Wabup Mimik Idayana Soroti Penyebab Banjir Saat Tinjau Pekerjaan Jalan di Wonoayu

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMRAYA.COM – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, melakukan sidak terhadap pekerjaan pemeliharaan jalan di ruas Suko–Sumberejo, Kecamatan Wonoayu, Rabu (8/4/2026), di mana dalam sidak tersebut ia menyoroti kualitas pekerjaan jalan sekaligus kondisi drainase yang dinilai bisa menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah tersebut.

Dalam dialog langsung dengan satgas jalan Dinas PUBMSDA Kabupaten Sidoarjo, Mimik Idayana mempertanyakan spesifikasi pekerjaan yang seharusnya memiliki ketebalan tertentu sebelum dan sesudah pemadatan serta menyampaikan bahwa ketebalan lapisan aspal telah memenuhi standar.

Ia menegaskan bahwa ketebalan aspal jalan tersebut telah sesuai standar yaitu mulai dari 3 cm dan lapisan aspal telah sesuai yaitu menggunakan batu gragal, lapen dan aspal hotmix, serta mengingatkan agar kualitasnya tidak sampai kurang karena akan berdampak pada daya tahan jalan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengingatkan pengguna jalan agar kendaraannya yang melintas disesuaikan dengan kelas jalan dan tonasenya. Selain kualitas aspal, Mimik Idayana juga menyoroti sistem drainase yang dinilai tidak berfungsi optimal, serta menemukan sejumlah saluran air yang tertutup urukan dan pengecoran tanpa mempertimbangkan aliran air.

Ia menyampaikan bahwa jika saluran air tertutup seperti itu, maka air tidak memiliki jalur aliran dan hal tersebut dapat menyebabkan banjir.

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta pemerintah desa dan pihak terkait untuk lebih serius dalam merencanakan pembangunan infrastruktur, khususnya terkait sistem drainase, serta menegaskan bahwa pembangunan jalan harus terintegrasi dengan perencanaan saluran air agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Ia menegaskan agar penanganan saluran air diprioritaskan terlebih dahulu karena pembangunan jalan tidak akan efektif jika tetap terjadi banjir, serta menyampaikan bahwa perencanaan harus jelas mencakup arah aliran air, panjang saluran, dan titik akhirnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menutup saluran air secara sembarangan karena hal tersebut memperparah kondisi banjir, serta menyampaikan bahwa pembangunan tetap diperbolehkan selama dilengkapi dengan bak kontrol agar perawatan saluran tetap mudah dilakukan.

Selain itu, Mimik Idayana juga meminta evaluasi terhadap ketinggian jalan dengan perhitungan matang agar tidak berdampak pada rumah warga di sekitarnya.

Sidak tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memastikan kualitas pembangunan infrastruktur sekaligus mengatasi persoalan banjir, serta ia berharap melalui perencanaan yang terintegrasi dan pengawasan yang ketat, pembangunan jalan ke depan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026, total panjang jalan kabupaten mencapai ± 1035,23 km, dengan kondisi sebagai berikut:

‎- Jalan kondisi baik: 62,81%

‎- Jalan kondisi sedang: 33,11%

‎- Jalan kondisi rusak ringan: 3,21%

‎- Jalan kondisi rusak berat: 0,87%

Analisis terhadap kerusakan jalan menunjukkan beberapa indikator kunci:

‎1. Volume Kendaraan Berat Rata-rata kendaraan berat yang melintas di ruas tertentu mencapai [xx] kendaraan/hari Persentase kendaraan overloading diperkirakan [xx]% (Dishub)

‎2. Titik Genangan / Drainase Terdapat [xx] titik rawan genangan yang berdampak langsung terhadap kerusakan jalan

‎3. Usia Jalan Sekitar [xx]% ruas jalan telah melampaui umur rencana teknis (> [xx] tahun) (Belum ada kajian)

‎4. Aduan Masyarakat Sepanjang tahun 2026, tercatat 316 aduan terkait jalan rusak melalui kanal pengaduan publik

Upaya Penanganan yang Telah Dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah melakukan langkah konkret, antara lain:

‎- Perbaikan jalan sepanjang [xx] km pada tahun 2026

‎1. Subkegiatan Pemeliharaan Rutin Jalan : target 50 Km

‎2. Subkegiatan Pembangunan Jalan : target 1 Km

‎3. Subkegiatan Rekonstruksi Jalan : target 7 Km

‎- Alokasi anggaran infrastruktur jalan sebesar Rp 355.429.091.629 miliar

‎- Penanganan cepat (patching) pada 43 titik jalan rusak

‎- Peningkatan jalan dengan konstruksi beton (rigid pavement) di ruas strategis sepanjang 6,661 km

(Rin)

Berita Terkait

Puncak HPN 2026 di Surabaya, Gus Irfan Raih PWI Jatim Award atas Transformasi Haji
Rakernas PERBAMIDA 2026 Dorong Peran BPR/BPRS Perkuat UMKM dan Ekonomi Nasional
Santri Al Amanah Krian Dapat Edukasi Safety Riding dari Polresta Sidoarjo
24 Tokoh Terima Penghargaan HPN 2026, PWI Jatim Dorong Jurnalisme Berkualitas
Pemkab Sidoarjo Optimistis Sensus Ekonomi 2026 Dorong Pertumbuhan Daerah
SMKN 1 Jenangan Ponorogo Borong 4 Emas di LKS Jatim 2026
Bedah Buku “Langkah Sunyi Menuju Puncak”, Akhmad Munir Beberkan Perjalanan Karier
BRI Gelar Youth Champions League 2026 di Surabaya, Bidik Bibit Pesepak Bola Muda Berprestasi

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:58 WIB

Puncak HPN 2026 di Surabaya, Gus Irfan Raih PWI Jatim Award atas Transformasi Haji

Jumat, 17 April 2026 - 15:37 WIB

Rakernas PERBAMIDA 2026 Dorong Peran BPR/BPRS Perkuat UMKM dan Ekonomi Nasional

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Santri Al Amanah Krian Dapat Edukasi Safety Riding dari Polresta Sidoarjo

Jumat, 17 April 2026 - 08:52 WIB

24 Tokoh Terima Penghargaan HPN 2026, PWI Jatim Dorong Jurnalisme Berkualitas

Jumat, 17 April 2026 - 07:02 WIB

Pemkab Sidoarjo Optimistis Sensus Ekonomi 2026 Dorong Pertumbuhan Daerah

Berita Terbaru