Polemik SK dan Surat Rekomendasi Memicu Kericuhan di Konferda GMNI Jatim

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 6 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Rekomendasi.

Surat Rekomendasi.

JATIMRAYA.COM – Konferensi Daerah (Konferda) Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Jawa Timur di Nganjuk berubah menjadi panggung benturan ideologi dan kekerasan. Perlakuannya jauh dari asas akademis, forum musyawarah ini justru diwarnai dugaan infiltrasi partai politik dan aksi represif terhadap kader yang menyuarakan kebenaran.

​Kericuhan dipicu oleh beredarnya Surat Rekomendasi Nomor: 01/SR/DPC.GMNI-MALANGRAYA/IX/2026 yang mengusung nama Mohammad Kelvin Arisudin Akbar, S.H. sebagai Calon Ketua dan Michael Purnomo, S.H. sebagai Calon Sekretaris DPD GMNI Jawa Timur. Dokumen vital organisasi mahasiswa ini terbukti cacat hukum dan menabrak aturan dasar independensi kader.

​Pasalnya, surat rekomendasi tersebut ditandatangani oleh Danang Prawito, S.H. selaku Sekretaris DPC GMNI Malang Raya. Padahal, Danang Prawito merupakan pengurus aktif partai politik yang menduduki jabatan struktural sebagai Wakil Sekretaris Bidang Internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kejanggalan tidak berhenti di situ. Penelusuran kader mengungkap munculnya “SK Siluman” dari DPP GMNI yang mendadak menaungi pengurus partai politik untuk dilegalkan sebagai pengurus cabang GMNI. Skenario penyeragaman dukungan ini langsung memantik protes keras dari DPC GMNI Jember yang menolak keras organisasi dipolitisasi dan digadaikan kepada partai.

​”GMNI ini organisasi gerakan mahasiswa, bukan underbouw apalagi alat transaksional partai politik! Bagaimana mungkin seorang pengurus aktif DPC PDIP Tulungagung seperti Danang Prawito masih memegang SK dan menandatangani rekomendasi resmi calon pimpinan DPD? Ini jelas pelecehan terhadap AD/ART dan marwah organisasi,” tegas Ketua DPC GMNI Jember di tengah memanasnya suasana forum.

​Namun, alih-alih meletakkan AD/ART dan hukum organisasi sebagai panglima dalam persidangan, ajakan dialog dan interupsi kritis dari DPC GMNI Jember justru dijawab dengan aksi brutal.

​Ketua DPC GMNI Jember dihantam, dipukuli, dan diusir secara paksa dari arena Konferda oleh sekelompok oknum yang berupaya mengamankan jalan pasangan calon bermasalah tersebut.

​”Saat kami mempertanyakan keabsahan SK siluman dan intervensi partai ini secara teratur di persidangan, kami malah dihantam fisik. Saya dipukuli dan diseret keluar arena hanya karena kami menolak membisu melihat independensi GMNI dihancurkan demi syahwat kekuasaan kelompok tertentu,” ungkapnya usai insiden pemukulan tersebut.

​Aksi pemukulan dan pengusiran ini menjadi catatan kelam demokrasi di tubuh GMNI, menunjukkan betapa marwah perjuangan mahasiswa dihancurkan demi memuluskan syahwat kekuasaan yang disokong elit partai. (as)

Berita Terkait

BRI Serahkan Ambulans ke RKZ Surabaya Lewat Program BRI Peduli TJSL
HUT TNI ke-81, Sidoarjo Soroti Sinergi TNI dan Masyarakat
Viral Dugaan Arena Judi Sabung Ayam, Polsek Waru Langsung Bongkar Lokasi
Akses dari Tol HK ke Jabon Sempit, Bupati Subandi Dorong Pelebaran Jalan
Flyover Gedangan Bakal 6 Lajur, Antisipasi Macet 30 Tahun ke Depan
Sukses Pukau Penonton, Gita Loka Giga Gemilang SDN Bugih 3 Jadi Semarakkan Festival Drumband
Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Sukodono Cek Pertumbuhan Jagung di Kebonagung
Viral Judi Sabung Ayam di Berbek Sidoarjo, Polsek Waru Tindaklanjuti Aduan Warga

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:55 WIB

BRI Serahkan Ambulans ke RKZ Surabaya Lewat Program BRI Peduli TJSL

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:52 WIB

HUT TNI ke-81, Sidoarjo Soroti Sinergi TNI dan Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Viral Dugaan Arena Judi Sabung Ayam, Polsek Waru Langsung Bongkar Lokasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Akses dari Tol HK ke Jabon Sempit, Bupati Subandi Dorong Pelebaran Jalan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Flyover Gedangan Bakal 6 Lajur, Antisipasi Macet 30 Tahun ke Depan

Berita Terbaru