Ratapan Kelas Menengah

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 12 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Hadipras

JATIMRAYA.COM – Aku duduk di kursi plastik warung tegal
menghitung nasi sepiring, tempe goreng sepotong
dan segelas teh panas yang sudah diaduk empat kali
supaya rasa manisnya merata—seperti janji para politikus

Ada cicilan rumah yang terus menagih
padahal rumah itu hanya jadi tontonan tetangga
karena aku berangkat pagi pulang malam
cuma bisa memandangnya dari luar, seperti memandang layar televisi

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apakah ini hidup?”
tanyaku pada dompet yang semakin kurus
“Atau hanya sekadar tidak mati?”

Anakku minta seragam baru
istriku mengganti beras dengan jagung
ibuku berhenti berobat ke puskesmas
katanya, “Biar Tuhan yang memulihkan”

Di minimarket, ibu-ibu saling berpandangan
lalu diam-diam menyembunyikan telur di keranjang
satpam melihat, tapi ikut-ikut diam
karena perutnya juga ikut berbicara

Di stasiun kereta, karyawan berdasi tidur berdiri
mimpinya jatuh terus ke dalam lubang KPR
Bangun-bangun, kereta sudah lewat
seperti masa mudanya

Wahai para ekonom dengan grafik melambung
coba tukar diplomasimu dengan segenggam beras
rasakan bagaimana rasanya bertahan
padahal berhenti bernapas pun kadang terasa lebih menguntungkan

Maka kubilang, ini bukan hidup
ini puisi yang gagal mencari rima
ini lagu yang putus di tengah nada
ini roti yang sudah berjamur
tapi masih juga dimakan

Karena memang ada hidup
tapi rasanya tanpa kehidupan.

Berita Terkait

Adu Domba: Racun dalam Bungkus Manajemen Konflik
KUWALAT DI PELATARAN TAMBAKBERAS: Membaca Tanggung Jawab Kosmis Rais Aam dan Muktamirin
Ketika Arkana III Bertemu Arkana 0: Rekonstruksi Takdir Gus Gudfan di Tengah Kegelapan Muktamar
Ketika Langit Nusantara Bergetar: Membaca Aksara Semesta di Ambang 27 Agustus 2026
Mutilasi Kemasan Konstitusional
Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan
Menjelang Muktamar: Bencana, Syahwat Kekuasaan, dan Kebutaan Spiritual Kita
Perang Hibrida dan Kerentanan Indonesia: Ancaman dari Wilayah Abu-Abu

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Adu Domba: Racun dalam Bungkus Manajemen Konflik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Ketika Arkana III Bertemu Arkana 0: Rekonstruksi Takdir Gus Gudfan di Tengah Kegelapan Muktamar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:04 WIB

Ketika Langit Nusantara Bergetar: Membaca Aksara Semesta di Ambang 27 Agustus 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Mutilasi Kemasan Konstitusional

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Menembus Kefanaan Eksistensial: Suluk Sunyi, Ilusi Kesalehan, dan Rahasia Kebermanfaatan Diri dalam Cermin Para Kekasih Tuhan

Berita Terbaru

Lifestyle

Adu Domba: Racun dalam Bungkus Manajemen Konflik

Rabu, 26 Agu 2026 - 11:40 WIB