Kekuatan Fiskal Kota Surabaya Relatif Mandiri

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMRAYA.COM – Pemerintah Kota Surabaya berpeluang besar untuk menaikkan rasio fiskal yakni PAD terhadap total pendapatannya (APBD) menjadi lebih tinggi daari yang saat ini 64%, mengingat potensi kota ini sangat besar untuk investasi, terutama sektor industri, perdagangan dan jasa.

Ketua PWI JatimLutfil Hakim menegaskan, kekuatan APBD Kota Surabaya di atas APBD 32 Provinsi (dari 38 provinsi). Bahkan di atas APBD Provinsi Sulsel dan Sumsel.Sementara rasio PAD Kota Surabaya terhadap total pendapatannya mencapai 64% , artinya masih ada transfer dari pusat ( TKD ) sekitar 36%. Rasio fiskal sebesar 64%, kata Lutfi, tergolong tinggi, karena rata – rata fasio fiskal dari seluruh kab/kota se Indonesia masih di bawah 16%.

” Rasio 64% tergolong mandiri secara fiskal,. Dan Kota Surabaya masih berpeluang menaikkan rasio fiskalnya, karena potensi ekonomi daerah ini sangat besar,” kata Lutfil Hakim, dalam dialog rutin pengurus PWI Jatim , Senin (31/8/2026).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memang rasio fiskal 64%, kata Lutfi, masih di bawah Kab Badung (Bali) yg mencapai 92%, artinya TKD kab Badung haya 8%. Kota Surabaya masih punya potensi untuk menaikkan rasio fiskal, karena derivasi PDRB Kota Surabaya yang mencapai sekitar Rp900 triliun bisa jadi triger penambahan pendapatan positifnya.

“Keberhasilan kekuatan fiskal Kota Surabaya ini tidak lepas dari kepemimpinan Walikota Ery Cahyadi yang notabene memiliki perspektif luas tentang investasi di daerah,” kata Lutfi.

Lutfi menambahkan, hampir seluruh pemda kab/kota se Indonesia saat ini sedang agar berat karena nilai TKD hanya sekitar Rp650 triliun, atau sekitar 17% dari total APBN. Tapi khusus Kota Surabaya relatif tidak terlalu berpengaruh mengingat kekuatan fiskal kota surabaya relatif kuat dan mandiri. Penerintah Kota Surabaya berpeluang besar untuk menaikkan rasio fiskal yakni PAD terhadap total pendapatannya (APBD) menjadi lebih tinggi daari yang saat ini 64%, mengingat potensi kota ini sangat besar untuk investasi, terutama sektor industri, perdagangan dan jasa.

Ketua PWI JatimLutfil Hakim menegaskan, kekuatan APBD Kota Surabaya di atas APBD 32 Provinsi (dari 38 provinsi). Bahkan di atas APBD Provinsi Sulsel dan Sumsel.Sementara rasio PAD Kota Surabaya terhadap total pendapatannya mencapai 64% , artinya masih ada transfer dari pusat ( TKD ) sekitar 36%. Rasio fiskal sebesar 64%, kata Lutfi, tergolong tinggi, karena rata – rata fasio fiskal dari seluruh kab/kota se Indonesia masih di bawah 16%.

” Rasio 64% tergolong mandiri secara fiskal,. Dan Kota Surabaya masih berpeluang menaikkan rasio fiskalnya, karena potensi ekonomi daerah ini sangat besar,” kata Lutfil Hakim, dalam dialog rutin pengurus PWI Jatim , Senin (31/8/2026).

Memang rasio fiskal 64%, kata Lutfi, masih di bawah Kab Badung (Bali) yg mencapai 92%, artinya TKD kab Badung haya 8%. Kota Surabaya masih punya potensi untuk menaikkan rasio fiskal, karena derivasi PDRB Kota Surabaya yang mencapai sekitar Rp900 triliun bisa jadi triger penambahan pendapatan positifnya.

“Keberhasilan kekuatan fiskal Kota Surabaya ini tidak lepas dari kepemimpinan Walikota Ery Cahyadi yang notabene memiliki perspektif luas tentang investasi di daerah,” kata Lutfi.

Lutfi menambahkan, hampir seluruh pemda kab/kota se Indonesia saat ini sedang agar berat karena nilai TKD hanya sekitar Rp650 triliun, atau sekitar 17% dari total APBN. Tapi khusus Kota Surabaya relatif tidak terlalu berpengaruh mengingat kekuatan fiskal kota surabaya relatif kuat dan mandiri.

Berita Terkait

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Gebyar UMKM 2026 Dibuka, Wabup Mimik Dorong Produk Lokal Sidoarjo Naik Kelas
Dari Sidoarjo ke Paris, Acacpop Siap Pamerkan Tas dan Dompet Kulit di Fashion Week
SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:35 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 15:59 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 15:21 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 14:45 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Kamis, 10 September 2026 - 14:01 WIB

Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terbaru

Lifestyle

Demokrasi Tanpa Akal Sehat: Mengapa Kita Harus Muak?

Sabtu, 12 Sep 2026 - 14:44 WIB