Kemenko PMK: Generasi Muda di SMK Bisa Jadi Agen Perubahan Menyambut Indonesia Emas 2045

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 10 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga saat menanam bibit unggul durian.

Warga saat menanam bibit unggul durian.

JATIMRAYA.COM, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mengupayakan langkah-langkah massifikasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui aksi nyata di dunia pendidikan, Selasa (10/10).

Aksi nyata itu berupa Penanaman Sepuluh Juta Pohon, Gerakan Ayo Berkoperasi, Menghadirkan Media Sosial yang Sehat, produktif dan Melahirkan Semangat Revolusi Mental.

Kali ini, bertempat di SMK Muhammadiyah Sungai Bahar, Jambi, Deputi Koordinasi Bidang Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Prestasi Olah raga Kemenko PMK Didik Suhardi hadir di tengah para siswa untuk memberi semangat perubahan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya,  Didik memberi apresiasi SMK Muhammadiyah Sungai Bahar, yang terletak jauh dari pusat kota, telah mencatat sejarah gemilang akan prestasi.

“Apresiasi untuk siswa-siswi SMK Muhammadiyah Sungai Bahar dalam menciptakan MobilMu COE, yang memiliki potensi sebagai angkutan industri, khususnya dalam sektor buah sawit. Ini selaras dengan Revolusi Mental karena memiliki spirit berkemajuan untuk mengubah cara pikir, cara kerja dan cara hidup yang mengacu pada nilai-nilai Integritas, etos kerja, dan gotong royong,” tegas Didik disambut tepuk tangan para hadirin.

Didik berharap generasi muda di SMK bisa menjadi agen perubahan demi menyambut Indonesia Emas 2045. Sebab etos kerja,  kreativitas, dan daya saing bangsa, jelas Didik, Indonesia menempati posisi 40 dari total 63 negara dalam peringkat daya saing sumber daya manusia (sdm) masyarakatnya.

Lingkup ASEAN, Indonesia di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand (Intl Institute for Management Development/IMD-World Competitive Ranking 2020).

Didik pun menguraikan setidaknya ada sepuluh isu terkini terkait dengan tantangan pembangunan sumber daya manusia sehingga diperlukan Revolusi Mental. Perkembangan tekonologi digital, ditekankan Didik, menyebabkan perubahan peradaban pada masyarakat sehingga ada fenomena hiperrealitas.

Tak hanya itu, ada juga fenomena VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), yakni sebuah perubahan cepat dan tidak terduga, sehingga ekskalasi perubahan di dunia juga sangat cepat berubah.

“Segala bidang kehidupan dikuasai menurut logika kapitalisme internet (Internet of Things). Hal ini menegaskan fenomena abad kreatif, diejawantahkan melalui hadirnya budaya dan industri (ekonomi) kreatif pada masyarakat yang berinovasi, memiliki kreativitas, serta literasi digital yang tinggi. Kelak, dengan revolusi industri 4.0, akan ada 35% core skills akan hilang pada 2025, di mana 65% tumbuh kompetisi dan pekerjaan baru yang berbasis teknologi informasi,” terang Didik seraya memberi semangat untuk perubahan.

“Untuk itulah pentingnya Revolusi Mental. Untuk mengubah cara pikir, cara kerja dan cara hidup bangsa Indonesia yang mengacu pada nilai-nilai integritas, etos Kerja, dan gotong Royong berdasarkan Pancasila yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan secara cepat dan massif. Harapannya Indonesia menjadi negara yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” imbuh Didik memberikan pencerahan tentang Revolusi Mental

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani. Dalam kesempatan itu, Abdullah Sani tidak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap karya Siswa SMK Muhammadiyah Sungai Bahar. Lebih jauh, ia berharap bahwa MobilMu COE dapat terus dikembangkan untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan industri sawit, melainkan juga bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan pendidikan di Provinsi Jambi.

Didik Suhardi secara simbolik menyerahkan bibit buah unggul durian sebanyak sepuluh ribu pohon kepada Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM Jambi Eko Kuntarto disaksikan oleh Ketua PWM Jambi Buya Suhaimi Chan, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Sekretaris PWM Jambi, Agus Setiyono, dan Kepala Sekolah SMK   Keunggulan Muhammadiyah Sungai Bahar Zainul Arifin.

Sepuluh ribu bibit unggul durian itu dibagaikan kepada masyarakat sekitar sekolah untuk meningkatkan kemandirian perekonomian dengan penanaman pohon buah. Selain itu, penanaman sepuluh ribu pohon itu bagian dari rangkaian Aksi Nyata Revolusi Mental Penanaman Sepuluh  Juta Pohon yang dimulai Mei tahun lalu. Aksi ini merupakan upaya untuk terbentuknya pembudayaan gaya hidup dan cinta lingkungan. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

UPA PERADI 2025 Digelar Serentak, 143 Peserta Ikuti Ujian di Fakultas Hukum UGM
PWI Jateng Resmi Dilantik, Akhmad Munir Tekankan Integritas dan Adaptasi Jurnalis
Kapolri dan Ketum PWI Heningkan Cipta untuk Korban Bencana di Sumatera
Ketum PWI Pusat Minta Negara Ambil Peran Lebih Besar Selamatkan Industri Media
Kick Off HPN 2026 di Banten, PWI Ajak Negara Hadir Jaga Kesehatan Ekosistem Media
Ketum PWI Akhmad Munir: Insan Pers adalah Guru Masyarakat di Tengah Disrupsi Media
Enam Pelaku Pengeroyokan Pegawai KLH dan Wartawan Mulai Disidang di PN Serang
Bappenas–PWI Sepakat Perkuat Literasi dan Kompetensi Jurnalistik Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 20:41 WIB

UPA PERADI 2025 Digelar Serentak, 143 Peserta Ikuti Ujian di Fakultas Hukum UGM

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:59 WIB

PWI Jateng Resmi Dilantik, Akhmad Munir Tekankan Integritas dan Adaptasi Jurnalis

Minggu, 30 November 2025 - 22:26 WIB

Kapolri dan Ketum PWI Heningkan Cipta untuk Korban Bencana di Sumatera

Minggu, 30 November 2025 - 22:16 WIB

Ketum PWI Pusat Minta Negara Ambil Peran Lebih Besar Selamatkan Industri Media

Minggu, 30 November 2025 - 22:02 WIB

Kick Off HPN 2026 di Banten, PWI Ajak Negara Hadir Jaga Kesehatan Ekosistem Media

Berita Terbaru