Peran Global Indonesia Melalui Diplomasi Kemanusiaan

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 5 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anwar Hudijono

Anwar Hudijono

Oleh: Anwar Hudijono

JATIMRAYA.COM, Presiden Jokowi didampingi Menko PMK Muhadjir Effendy akhir November lalu melepas bantuan kemanusiaan tahap kedua ke Palestina yang rakyatnya menjadi korban kebiadaban rejim Zionis Israel.

Pada hari yang sama Muhadjir melepas bantuan kemanusiaan ke Afghanistan yang dilanda bencana alam gempa bumi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya Indonesia mengirim bantuan serupa ke Vanuatu, Myanmar, Pakistan, Turki, Suriah dan lain-lain.

Bantuan itu dikemas dalam Diplomasi Kemanusiaan. Artinya bantuan itu semata atas alasan kepentingan kemanusiaan di atas kepentingan lain.

Contohnya bantuan kemanusiaan ke Vanuatu. Sama sekali tidak dimaksudkan melunakkan negara itu untuk melepas dukungan terhadap kelompok separatis Papua atau Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Bantuan ke Afghanistan diberikan meski Indonesia tidak mengakui rezim Taliban. Kendati demikian prosesnya tetap “kulanuwun” kepada rezim Taliban sebagai adab tatakrama pergaulan.

Humanitarian diplomacy atau diplomasi kemanusiaan memang tidak melulu bantuan sosial kemanusiaan. Seperti gencatan senjata, pertukaran tawanan perang.

Tapi untuk Indonesia lebih fokus ke bantuan sosial korban bencana, korban perang. Justru di sinilah kekhasan dan keunggulan Indonesia dalam mengambil peran global.

Bahkan terlihat lebih menonjol dibanding diplomasi di bidang lain seperti politik, ekonomi dan perdagangan.

Memang di dalam negeri sendiri terkadang muncul pertanyaan mengapa getol memberi bantuan ke luar negeri sementara rakyat sendiri sangat bahkan lebih membutuhkan. Kok kemenyek banget, sekadar pencitraan.

Tidak salah memang banyak rakyat yang membutuhkan. Tetapi bantuan yang boleh dibilang bernilai infak itu sejalan dengan perintah Allah di Quran surah Ali Imran 133-134. Ciri orang yang bertakwa adalah yang berinfak di kala lapang maupun sempit. Jadi bantuan itu memiliki landasan moral yang kuat.

Tren ke depan masalah kemanusiaan akan cenderung naik sejalan dengan meningkatnya perang dan bencana alam. Untuk itu di sini Indonesia bisa meningkatkan peran globalnya melalui diplomasi kemanusiaan sehingga Indonesia di mata dunia tidak sekadar warga biasa tanpa peran berarti. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

11 Provinsi Sudah Mendaftar, Porwanas 2027 di Lampung Bidik 5.000 Peserta
Lima Geopark Indonesia Raih Rekomendasi Green Card UNESCO
Fadli Zon: Dana Indonesia Raya Naik Jadi Rp8 Triliun, Seniman Bisa Manfaatkan
Mengenal Sosok Ariyo Windutomo, Jenderal TNI yang Ditunjuk Prabowo sebagai Plt KSP
Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Diduga Terlibat Kasus Penyadapan Presiden
Korea Utara Bantah Tuduhan AS soal Pencurian Kripto Miliaran Dolar dari Binance
100 Seniman Musik PAPRI Ikuti Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Profesi Kemnaker
Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 12:43 WIB

Lima Geopark Indonesia Raih Rekomendasi Green Card UNESCO

Kamis, 5 November 2026 - 15:27 WIB

Fadli Zon: Dana Indonesia Raya Naik Jadi Rp8 Triliun, Seniman Bisa Manfaatkan

Kamis, 5 November 2026 - 12:45 WIB

Mengenal Sosok Ariyo Windutomo, Jenderal TNI yang Ditunjuk Prabowo sebagai Plt KSP

Rabu, 4 November 2026 - 12:04 WIB

Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Diduga Terlibat Kasus Penyadapan Presiden

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Korea Utara Bantah Tuduhan AS soal Pencurian Kripto Miliaran Dolar dari Binance

Berita Terbaru

Lifestyle

Trisakti dan Keberanian Mengoreksi Kawan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 10:05 WIB