Korea Utara Bantah Tuduhan AS soal Pencurian Kripto Miliaran Dolar dari Binance

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 3 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kim Yo Jong bersama sang kakak Kim Jong Un bertemu Donald Trump tahun 2018 (dok.Wikipedia)

Kim Yo Jong bersama sang kakak Kim Jong Un bertemu Donald Trump tahun 2018 (dok.Wikipedia)

JATIMRAYA.COM – Korea Utara (Korut) membantah keterlibatannya dalam pencurian uang kripto serta mengecam keras Washington yang menuduh negara tersebut terlibat dalam peretasan uang digital bernilai miliaran dolar melalui Binance, salah satu platform bursa (exchange) aset kripto terbesar di dunia.

Melansir Antara, kantor berita resmi Pyongyang, KCNA, melaporkan pada hari Selasa (3/11/2026) jika Kim Yo Jong-adik Pemimpin Korut Kim Jong Un- menyebut tuduhan itu sebagai upaya provokasi politik yang serius.

“Pernyataan AS itu hanyalah retorika konyol dan bukan hal baru,” ujar Kim Yo Jong dalam sebuah pernyataan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

ia juga menambahkan bahwa Washington kerap menuding Korea Utara sebagai dalang di balik peretasan siber internasional berskala besar tanpa menyertakan bukti yang sah sembari menyebut jika tahun lalu tuduhan yang sama juga dialami Korut yang melibatkan bursa Bybit.

Dalam pernyataannya Kim Yo Jong mengisyaratkan bahwa Washington mungkin akan diuntungkan jika kripto yang dicuri dipulihkan, mengingat AS berencana membuka cadangan strategis untuk mata uang digital tersebut.

Sebagai informasi, pada hari Sabtu (31/10/2026) pekan lalu, FBI resmi merilis pengumuman yang menyatakan bahwa Korea Utara berada dibalik pencurian lebih dari US$6 miliar dalam bentuk mata uang kripto yang terjadi pada Kamis (29/10/2026), mengutip KBS World Indonesia.

Dalam laporannya, media tersebut menulis bahwa FBI mengidentifikasi peretas sebagai bagian dari kelompok hacker bernama TraderTraitor yang diduga memiliki keterkaitan dengan Pyongyang.

Biro investigasi itu bahkan mengkonfirmasi kalau para pelaku tengah mengonversi sebagian besar kripto menjadi Ethereum, sebuah platform blockchain terdesentralisasi untuk membuat smart contracts dan aplikasi terdesentralisasi (dApps), dan diperkirakan pencucian uang selanjutnya akan dilakukan lewat platform DeFi.

Pihak Binance sendiri mengonfirmasi bahwa insiden ini diawali dari penyusupan pada laptop milik salah satu insinyur mereka. Dampaknya, kripto senilai US$6,3 miliar berhasil ditarik tanpa izin, yang tercatat sebagai kasus peretasan tunggal terbesar di industri ini. (RM)

Berita Terkait

100 Seniman Musik PAPRI Ikuti Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Profesi Kemnaker
Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Teken MoU, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas untuk Menjaga Ketahanan Nasional
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Lestarikan Budaya Jawa, Purwakanthi Gelar Pementasan Prasadha Hambeksa Abhirama
Perkuat Digitalisasi Organisasi, PWI Pusat Resmi Launching Website pwi.or.id
Dukung Gus Kikin Pimpin PBNU, Lora Hasyim Tekankan Harapan untuk Warga Nahdliyin

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Korea Utara Bantah Tuduhan AS soal Pencurian Kripto Miliaran Dolar dari Binance

Senin, 2 November 2026 - 15:57 WIB

100 Seniman Musik PAPRI Ikuti Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Profesi Kemnaker

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Teken MoU, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas untuk Menjaga Ketahanan Nasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Berita Terbaru