YLKI Gelar Dialog Publik Sinergitas Sektor Transportasi dan Energi dalam Pengendalian Udara di Indonesia

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 24 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMRAYA.COM, Isu perlindungan konsumen tidak bisa dipisahkan dengan isu lingkungan global. Kedua isu ini bak sekeping mata uang. Sebab pola dan perilaku konsumsi konsumen, berdampak terhadap lingkungan khususnya di sektor energi dan transportasi.

Mengacu pada fenomena tersebut, YLKI telah melakukan dialog publik pada Kamis, 23/11/23, dengan tajuk: Sinergitas Sektor Transportasi dan Energi dalam Pengendalian Pencemaran Udara di Indonesia, khususnya di Medan, Semarang, Yogyakarta, Makasar dan Denpasar. Dialog publik dilakukan secara daring dan disiarkan langsung oleh Radio KBR, dan direlai oleh ratusan jaringaan radio di daerah.

Adapun nara sumber dalam dialog publik yakni Direktur Pengendalian dan Pencemaran Udara KLHK Lukmi, GM PLN Indonesia Power PLTU Suralaya Irwandi Lubis, Ketua KPBB Ahmad Syafrudin, dan, Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dialog publik juga diikuti oleh para Kadis SKPD, bloger, pers mahasiswa, ormas, LPKSM/LSM, jurnalis, konsumen, dan influencer muda.

Adapun poin-poin yang menjadi sorotan dalam dialog publik yakni:

  1. Dialog publik ini dilakukan untuk memberikan satu dukungan pada isu Net Zero Emission (NZE) 2060. Sektor transportasi dan sektor energi tentu berperan signifikan untuk mewujudkan program Net Zero Emission.
  2. Persoalan polusi udara tidak bisa diselesaikan secara sektoral saja, tapi harus sinergis, dari sisi hulu (energi) dan sisi hilir, yakni transportasi.
  3. Di sektor ketenagalistrikan keberadaan PLTU juga patut disorot, sebab PLTU juga menjadi obyek yang berkontribusi terhadap produksi emisi gas buang.
  4. Kelaikan emisi pada kendaraan juga sangat penting. Sehingga dipastikan kendaraan yang mengaspal di jalan raya, adalah kendaraan yang telah lulus uji emisi.
  5. Kualitas BBM yang dipakai ranmor pribadi harus kompatibel dengan jenis kendaraannya, baik demi lingkungan, atau manfaat bagi mesin kendaraannya.
  6. Pemerintah juga diingatkan terkait gugatan publik citizens law suit, yang memutuskan pemerintah tlh melakukan perbuatan melawan hukum dalam hal pencemaran udara oleh Hakim MA. Oleh karena pemerintah, Presiden RI dkk, dimandatkan untuk memperbaiki kualitas udara di Indonesia.

Untuk perbaikan kualitas udara di Indonesia, khususnya di Medan, Semarang, Yogya, Bali dan Makasar adalah sbb:

  1. Mentradisikan menggunakan angkutan umum untuk mobilitas sehari-hari. Oleh karena itu Pemda/Pemkot didorong untuk memperbaiki dan merevitalisasi sarana angkutan umum di daerahnya.
  2. Agar kendaraan pribadi didorong/diwajibkan menggunakan jenis bahan bakar yg kualitas baik, minimal standar Euro 2, dan paling ideal adalah Standar Euro 4.
  3. Pemerintah didorong untuk memproduksi BBM yang ramah lingkungan dengan harga yang lebih rasional. Sebab selama ini BBM yang lebih bersih harganya dianggap masih mahal.
  4. Guna mewujudkan harga yang lebih terjangkau pada BBM ramah lingkungan, diperlukan subsidi/insentif. Oleh karena itu, sebaiknya subaidi BBM eksisting yang saat dilekatkan pada pertalite solar sebesar Rp 67 triliun, bisa dimigrasikan pada BBM yg lebih ramah lingkungan tersebut. Dengan demikian ada dua manfaat, yakni harga BBM-nya akan lebih terjangkau, dan kualitas BBM-nya lebih baik.
  5. Menggalakkan uji emisi bagi kendaraan bermotor, dan bahkan perlu adanya sanksi atau tilang emisi bagi kendaraan yang terbukti tidak lulus uji emisi.
  6. Menginisiasi kendaraan listrik, baik untuk pribadi, atau utk angkutan umum. Namun kendaraan listrik belum begitu menarik bagi konsumen krn harganya mahal, pelayanan purna jual belum jelas, belum cukup bengkel, dan biaya penggantian batere masih mahal.
  7. Diperlukan kebijakan transisi energi untuk mengurangi polusi, sebab migrasi ke produk energi yang baru dan terbarukan tidak bisa tiba-tiba. Memang masih energi fosil tapi setidaknya energi fosil yang rendah emisinya. Sebab tak mungkin menghapus energi fosil jika tak ada penggantinya yang andal dan terjangkau. Termasuk mereposisi PLTU, tapi harus ada pengganti PLTU yang aksesibiltasnya baik, harganya terjangkau, dan andal.
  8. Secara terus menerus melakukan edukasi pada generasi milenial agar gemar menggunakan angkutan umum untuk menunjang aktivitasnya. Sebab presentase generasi milenial yang menggunakan angkutan umum masih sangat minim. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Teken MoU, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas untuk Menjaga Ketahanan Nasional
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Lestarikan Budaya Jawa, Purwakanthi Gelar Pementasan Prasadha Hambeksa Abhirama
Perkuat Digitalisasi Organisasi, PWI Pusat Resmi Launching Website pwi.or.id
Dukung Gus Kikin Pimpin PBNU, Lora Hasyim Tekankan Harapan untuk Warga Nahdliyin
Kredit UMKM Melambat, Achsanul Qosasi Dorong BI Perkuat Transmisi Kebijakan ke Tingkat Bawah

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Teken MoU, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas untuk Menjaga Ketahanan Nasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Lestarikan Budaya Jawa, Purwakanthi Gelar Pementasan Prasadha Hambeksa Abhirama

Berita Terbaru