Menko PMK Muhadjir: Yogyakarta Bisa Jadi Pusat Kenalkan Sejarah Muhammadiyah

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 18 November 2023 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Muhadjir hadiri Munas 1 Jaringan Wisata Muhammadiyah (JWM) di Yogyakarta.

Menko Muhadjir hadiri Munas 1 Jaringan Wisata Muhammadiyah (JWM) di Yogyakarta.

JATIMRAYA.COM, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) sekaligus Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy mengatakan, pengelolaan wisata Muhammadiyah harus menerapkan asas inklusivitas.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Inklusivitas yang dimaksudnya adalah menerima perubahan dan perkembangan zaman serta melihat berbagai peluang yang ada tanpa melihat unsur keorganisasian.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pidato kunci pada kegiatan Musyawarah Nasional 1 Jaringan Wisata Muhammadiyah (JWM) di SM Tower, DI Yogyakarta, pada Jumat (17/11/2023).

“Perlu ada renungan mendalam terutama berkaitan dengan mengembangkan industri pariwisata Muhammadiyah. Muhammadiyah harus inklusif, jangan hanya menyediakan industri wisata untuk anggota Muhammadiyah,” ujarnya.

Muhadjir menuturkan, salah satu hal yang bisa dikembangkan dalam wisata Muhammadiyah adalah membangun situs rekam jejak founding father Muhammadiyah K.H Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Yogyakarta.

Menurutnya, situs rekam jejak perjuangan pendirian organisasi Muhammadiyah yang dilakukan oleh K.H Ahmad Dahlan bisa menjadi objek wisata religi yang sangat besar manfaatnya untuk edukasi masyarakat luas.

Dia mengatakan, Yogyakarta bisa menjadi pusat dalam mengenalkan sejarah Muhammadiyah pada masyarakat luas.

“Kauman situs Muhammadiyah kalau bisa harus ada rekonstruksi besar-besaran di Kauman. Di mana Kyai Dahlan melaksanakan salat, musholla, kemudian di mana beliau suka wudu, di mana dia tidurnya, kemudian ziarah makam, situs tempat momen Kiyai Dahlan dan Assabiqunal Awwalun,” ucap Muhadjir.

Menurut Muhadjir, Muhammadiyah harus lebih inklusif dan terbuka dengan perubahan. Di mana juga termasuk melakukan pembiasaan terhadap salawat, ziarah makam, yang juga bisa menjadi potensi wisata Muhammadiyah. Dan dia juga mengatakan Muhammadiyah tidak boleh mengkotak-kotakan dalam hal pariwisata.

“Harus ada keberanian untuk lebih inklusif. Saya bayangkan kalau itu dibuka lebih inklusif sensitif terhadap perubahan inovasi,” ucapnya.

Dalam hal ini, Menko PMK juga mendorong agar anak-anak muda Muhammadiyah bergerak dan bisa menekuni dunia pariwisata untuk kesjahteraan masyarakat Muhammadiyah.

“Talent scouting anak muda dari Muhammadiyah untuk menekuni dunia bisnis pariwisata. Karena ke depan green economy backbonenya industri wisata,” ungkapnya.

Muhadjir mengatakan, kedepannya industri pariwisata akan sangat strategis. Karenanya dia meminta ke depannya Muhammadiyah bisa terus memperkuat pariwisata dana melihat peluang yang ada.

“Saya rasa ini sangat strategis. Ada sesuatu yang sangat esensial untuk memperkuat posisi Muhammadiyah ke depan. Harus inklusif. Kalau ga perlu dikit-dikit Muhammadiyah. Harus lebih banyak inklusif dan profit. Social enterprise,” imbuh Muhadjir.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua Badan Pengurus Pusat Jaringan Wisata Muhammadiyah (JWM) Muhsin B Thoyib Arbas, Ketua Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Riyanto Sofyan, Jajaran Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan jajaran PWM DIY. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Keistimewaan Puasa Asyura
Meritokrasi Membuahkan Spanyol yang Hebat
Menjadi Pemimpin yang Baik
Kematian Afif Maulana, Prof. Adrianus Meliala: Pihak Keluarga Tidak Terima Karena Kematian Korban Dianggap Tidak Wajar
Teluk Hijau Banyuwangi Berikan Keindahan Alam Hingga flora dan fauna yang unik
Istana Bukit Serene Simbol Kekuatan Sejarah dan Keindahan Arsitektur di Johor Bahru
Pantai Pulau Merah Salah Satu Destinasi Wisata favorit Bagi Para Penggemar Selancar
Taman Nasional Baluran Tawarkan Pemandangan Savana yang Mirip dengan Afrika
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 10:57 WIB

Tindak Pidana Perdagangan Orang, 50 WNI Dikirim ke Australia untuk Dijadikan Pekerja Seks Komersial

Rabu, 24 Juli 2024 - 09:06 WIB

18 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur, NTT dan NTB Alami Kekeringan, Kurang Hujan dengan Kategori Ekstrem

Jumat, 19 Juli 2024 - 10:41 WIB

Menko PMK Muhadjir Effendy: Keutuhan Bangsa Negara Sangat Ditentukan Ibu dan Anak

Rabu, 17 Juli 2024 - 10:17 WIB

Kejaksaan Agung Periksa 3 Orang Saksi Termasuk Ditjen Bea Cukai dalam Kasus Importasi Gula PT SMIP

Senin, 15 Juli 2024 - 20:31 WIB

Di Forum Muhammadiyah, LaNyalla Sampaikan Pentingnya Tekad Bersama Hadapi Tantangan ke Depan yang Lebih Berat

Senin, 15 Juli 2024 - 13:07 WIB

Menko Muhadjir Berikan Apresiasi Terhadap Keberhasilan Pasar Yosomulyo Pelangi

Senin, 15 Juli 2024 - 09:00 WIB

Ada Insiden Penembakan Donald Trump, Begini Respons Istana Jakarta Terkait Pengamanan Presiden Jokowi

Kamis, 11 Juli 2024 - 12:05 WIB

Kemenko PMK Prof Warsito Tekankan Pemerintah Daerah dan Stakeholders Perkuat Peran Fungsi Museum

Berita Terbaru