Masyarakat Perlu Waspadai Potensi Cuaca Ekstrim di Wilayah Jatim

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 27 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas saat bersihkan pohon tumbang akibat hujan lebat disertai angin di Sidoarjo.

Petugas saat bersihkan pohon tumbang akibat hujan lebat disertai angin di Sidoarjo.

JATIMRAYA.COM – Fenomena hujan es disertai dengan angin puting beliung yang terjadi di wilayah tengah Kota Sidoarjo, pada Senin (26/2), menyebabkan pohon tumbang di beberapa kawasan. Sesuai dengan prakiraan cuaca oleh BMKG untuk periode 26 Februari hingga 3 Maret 2024, masyarakat perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrim hingga bencana hidrometeorologi.

 

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan mengatakan saat ini wilayah Jawa Timur sedang berada pada puncak musim hujan, salah satunya di Kabupaten Sidoarjo.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masyarakat kami himbau untuk berhati-hati dalam berkendara karena jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang ketika hujan lebat berlangsung,” jelasnya.

 

Taufiq menambahkan agar masyarakat bisa memanfaatkan citra radar cuaca WOFI (Weather Observation and Forecast Integrated) untuk memantau kondisi cuaca terkini yang bisa diakses melalui website stamet-juanda.bmkg.go.id serta cek sosial media @infobmkgjuanda secara berkala.

 

Taufiq mengimbau masyarakat segera berlindung di dalam bangunan yang kokoh, apabila mendapati awan hitam gelap dan angin kencang. “Sehingga kalau kita melihat itu kok awannya sudah gelap ini sebaiknya kita mencari perlindungan. Paling aman ya di dalam bangunan yang kokoh. Jangan di bawah pohon. Karena juga akan terjadi, antar-awan itu kan juga bisa terjadi kilat petir ya. Nah kalau di bawah pohon kan bisa kita terkena. Jadi lebih baik berlindung di tempat yang aman di dalam rumah, di dalam gedung yang kokoh,” imbuhnya.

Dalam kondisi darurat bencana, Call Center 112 siaga dengan adanya panggilan telepon yang melaporkan kejadian angin puting, hujan lebat, pohon tumbang, dan banjir.

Retno, petugas call center 112 mengatakan dalam waktu 2 hari, pada Senin (26/2) hingga Selasa (27/2) ada 10 panggilan masuk terkait darurat bencana.

“Yang kami terima adalah laporan pohon tumbang. Dan alhamdulillah tim dari BPBD, PMI, dan Satpol PP Sidoarjo gerak cepat merespon laporan”, terangnya.

Untuk warga Sidoarjo, tetap berhati-hati dan stay safe semuanya. Jangan lupa segera hubungi 112 jika menemui kejadian gawat darurat. 112 Sidoarjo gratis! untuk Sidoarjo gemilang. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Badri Khumaini Siap Maju Ketua GP Ansor Pamekasan, Usung Penguatan Kaderisasi
Dari Loper Koran ke Tanah Suci, Perjalanan Haji Syaiful Anam Mengharukan
RSUD Dolopo Luncurkan Mobil Jawara, Layanan Antar Pasien Pulang Gratis
Di Hadapan Ulama dan Relawan, Anies Baswedan Tegaskan Perjuangan Belum Selesai
UMKM Sidoarjo Kurang Diminati, Bupati Subandi Minta Sekolah Berpihak pada Produk Lokal
Pelajar SMKN di Magetan Tewas di Sungai Ngujur, Diduga Terjerat Hutang Judi Online
The Creative Expedition Behind the Series: SMP Al Muslim Jawa Timur Eksplorasi Animasi dan Dubbing di Mocca Studio
Sidoarjo Jadi Pusat Transformasi AI, Garuda AI Summit 2026 Libatkan ASN dan UMKM

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:18 WIB

Badri Khumaini Siap Maju Ketua GP Ansor Pamekasan, Usung Penguatan Kaderisasi

Minggu, 26 April 2026 - 16:24 WIB

Dari Loper Koran ke Tanah Suci, Perjalanan Haji Syaiful Anam Mengharukan

Sabtu, 25 April 2026 - 16:36 WIB

RSUD Dolopo Luncurkan Mobil Jawara, Layanan Antar Pasien Pulang Gratis

Sabtu, 25 April 2026 - 10:20 WIB

Di Hadapan Ulama dan Relawan, Anies Baswedan Tegaskan Perjuangan Belum Selesai

Jumat, 24 April 2026 - 21:49 WIB

UMKM Sidoarjo Kurang Diminati, Bupati Subandi Minta Sekolah Berpihak pada Produk Lokal

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB

Nasional

KLH Diminta Tindak Ilegal Smelter PT TPA di Karawang

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:37 WIB