SMU Jadi Perguruan Tinggi dengan Kenaikan Peringkat Terbesar di Dunia dalam Daftar “QS Subject Rankings”

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGAPURA, 9 April 2026 /PRNewswire/ — Peringkat Singapore Management University (SMU) melonjak pesat dalam daftar "QS World University Rankings by Subject 2026". Lebih lagi, SMU menjadi perguruan tinggi dengan kenaikan peringkat terbesar di dunia di antara universitas yang memiliki 10 atau lebih program studi yang tercantum dalam daftar tersebut.

Singapore Management University, located in the heart of Singapore's city centre.
Singapore Management University, located in the heart of Singapore’s city centre.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam daftar tahun ini, delapan dari 10 program studi SMU mencatat kenaikan peringkat global, mencerminkan peningkatan yang merata di berbagai disiplin ilmu sehingga memperkuat pencapaian SMU sebagai perguruan tinggi yang dinamis dan berkembang pesat.

Hasil pemeringkatan tersebut menyoroti perkembangan yang terus tercapai di seluruh portofolio akademik SMU. Secara khusus, Program Studi Ilmu Bisnis & Manajemen kini berada di peringkat ke-39 dunia, sedangkan Program Studi Ilmu Akuntansi & Keuangan berada di peringkat ke-50 dunia. Kedua program studi ini tercantum dalam jajaran 50 besar global sehingga menjadi pencapaian penting untuk bidang-bidang unggulan SMU.

Di antara program studi yang mengalami kenaikan peringkat, Program Studi Ilmu Hukum SMU menjadi program studi dengan kenaikan peringkat terbesar di Singapura setelah beranjak 45 posisi dan menempati peringkat ke-56 dunia. Pencapaian ini merupakan salah satu peningkatan peringkat tahunan yang paling signifikan di antara semua program studi asal Singapura yang tercantum dalam daftar "QS World University Rankings by Subject 2026". Prestasi ini tercapai menjelang 20 tahun berdirinya Yong Pung How School of Law pada tahun depan.

Dengan pencapaian tersebut, empat program studi SMU kini tercantum dalam jajaran 60 besar dunia, yaitu Program Studi Ilmu Bisnis & Manajemen, Ilmu Akuntansi & Keuangan, Ilmu Ekonomi & Ekonometri serta Ilmu Hukum.

Secara keseluruhan, Program Studi Ilmu Sosial & Manajemen SMU tercantum dalam peringkat 100 besar dunia setelah beranjak 89 posisi dan menempati peringkat ke-86 dunia. Dengan demikian, SMU menjadi perguruan tinggi Singapura yang mencatat kenaikan peringkat terbesar pada tahun ini.

Seluruh hal tersebut mencerminkan pencapaian SMU dalam memperkuat kedalaman disiplin ilmu sekaligus pengakuan global. Fokus SMU pada penelitian yang berdampak positif turut mendorong peningkatan peringkat yang konsisten di berbagai aspek.

President, SMU, Profesor Lily Kong, mengatakan, "Hasil pemeringkatan ini mencerminkan dedikasi dosen, mahasiswa, dan mitra kami dalam membangun perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga memiliki dampak nyata di dunia. Kami gembira atas kemajuan yang tercapai secara merata di berbagai disiplin ilmu, menegaskan kualitas tinggi dari pendidikan dan riset di SMU."

Sebagai universitas yang relatif muda, kinerja SMU dalam daftar tahun ini melambangkan reputasi internasional yang semakin baik dan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan kemajuan yang terus dicapai oleh sebagian besar program studinya, SMU tetap berfokus memperkuat keunggulan sekaligus mengembangkan area dampak baru di tengah lanskap global yang semakin kompleks.

Menurut QS Quacquarelli Symonds, pemeringkatan tahun ini menganalisis lebih dari 21.000 program studi di sekitar 1.900 perguruan tinggi yang tersebar di 100 negara dalam 55 disiplin ilmu dan lima kelompok fakultas utama (Ilmu Humaniora, Ilmu Teknik & Teknologi, Ilmu Hayati & Kedokteran, Ilmu Pengetahuan Alam, serta Ilmu Sosial & Manajemen).

Berita Terkait

Laporan EY Ungkap SATTE Hasilkan Dampak Ekonomi Sebesar ₹3000 Crore, Memperkuat Posisinya Sebagai Gerbang Menuju Pasar Pariwisata India
Pendiri dan CEO Envision Lei Zhang Raih Penghargaan “Sustainability Trailblazer” di Ajang Reuters Global Sustainability Awards 2026
Dari Antusiasme Konsumen hingga Kepercayaan Mitra, Bagaimana Mixue Indonesia Terus Memperluas Jangkauan?
EnerAI Perkenalkan Solusi Pasokan Daya untuk Pusat Data AI di Ajang ICBE&S 2026 Malaysia
Changhong Indonesia Buka Gerai Perdana di Palembang, Perkuat Ekspansi dengan Strategi Peralatan Rumah Tangga Terintegrasi
Deteksi hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu
GEEKOM Pamerkan Teknologi Komputasi AI Lokal, Mini PC Berperforma Tinggi, dan Laptop Ultratipis di INDOCOMTECH 2026
Indeks elektrifikasi baru menunjukkan Tiongkok memimpin, sementara AS berisiko kehilangan momentum dan pelaksanaan elektrifikasi di Eropa tertinggal dari kebijakannya

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Laporan EY Ungkap SATTE Hasilkan Dampak Ekonomi Sebesar ₹3000 Crore, Memperkuat Posisinya Sebagai Gerbang Menuju Pasar Pariwisata India

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Pendiri dan CEO Envision Lei Zhang Raih Penghargaan “Sustainability Trailblazer” di Ajang Reuters Global Sustainability Awards 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Dari Antusiasme Konsumen hingga Kepercayaan Mitra, Bagaimana Mixue Indonesia Terus Memperluas Jangkauan?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:17 WIB

Changhong Indonesia Buka Gerai Perdana di Palembang, Perkuat Ekspansi dengan Strategi Peralatan Rumah Tangga Terintegrasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Deteksi hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu

Berita Terbaru