Hartamu Ingin Seperti apa Diambil?

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 24 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gatot Sundoro.

Gatot Sundoro.

Oleh: Gatot Sundoro

JATIMRAYA.COM – Alloh SWT mengambil harta kita dengan cara-NYA sendiri, apabila kita tidak menjalankan kewajibannya, maka Alloh yang akan menagih dan mengambil harta tersebut dengan amat mudahnya. Bahkan terkadang amat perih, misalnya, berupa kebakaran, bangkrut, hilang, sakit yang tak tersembuhkan dan sebagainya.

Harta yang banyak melimpah, umumnya menjadikan kita amat materialistis, angan angan menjadi semakin panjang. Setiap hari sibuk menumpuk harta. Rasa was was, kawatir kelak keturunannya melarat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam hidup ini, terkadang kita ini seolah olah merasa Tuhan, bercita cita pembagian rezeki yang tak akan habis sampai tujuh turunan. Padahal yang menentukan rezeki itu bukan kita.

Pengalaman menunjukkan, banyak contoh anak seorang miskin menjadi kaya dan baik hati, karena orang tuanya mendidiknya berakhlak mulia; betapa banyak anak yang mendapat warisan berlimpah, tanpa akhlak, akhirnya bangkrut dan sesat jalan hidupnya.

Alloh SWT berfirman dalam Al Qur’an surat Al Lail ayat 8 dan 9:” Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Alloh) serta mendustakan (pahala) yang terbaik, maka akan KAMI mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan).”

Sebelum Alloh mengambil harta kita dengan cara’NYA, alangkah baiknya manakala kesadaran untuk menafkahkan sebagian rezeki yang kita peroleh itu dilakukan dengan keikhlasan hati. Islam mengajarkan kita caranya, yaitu melalui ZIS (Zakat, Infaq maupun Shodaqoh)

Berita Terkait

Karhutla, Krisis Spiritual, dan Amanah Kekhalifahan: Ketika Hutan Dibakar atas Nama Kemajuan
Pisau Kebenaran dan Bungkus Moral Kekuasaan
Menyikapi Anatomi Operasional Shadow State
Menko Sugiono dan Tembakau
Antrean di Ujung Barel: Ilusi Harga Pompa dan Ujian Kedaulatan Energi
Menembus Labirin Dark Economy: Mengapa Pembersihan Bisnis Haram dan Kejahatan Kerah Putih Begitu Rumit?
Keheningan Kekuasaan dan Debu Legitimasi
Mencari Malapetaka di Balik Wacana Payroll Kopdes

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Karhutla, Krisis Spiritual, dan Amanah Kekhalifahan: Ketika Hutan Dibakar atas Nama Kemajuan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Pisau Kebenaran dan Bungkus Moral Kekuasaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Menyikapi Anatomi Operasional Shadow State

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Menko Sugiono dan Tembakau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Antrean di Ujung Barel: Ilusi Harga Pompa dan Ujian Kedaulatan Energi

Berita Terbaru