Bawaslu Beri Tanggapan Soal Pengeluaran PSI Hanya Rp180.000, Terkecil dari Partai Politik Lain

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 11 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep. (Instagram.com/@psi_id)

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep. (Instagram.com/@psi_id)

JATIMRAYA.COM – Pengeluaran laporan awal dana kampanye (LADK) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai tidal logis.

Karena pengeluaran partai yang dipimpin anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep itu hanya Rp180.000 sehingga harus dilakukan pengecekan.

Demikian, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya itu harus dicek kenapa yang bersangkutan demikian,” kata Bagja melalui keterangan tertulisnya, Rabu (10/1/2024)

Menurut Bagja, terkadang partai politik menyerahkan laporan seadanya dan baru melakukan perbaikan belakangan.

Baca artikel lainnya di sini : Investor Real Estate Tertarik Investasi di IKN, Usai Menparekraf Sandiaga Uno Kunjungan Kerja ke Timur Tengah

Hal itu, katanya, menjadi persoalan proforma di kalangan partai politik.

“Kadang-kadang orang untuk mematuhi proforma itu dimasukkan dulu, perbaikan-nya belakangan. Itu juga jadi persoalan,” ujar Bagja.

Bagja mengatakan, LADK partai politik, baik penerimaan maupun pengeluaran, harus terus diperbarui.

Lihat juga konten video, di sini: Prabowo Subianto Dorong Pembangunan Tanggul Laut di Pantura, Cegah Warga Terdampak Banjir Rob

Terlebih, nantinya akan ada Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK).

“Harus di-update terus, kan ada LPPDK nanti. Di situ akan dilihat update-nya,” ucap Bagja.

Rahmat mengatakan, tidak logis jika nantinya pengeluaran dana kampanye partai politik masih di angka Rp180 ribu, sementara kampanye dilakukan di banyak tempat.

“Kan enggak rasional kalau masih tetap Rp180 (ribu). Loh itu ke mana? Mereka kampanye di mana-mana.”

“Kok enggak ada laporannya? Itu kan tidak logis dan tidak rasional,” imbuh Bagja.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan rincian total penerimaan dan pengeluaran dalam LADK semua partai politik nasional peserta Pemilu 2024, Selasa (9/1/2024).

Berdasarkan LADK tersebut, PDI Perjuangan tercatat sebagai partai politik dengan total penerimaan dan pengeluaran paling tinggi.

Yakni masing-masing Rp183.861.799.000 (Rp183 miliar) dan Rp115.046.105.000 (Rp115 miliar).

Sementara itu, PSI tercatat sebagai partai politik dengan pengeluaran terkecil, yakni Rp180.000; sedangkan total penerimaannya adalah Rp2.002.000.000 (Rp2 miliar).*

Berita Terkait

H. Iwan Efendi Nakhodai DPC PDI Perjuangan Sampang Periode 2025-2030
PKB Sidoarjo Siapkan 120 Kader Loyalis sebagai Ujung Tombak Perebutan Suara Milenial dan Gen Z
2026, Pemkab Sidoarjo Gelar Pilkades Serentak di 80 Desa
Sugiono Tegaskan Komando Politik Gerindra Kawal Penuh Pemerintahan Prabowo
Ijazah Jokowi, WA Paiman, dan Bayang-Bayang Jalan Pramuka
Parlemen Makzulkan Wakil Presiden
Gen Z Mendominasi jadi Kalangan Paling Puas dengan Kinerja Prabowo Subianto Versi Survei Indikator
Hitung Cepat Versi Litbang Kompas, Pasangan Khofifah – Emil Sementara Unggul di Pilkada Jatim 2024

Berita Terkait

Minggu, 21 Desember 2025 - 10:54 WIB

H. Iwan Efendi Nakhodai DPC PDI Perjuangan Sampang Periode 2025-2030

Senin, 17 November 2025 - 07:13 WIB

PKB Sidoarjo Siapkan 120 Kader Loyalis sebagai Ujung Tombak Perebutan Suara Milenial dan Gen Z

Senin, 3 November 2025 - 21:13 WIB

2026, Pemkab Sidoarjo Gelar Pilkades Serentak di 80 Desa

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 08:39 WIB

Sugiono Tegaskan Komando Politik Gerindra Kawal Penuh Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Juni 2025 - 09:04 WIB

Ijazah Jokowi, WA Paiman, dan Bayang-Bayang Jalan Pramuka

Berita Terbaru