EBITDA MBMA Naik 22% di 9M 2025, Operasi Nikel Terintegrasi Makin Solid

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMRAYA.COM – PT Merdeka Battery Materials Tbk (BEI: MBMA) mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid sepanjang sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025 (9M 2025). Di tengah dinamika operasional industri nikel, MBMA berhasil membukukan peningkatan keuntungan dan penguatan fondasi bisnis nikel terintegrasi, dengan fokus pada penciptaan nilai dan efisiensi biaya.

Sepanjang 9M 2025, Perseroan meraih pendapatan sebesar US$935 juta, sementara EBITDA meningkat 22 persen menjadi US$140 juta, mencerminkan ketahanan margin dan disiplin operasional yang konsisten.

Dalam sembilan bulan pertama 2025, Tambang Nikel SCM (Sulawesi Cahaya Mineral) mencatat produksi 14,5 juta ton bijih nikel, tumbuh 68 persen secara tahunan (YoY). Kenaikan ini didorong oleh lonjakan produksi limonit sebesar 48 persen dan saprolit sebesar 135 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski menghadapi tantangan eksternal seperti penerapan mandatori bahan bakar B40 dan kenaikan tarif royalti, MBMA mampu menjaga margin bijih nikel. Hal ini dicapai melalui efisiensi biaya dan disiplin operasional, dengan biaya kas tetap sesuai panduan, yakni di bawah US$25 per wmt untuk saprolit dan US$13 per wmt untuk limonit.

Selama 9M 2025, fasilitas smelter Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) MBMA memproduksi 52.863 ton Nickel Pig Iron (NPI), turun 17 persen YoY akibat pemeliharaan terjadwal. Kendati demikian, MBMA mencatat margin NPI yang kuat sebesar US$1.866 per ton nikel (tNi).

Kinerja ini ditopang oleh meningkatnya pasokan bijih internal serta optimalisasi sumber energi terintegrasi. Saat ini, 80 persen bijih nikel untuk RKEF berasal dari Tambang SCM, meningkat signifikan dari 48 persen pada 9M 2024.

Pada Oktober 2025, MBMA juga kembali memulai produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) setelah memperoleh kontrak dengan ketentuan ekonomi yang lebih kompetitif. Sebelumnya, produksi HGNM dihentikan sementara pada Maret 2025 sebagai langkah strategis untuk memprioritaskan produk NPI dengan margin lebih tinggi.

Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk, Teddy Oetomo, menegaskan bahwa kinerja 9M 2025 mencerminkan strategi Perseroan yang berorientasi pada nilai.

“Kinerja ini menegaskan fokus MBMA pada penciptaan nilai, bukan semata peningkatan volume. Perbaikan margin NPI dan biaya kas menunjukkan manfaat dari model terintegrasi penambangan hingga pengolahan,” ujarnya.

MBMA terus berinvestasi pada proyek pertumbuhan strategis, khususnya pengembangan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) yang terintegrasi dengan mitra global industri baterai. PT ESG New Energy Material dan PT Meiming saat ini telah berproduksi menggunakan Feed Preparation Plant (FPP) di kawasan IMIP.

Produksi HPAL diproyeksikan meningkat setelah FPP dan infrastruktur pipa dari Tambang SCM mulai beroperasi pada kuartal IV 2025 (4Q25). Sementara itu, pembangunan pabrik HPAL PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) berkapasitas 90.000 ton per tahun terus berjalan, dengan target komisioning lini pertama pada pertengahan 2026.

Selain itu, proyek Acid Iron Metal (AIM) yang dioperasikan PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) juga menunjukkan progres signifikan. Proses komisioning pabrik klorida dan katoda tembaga telah memasuki tahap akhir, dengan seluruh fasilitas utama ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2025.

Teddy Oetomo menambahkan, MBMA akan terus memperkuat margin, mempercepat hilirisasi, dan menjaga ketahanan keuangan.

“Dengan likuiditas yang solid, daya saing biaya yang terus membaik, serta jalur pertumbuhan jangka panjang yang selaras dengan transisi energi global, MBMA berada pada posisi yang kuat untuk menciptakan imbal hasil berkelanjutan,” pungkasnya. (rif)

Berita Terkait

Peringati Hari Pangan Sedunia, Sidoarjo Jaga Stabilitas Harga Pangan
Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
SARI ROTI Gelar Go To School di Ponorogo, Hadirkan Lomba Mewarnai hingga Kreasi Roti
BRI Surabaya Perkuat Digitalisasi UMKM melalui Fasilitas WiFi di Pasar Keputran
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
Bisnis Tetap Jalan, Keluarga Tetap Aman: 5 Langkah Finansial untuk Pemilik Usaha

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Sidoarjo Jaga Stabilitas Harga Pangan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:39 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:12 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:11 WIB

SARI ROTI Gelar Go To School di Ponorogo, Hadirkan Lomba Mewarnai hingga Kreasi Roti

Berita Terbaru