguasa. Penguasa berhenti, bisa juga keputusan akan berganti. Bergantung siapa yang dekat dan lebih kuat dalam berargumentasi.

Penting gak penting soal kontroversi ini. Tapi, yang jauh lebih penting adalah menjawab pertanyaan: “kapan pancasila dilaksanakan?” Ini tentu menjadi substansi.

Sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Apakah perilaku dan sikap politik kita sudah menunjukkan sikap bertuhan?

Faktanya, sejumlah ormas keagamaan dimanfaatkan untuk saling serang dan menebar kebencian.

Satu pemeluk agama dengan pemeluk agama lain tak jarang dibenturkan. Ini dilakukan demi nafsu politik dan kepentingan elit.

Pages: 1 2 3 4


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Pancasila 1 Juni 1945 adalah Bagian dari Proses Menuju Kelahiran Pancasila

Published

on

JATIM RAYA – Memaksakan deklarasi Hari Lahir Pancasila itu 1 Juni 1945 adalah menciptakan ruang perdebatan.

Pancasila yang dikenal dan diakui absah oleh anak-anak hingga orang dewasa baik yang berpendidikan TK hingga Guru Besar di Perguruan Tinggi adalah Pancasila dengan rumusan saat ini

Dengan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan sila kelima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Siapapun WNI yang tidak hafal akan rumusan ini akan “dikutuk” publik.

Lahir Pancasila adalah lahirnya Pancasila “sempurna” sebagaimana yang dirumuskan final yaitu rumusan yang ditetapkan tanggal 18 Agustus1945.

Bila mundur ke aspek historis, “kaum kebangsaan” bersikeras pada rumusan dan kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945

Maka “kaum Islam” akan bersikeras pada rumusan dan kelahiran Pancasila pada tanggal 22 Juni 1945 yang dikenal degan Piagam Jakarta.

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Kapitra Ampera Ungkap Tiga Alasan Kenapa Kapolri Tidak Bisa Tarik Firli Bahuri dari KPK

Published

on

JATIM RAYA – Politisi PDI Perjuangan DR Kapitra Ampera SH MH merespons soal permintaan Indonesia Corruption Watch (ICW) atau koalisi masyarakat sipil antikorupsi, pada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menarik Ketua KPK Firli Bahuri.

Pengaduan koalisi masyarakat antikorupsi yang meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menarik Ketua KPK Firli Bahuri kembali dan diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua KPK dinilai Kapitra salah besar.

“Statemen yang menyesatkan publik. ICW wajib banyak belajar Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru,” kata Kapitra, melalui keterangan tertulis, Jumat, 28 Mei 2021.

Kapitra menyebutkan, setidaknya ada tiga alasan mengapa Kapolri tidak memiliki kewenangan untuk menarik Firli Bahuri dari jabatan Ketua KPK.

Pertama, Firli sebagai Ketua KPK bukan jabatan penugasan tetapi jabatan yang didapat melalui pemilihan dengan selektifitas yang ketat.

Dan diuji kelayakan oleh DPR dan ditetapkan oleh Presiden, sama denngan pengangkatan Kapolri, Panglima TNI dan Hakim Agung.

Kedua, jabatan Ketua KPK bukan jabatan karir kepolisian tetapi jabatan Publik

Pages: 1 2 3


Media Indonesia Raya menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redindonesiaraya@gmail.com, dan redaksi@indonesiaraya.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending