JATIMRAYA COM – Sebanyak 75 siswa beserta guru pembimbing El Manzil dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo mengikuti kunjungan jurnalistik ke Graha Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kompetensi Jurnalistik dan Manajemen Majalah” tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal lebih dekat dunia jurnalistik dan proses kerja media massa.
Dalam kegiatan itu, para siswa mendapatkan pembekalan langsung dari Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar penulisan berita, proses pencarian informasi, teknik wawancara, pemilihan angle, verifikasi data hingga alur produksi konten di ruang redaksi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu pembimbing siswa MAN Sidoarjo, Nuriyah, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan siswa dalam bidang tulis-menulis sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola media sekolah.
“Kami mengapresiasi kesempatan yang diberikan PWI Jawa Timur kepada siswa untuk belajar lebih mendalam tentang jurnalistik. Pembelajaran yang diberikan langsung oleh praktisi merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi siswa,” kata Nuriyah.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan PWI Jawa Timur selama kegiatan berlangsung.
“Terima kasih, kami telah disambut dengan sangat baik. Siswa-siswa kami bisa belajar jurnalistik langsung dari ahlinya, sehingga mereka lebih memahami bagaimana berita diproduksi,” ujarnya.
Baca Juga:
LDII Jatim dan PWI Bahas Sinergi Pelatihan Jurnalistik hingga Kegiatan Sosial
Sungrow Dukung Sistem BESS Skala Besar di Kamboja dengan Fitur “Black Start”
Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, didampingi sejumlah pengurus PWI Jatim, mengatakan pengenalan ilmu jurnalistik sejak dini dapat membantu siswa memahami proses kerja dan profesi wartawan secara lebih utuh.
Menurut Lutfil, menjadi wartawan tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis. Seorang wartawan juga harus memahami informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat melalui pemberitaan.
“Menjadi seorang wartawan tidak hanya bisa menulis saja. Wartawan itu harus paham betul apa yang akan ditulis untuk dijadikan berita. Ketika berita dipublikasikan di sebuah media, masyarakat yang membaca bisa memahami informasi tersebut,” kata Lutfil.
Lutfil juga menjelaskan bahwa profesi wartawan memiliki aturan dan ketentuan yang harus dipatuhi dalam menjalankan tugas jurnalistik, termasuk ketentuan yang berkaitan dengan Dewan Pers.
Baca Juga:
Casio Luncurkan Jam Tangan MR-G dengan Kristal Safir Biru
94th CMEF, Pameran Industri Perangkat Medis Terkemuka Dunia, Digelar di Beijing pada 21-24 Oktober
Ia menekankan pentingnya prinsip kejujuran, keadilan, dan independensi dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.
“Perlu diingat, wartawan dalam menyajikan sebuah informasi harus jujur, adil, dan independen. Untuk itu, kami mengapresiasi langkah MAN Sidoarjo memperdalam ilmu jurnalistik kepada siswanya,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa tampak antusias mengikuti materi dan berdiskusi dengan narasumber. Sejumlah siswa mengajukan pertanyaan mengenai proses pencarian informasi, teknik wawancara, hingga cara jurnalis menyikapi informasi bohong atau hoaks.
Selain itu, siswa mendapatkan materi mengenai teknik dasar penulisan berita, pemilihan angle, serta pentingnya melakukan verifikasi data sebelum informasi dipublikasikan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman langsung kepada siswa MAN Sidoarjo dalam memahami proses kerja jurnalistik dan pengelolaan media sekolah. (as)














