Inovasi Pemkab Sidoarjo Meningkat, Subandi Soroti Stunting dan Pengangguran

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 17 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMRAYA.COM – Jumlah inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo meningkat dari 262 inovasi pada 2025 menjadi 382 inovasi pada 2026. Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH, MKn, menegaskan bahwa peningkatan tersebut harus diikuti keberlanjutan program dan dampak nyata bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Subandi saat menghadiri Apresiasi Kontributor Inovasi 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (15/10/2026).

Menurut Subandi, inovasi menjadi kebutuhan dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. Perubahan pola kerja diperlukan agar program pemerintah mampu menjawab persoalan masyarakat secara efektif.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau pola kerja kita masih sama, kita harus berubah dengan inovasi,” ujarnya.

Subandi mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak menjadikan inovasi sekadar pemenuhan laporan administrasi. Setiap inovasi harus dilaksanakan secara berkelanjutan, memiliki tujuan yang jelas, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia juga menyoroti masih adanya tujuh perangkat daerah yang belum menyampaikan laporan inovasi. Karena itu, seluruh OPD diminta meningkatkan komitmen dalam mengembangkan dan melaporkan inovasi sesuai ketentuan.

Dalam kesempatan tersebut, Subandi turut menyoroti sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Sidoarjo yang masih membutuhkan perhatian.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 6,49 persen, sedangkan angka kemiskinan berada di level 4,40 persen.

Selain itu, angka stunting dilaporkan meningkat dari 8,4 persen menjadi 10,6 persen. Sementara itu, indeks lingkungan tercatat sebesar 62,37.

Menurut Subandi, kondisi tersebut membutuhkan langkah konkret dan inovasi yang mampu menjawab persoalan pembangunan secara terukur.

Ia meminta seluruh OPD mengevaluasi program yang berjalan sekaligus memperkuat koordinasi agar inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada konsep, tetapi benar-benar mendukung penyelesaian masalah di lapangan.

Di sektor pendidikan, Subandi secara khusus meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo mengevaluasi pelaksanaan Out Door Learning (ODL) 2026.

Ia meminta kegiatan tersebut dihentikan sementara karena dinilai berpotensi menimbulkan persoalan di lingkungan sekolah maupun di kalangan orang tua siswa.

Evaluasi diperlukan agar pelaksanaan program pendidikan mempertimbangkan kesiapan sekolah, kepentingan peserta didik, serta komunikasi dengan orang tua.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan program yang dijalankan memberikan manfaat dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

Selain sektor pendidikan, penanganan stunting menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo. Subandi meminta upaya penurunan stunting dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan.

Pihak yang diminta terlibat meliputi Dinas Kesehatan, perangkat daerah yang menangani urusan keluarga berencana (KB), pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah desa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk memperkuat program penanganan stunting sesuai kewenangan dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat intervensi di tingkat masyarakat, sehingga penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Peningkatan jumlah inovasi dari 262 menjadi 382 pada 2026 menjadi salah satu indikator berkembangnya inisiatif di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Namun, Subandi menegaskan bahwa keberhasilan inovasi tidak cukup diukur dari jumlah program, melainkan juga dari kesinambungan pelaksanaan dan manfaatnya bagi masyarakat. (as)

Berita Terkait

Bupati Subandi Apresiasi Senada Fest Fatayat NU, Dorong Perempuan Berkarya untuk Sidoarjo
BRI Surabaya Kusuma Bangsa Perkuat Kedekatan dengan Nasabah di Harpelnas 2026
Syarikat Islam Gelar Kongres ke 42 di Surabaya
Peduli Kesehatan Warga, PT IMLI Gelar Bakti Sosial di Pasuruan
Lutfil Hakim Daftar Ketua PWI Jatim, Dwi Eko Kembali Bidik Ketua DKP
“Taretan Dhibik”: Alasan Ketua PWI Pamekasan Enggan Nyalon Ketua PWI Jatim dan Pilih Dukung Cak Item
Polsek Sukodono Tindaklanjuti Aduan Sabung Ayam, Petugas Tak Temukan Aktivitas
PWI Jatim Buka Pendaftaran Calon Ketua dan DKP Periode 2026–2031

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Inovasi Pemkab Sidoarjo Meningkat, Subandi Soroti Stunting dan Pengangguran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Bupati Subandi Apresiasi Senada Fest Fatayat NU, Dorong Perempuan Berkarya untuk Sidoarjo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:28 WIB

BRI Surabaya Kusuma Bangsa Perkuat Kedekatan dengan Nasabah di Harpelnas 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Syarikat Islam Gelar Kongres ke 42 di Surabaya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:16 WIB

Peduli Kesehatan Warga, PT IMLI Gelar Bakti Sosial di Pasuruan

Berita Terbaru