Viral ‘Londo Ireng’ Usai Disebut Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Sejarawan Nganjuk

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMRAYA.COM – Akhir-akhir ini viral sebuah istilah yang sebenarnya telah ada sejak lama, yakni ‘Londo Ireng’.

Diksi yang lama tak terdengar itu kembali muncul ke permukaan dan ramai dibahas publik, setelah dilontarkan oleh Kepala Negara.

Lalu, apa sebetulnya makna dari diksi ‘Londo Ireng’ yang keluar saat Presiden Prabowo berpidato pada acara Harlah PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026) lalu?

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejarawan Nganjuk, Sukadi menjelaskan bahwa Londo Ireng merupakan istilah yang digunakan untuk melabeli pihak yang bekerja untuk Belanda saat penjajahan.

Menurut Sukadi, istilah tersebut bukan hanya dimaktubkan untuk pribumi yang ikut bertempur bersama pihak penjajah, melainkan juga bagi para penguasa lokal yang bekerja untuk pihak penjajah.

Humas Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk (KOTASEJUK) itu mengatakan, istilah Londo Ireng muncul saat pihak penjajah pertama kali masuk ke Indonesia.

“Secara historiografi atau alur sejarahnya istilah Londo Ireng itu muncul ketika penjajah masuk atau bangsa Eropa itu masuk ke Indonesia,” ujar Sukadi.

Saat itu, kata Sukadi, para penjajah kalah jumlah dengan pribumi sehinga memiliki siasat mendekati para penguasa daerah setempat agar mau bekerja sama membantu mereka.

Para penjajah pun memberikan berbagai fasilitas kepada para penguasa setempat agar mau membantu mereka menaklukkan bangsa Indonesia.

Lambat laun, para penguasa yang mendapatkan fasilitas-fasilitas itu menjadi jinak kepada penjajah, hingga berani melakukan penindasan kepada rakyat kecil demi keuntungan penjajah.

“Jadi Belanda dulu ketika menguasai Indonesia secara keseluruhan itu dia tidak tidak menggunakan cara dia berhadapan langsung dengan penduduk. Tapi dia memanfaatkan orang-orang pribumi,” kata Sukadi.

Atas hal iti, Sukadi menyebut bahwa istilah Londo Ireng menjadi melekat pada pihak-pihak yang berani berkhianat kepada bangsa Indonesia demi kepentingan bangsa lain.

Lantas, mengapa istilah Londo Ireng menjadi viral kembali?

Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam Halah PKB di Jakarta pada Kamis (23/7/2026) lalu, menyebut bahwa Londo Ireng masih ada di Indonesia hingga saat ini.

Presiden menyebut bahwa Londo Ireng kini menjelma menjadi wartawan, jurnalis, pengamat, dan LSM.

Sontak, pernyataan orang nomor satu di Indonesia itu mengundang berbagai reaksi masyarakat, termasuk para wartawan dan jurnalis. (mhb/alf)

Berita Terkait

PWI Nganjuk Gandeng Pemkab Gelar UKW, Pendaftaran Gratis Dibuka hingga 23 Oktober 2026
Cegah Bullying dan Radikalisme, Polresta Sidoarjo Sambangi MA Nurul Huda
Warga Puncu Kediri Tolak Rencana Kembalinya Tambang Sirtu PT EPAS
Lahan Tebu di Popoh Wonoayu Terbakar, Polisi dan Warga Cegah Api Meluas
Sidak Jembatan Candinegoro, Bupati Subandi Tekankan Kualitas dan Ketepatan Waktu
Api Bakar Lahan Kosong di Watugolong, Polsek Krian dan PMK Padamkan Kebakaran
BRI Serahkan Ambulans ke RKZ Surabaya Lewat Program BRI Peduli TJSL
HUT TNI ke-81, Sidoarjo Soroti Sinergi TNI dan Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:42 WIB

PWI Nganjuk Gandeng Pemkab Gelar UKW, Pendaftaran Gratis Dibuka hingga 23 Oktober 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Cegah Bullying dan Radikalisme, Polresta Sidoarjo Sambangi MA Nurul Huda

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Warga Puncu Kediri Tolak Rencana Kembalinya Tambang Sirtu PT EPAS

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Lahan Tebu di Popoh Wonoayu Terbakar, Polisi dan Warga Cegah Api Meluas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Sidak Jembatan Candinegoro, Bupati Subandi Tekankan Kualitas dan Ketepatan Waktu

Berita Terbaru