Menko Muhadjir Berharap Pesantren Ar Roudhotul Ilmiyah Mampu Transformasi Menuju Keseimbangan

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 16 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Milad dan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Ar Roudhotul Ilmiyah yang berlokasi di  Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jatim, pada Sabtu (15/6/2024).

Milad dan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Ar Roudhotul Ilmiyah yang berlokasi di Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jatim, pada Sabtu (15/6/2024).

JATIMRAYA.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy secara tegas mengatakan pondok pesantren bukan lagi menjadi lembaga pendidikan kelas dua yang dianggap tidak dapat bersaing dengan lembaga pendidikan formal.

Pesantren saat ini telah masuk dalam arus utama lembaga pendidikan yang digadang sebagai pembentuk generasi bangsa.

Muhadjir mengatakal hal itu saat memberikan sambutan dalam agenda Milad dan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Ar Roudhotul Ilmiyah yang berlokasi di Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jatim, pada Sabtu (15/6/2024).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, pondok pesantren telah ditarik ke arus utama pendidikan. Sekarang tidak ada lagi alasan menganggap pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan kelas dua karena sudah ada payung hukum yang sangat kokoh berupa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren,” tegas Muhadjir.

Melalui undang-undang pesantren ini, Muhadjir mengatakan, pesantren tidak lagi sekedar sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi lembaga yang diperuntukkan sebagai pemberdayaan dan pengembangan masyarakat. Kehadiran regulasi yang mengatur keberadaan pesantren selain memberikan aspek legalitas, juga memberikan adanya anggaran yang menjadi tanggung jawab negara.

“Implikasi dari undang-undang ini banyak, termasuk dalam APBN. Dengan adanya regulasi itu ada alokasi anggaran yang secara spesifik dikucurkan untuk pesantren, termasuk dana abadi pesantren untuk memajukan pendidikan pesantren,” ujar Muhadjir.

Pondok Pesantren Ar Roudhotul Ilmiyah Kertosono diketahui merupakan lembaga pendidikan agama yang telah menginjak usia 75 pada tahun 2024. Pesantren tersebut telah melahirkan ribuan lulusan terbaik dengan santri yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Saya mendapatkan laporan bahwa pondok pesantren ini memiliki santri yang berasal dari seluruh Indonesia. Itu artinya pondok pesantren ini tempat persilangan lintas budaya Indonesia. Kalau di dalam bahasa Inggris namanya melting pot. Pot besar yang di dalamnya berisi sekumpulan aneka ragam bunga,” ungkap Menko Muhadjir.

Dengan keanekaragaman itu, lanjut Muhadjir, akan lahir sosok santri yang memiliki kemampuan multidimensional karena telah melalui berbagai macam komunikasi, saling melengkapi dan menyempurnakan antar budaya yang dimiliki oleh masing-masing santri.

“Insya Allah pada waktu pertama datang ke sini, para santri istilah Jawanya culun, kembali ke pangkuan orang tuanya sudah tercerahkan, yaitu sudah memiliki pemahaman pengetahuan, sikap, maupun ilmu keagamaan dan keduniawian,” ucap Muhadjir.

Sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pesantren sebagai lembaga pendidikan yang dapat diperhitungkan masyarakat, Muhadjir berharap Pesantren Ar Roudhotul Ilmiyah mampu melakukan transformasi menuju keseimbangan antara memberikan ilmu tentang agama dan ilmu pengetahuan umum.

“Anak-anak jangan hanya dibekali ilmu-ilmu agama, tetapi juga harus diberi imbangan ilmu-ilmu keduniawian. Sekarang yang paling terkenal itu STEM, yaitu science, technology, engineering, dan mathematics. Itu penting sekali dibekalkan kepada anak-anak kita,” harap Menko Muhadjir.

Turut hadir dalam agenda itu, Pj. Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna, Wakapolres Nganjuk Subiyantana, pimpinan. tenaga pengajar, serta santri Pondok Pesantren Ar Raudlotul Ilmiyah Kertosono. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Peringati Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Pemkab Sidoarjo Bagikan Beras ke Ojol
BGN Suspensi SPPG Kalitengah Usai 748 Santri Ponpes Manbaul Hikam Keracunan
KAHMI Sidoarjo Minta Seluruh SPPG Dievaluasi Usai Santri Ponpes Manbaul Hikam Keracunan
Forum Kepemimpinan Nasional di Surabaya Soroti Relasi Elite dan Demokrasi Kritis
Universitas Republik Indonesia Tuai Pertanyaan, Akademisi Minta Pemerintah Lakukan Need Assessment
Ratusan Santri Keracunan MBG, DPRD Sidoarjo Minta Semua SPPG Diaudit
Tindaklanjuti Laporan Warga, Polsek Porong Cek Dugaan Judi Adu Ayam
Polsek Buduran Perketat Pengawasan SPPG, Pastikan Keamanan Makanan MBG

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:36 WIB

Peringati Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Pemkab Sidoarjo Bagikan Beras ke Ojol

Sabtu, 5 September 2026 - 09:15 WIB

BGN Suspensi SPPG Kalitengah Usai 748 Santri Ponpes Manbaul Hikam Keracunan

Sabtu, 5 September 2026 - 08:27 WIB

Forum Kepemimpinan Nasional di Surabaya Soroti Relasi Elite dan Demokrasi Kritis

Sabtu, 5 September 2026 - 07:55 WIB

Universitas Republik Indonesia Tuai Pertanyaan, Akademisi Minta Pemerintah Lakukan Need Assessment

Jumat, 4 September 2026 - 09:21 WIB

Ratusan Santri Keracunan MBG, DPRD Sidoarjo Minta Semua SPPG Diaudit

Berita Terbaru