Penghuni Neraka Lebih Banyak Kaum Perempuan

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 29 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gatot Sundoro.

Gatot Sundoro.

Oleh: Gatot Sundoro 

JATIMRAYA.COM – Sesungguhnya kaum wanita lebih mudah masuk Surga dibandingkan dengan kaum laki laki, yaitu cukup sholat lima waktu, puasa ramadhan, menjaga auratnya dan taat pada suaminya, maka ia bisa memilih masuk Surga melalui pintu mana saja (HR. Ahmad).

Penyebab banyaknya kaum perempuan yang masuk Neraka adalah karena akibat perbuatan buruk mereka, bukan karena semata mata karena jenis kelamin. Banyaknya kaum perempuan masuk Neraka karena mengkufuri kebaikan suaminya, ataupun kebiasaan melaknat suaminya yang dapat menceburkan dirinya ke Neraka.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam beberapa hadits disebutkan penyebab mayoritas perempuan masuk Neraka antara lain: Kufur kepada suami, gemar mengadu domba, suka melaknat, tidak amanah, ingkar janji dan kikir.

Meskipun sifat tersebut juga ditemukan dalam diri para lelaki. Rasulullah saw melihat bahwa perempuan cenderung lebih banyak melakukannya.

Dalam pandangan Islam, sosok perempuan adalah sosok yang istimewa; sejak ia masih kecil berperan membentang dari membuka pintu Surga untuk ayahnya hingga menjadi pilar keutamaan agama bagi suaminya saat ia menjadi dewasa. Sebagai seorang ibu, Surga dipercaya berada di telapak kakinya.

Oleh karena itu, Rasulullah saw mendorong kaum perempuan untuk gemar bersedekah.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah saw berangkat pada hari raya ied, ketika beliau melewati kaum perempuan, lalu bersabda:” Wahai para perempuan, bersedekalah, karena sesungguhnya aku diperlihatkan bahwa kebanyakan penghuni Neraka adalah kalian kaum perempuan!”

Kemudian para perempuan itu bertanya, Mengapa ya Rasulullah? Rasulullah saw menjawab:” Kalian sering melaknat dan berbuat kufur kepada suami.” (HR. Bukhari)

Berita Terkait

Karhutla, Krisis Spiritual, dan Amanah Kekhalifahan: Ketika Hutan Dibakar atas Nama Kemajuan
Pisau Kebenaran dan Bungkus Moral Kekuasaan
Menyikapi Anatomi Operasional Shadow State
Menko Sugiono dan Tembakau
Antrean di Ujung Barel: Ilusi Harga Pompa dan Ujian Kedaulatan Energi
Menembus Labirin Dark Economy: Mengapa Pembersihan Bisnis Haram dan Kejahatan Kerah Putih Begitu Rumit?
Keheningan Kekuasaan dan Debu Legitimasi
Mencari Malapetaka di Balik Wacana Payroll Kopdes

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Karhutla, Krisis Spiritual, dan Amanah Kekhalifahan: Ketika Hutan Dibakar atas Nama Kemajuan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Pisau Kebenaran dan Bungkus Moral Kekuasaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Menyikapi Anatomi Operasional Shadow State

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Menko Sugiono dan Tembakau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Antrean di Ujung Barel: Ilusi Harga Pompa dan Ujian Kedaulatan Energi

Berita Terbaru