Jalan Terjal Hijrah

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 5 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anwar Hudijono, jurnalis tinggal di Sidoarjo.

Anwar Hudijono, jurnalis tinggal di Sidoarjo.

Oleh Anwar Hudijono

JATIMRAYA.COM, Seorang anak milenial cerita setiap kali memulai hijrah, masalah selalu timbul. Mulai kehilangan proyek, dibohongi orang.

Apakah saya harus membatalkan niat saya untuk hijrah? Begitu ungkapan di akhir curhatnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang ibu usia 50 an punya masalah serupa. Tatkala start hijrah cobaan dan masalah datang bertubi-tubi. Mulai disingkirkan komunitas sampai bangkrut dan sakit.

Banyak sekali kisah hijrah demikian. Sehingga terkesan hijrah itu seperti menapak jalan ekstra terjal licin berliku-liku rumit penuh risiko.Selalu dibarengi masalah bertubi-tubi. Hijrah dan ujian seperti dua sisi pada sekeping mata uang.

Kisah hijrah di zaman now hampir selalu bisa dipahami dalam perspektif Quran surah Ali Imran 133 – 136 dan 142.

Startnya niat untuk segera berislam lebih baik. Meninggalkan maksiat dan mungkarat dan mulai taat syariat serta banyak mengamalkan ibadah sunah.

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,” (QS. Ali ‘Imran 3:133)

Dari situ lantas mempedomani ayat 134 dan 135.

“(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 134)

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 135)

Lantas teguh konsisten berusaha menggapai tujuan finis hijrah yaitu:

“Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 136)

Nah, ternyata untuk sampai finis itu banyak ujian. Miriplah untuk tamat setiap jenjang pendidikan sekolah barus pakai ujian. Beratnya ujian sepadan dengan jenjangnya.

Yang namanya ujian itu mesti sulit. Ujian yang mudah itu tidak meyakinkan. Ujian gampang itu lucu.Hal itu ditegaskan di ayat 142.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 142)

Tahapani ini wajib dilalui setiap insan hijrah. Hal itu terjadi sejak hijrah dalam konteks pindah dari Mekah ke Medinah, sampai istilah hijrah dalam arti kuitatif dari Islam yang kurang atau tipid-tipis menjadi muslim kaffah.

Contoh Syuaib Ar Rumi. Demi hijrah dia tinggalkan anak istri harta saudara semuanya. Tatkala Rasulullah tahu, Beliau dawuh ,”beruntunglah Syuaib. Beruntunglah Syuaib.”

Demikian pula sahabat yang hijrah banyak rintangan. Ada yang dicegat, dikriminalisasi, dirampas hartanya, kelaparan, penuh penderitaan.

Oleh karena itu, hijrah bernilai jihad fi sabilillah.

“Dan barang siap berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 100)

Pada akhirnya perjalanan hijrah akan ditentukan yang punya hajat. Apakah ibarat sepur langsir maju mundur, atau angkot maju jalan lantas ngeteagi atau ibarat kapal sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai. (Andy Setiawan)***

Berita Terkait

Petrokimia Gresik Raih Dua Penghargaan di Anugerah BUMN 2026, Dirut Daconi Khotob Sabet Best CEO
PCM Grand Wisata Bekasi Resmi Terbentuk, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pemberdayaan Warga
Akhmad Munir: Keberhasilan HPN 2026 Banten Tak Lepas dari Peran Mitra PWI
SariKue Luncurkan Logo Baru, Simbol Inovasi Rasa dan Kualitas
Rehabilitasi DAS GSM Capai 83 Persen, Diserahkan ke Kementerian Kehutanan
PWI Pusat Nobatkan Sri Sultan HB X sebagai Anggota Kehormatan Pertama di DIY
USANITA Perkuat Akses Global Usahawan Malaysia Indonesia
Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:21 WIB

Petrokimia Gresik Raih Dua Penghargaan di Anugerah BUMN 2026, Dirut Daconi Khotob Sabet Best CEO

Senin, 9 Maret 2026 - 12:28 WIB

PCM Grand Wisata Bekasi Resmi Terbentuk, Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Pemberdayaan Warga

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:46 WIB

Akhmad Munir: Keberhasilan HPN 2026 Banten Tak Lepas dari Peran Mitra PWI

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:48 WIB

SariKue Luncurkan Logo Baru, Simbol Inovasi Rasa dan Kualitas

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:44 WIB

Rehabilitasi DAS GSM Capai 83 Persen, Diserahkan ke Kementerian Kehutanan

Berita Terbaru

Lifestyle

Stabilitas Diatas Ambang Keraguan

Minggu, 15 Mar 2026 - 12:35 WIB

Lifestyle

Antara Parsel dan Harga Diri Bangsa

Minggu, 15 Mar 2026 - 12:25 WIB