JATIMRAYA.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban sukses menyelenggarakan kegiatan PWO Goes To Campus di STAI Senori, Rabu (4/11/2026).
Hadir diacara itu yaitu Kapolresta Tuban, Kombes Pol Jazuli Dani Irawan yang telah memberikan motivasi kepada ratusan mahasiswa.
Menurut Kapolresta Tuban, bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digitalisasi. Tidak sekadar menjadi konsumen informasi, generasi muda juga diharapkan mampu menjadi pelopor penyebaran informasi sehat. Sekaligus bisa membentengi diri dan masyarakat dari bahaya hoaks, fitnah dan narkoba.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sepakat PWI menggelar kegiatan ini, sebab giat ini bagian dari edukasi untuk adik-adik mahasiswa guna membentengi informasi hoax dan bahaya narkoba,” terang mantan Kapolres Pasuruan itu.
Disisi lain, Kapolresta Dani mengapresiasi inisiatif Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban yang menggelar edukasi jurnalistik bagi kalangan mahasiswa. Kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk membangun sinergi antara kepolisian, insan pers, dunia pendidikan, dan masyarakat.
Tentu tantangan di era digital semakin kompleks. Informasi yang beredar melalui media sosial belum tentu benar. Karena itu, mahasiswa harus memiliki kemampuan memilah informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kembali.
“Ketika kita membaca kemudian mengirimkan atau merepost informasi yang ternyata hoaks maupun fitnah, dampaknya bisa luar biasa di tengah masyarakat. Karena itu, mahasiswa harus cerdas dalam menyikapi setiap pemberitaan,” pesannya.
Baca Juga:
PWI Tuban Goes to Campus, Ajak 120 Mahasiswa STAI Senori Jadi Pelopor Informasi Sehat
Album Arirang BTS Raih Platinum di Italia, Ukir Sejarah Baru Industri K-pop
UMKM Binaan Telkom Tembus Pasar Global, Raih 82 Buyer Leads di Trade Expo Indonesia 2026
Kombes Pol Dani berharap, melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya memahami cara memperoleh dan mengolah informasi yang benar, tetapi juga mampu menjadi pelopor informasi sehat di lingkungan masing-masing. Diharapkan, peran mahasiswa ini bisa menjadi pelopor informasi yang sehat, setelah mengetahui bagaimana mendapatkan informasi yang baik.
“Selain persoalan literasi digital ada juga yang tidak kalah penting yaitu nahaya penyalahgunaan narkoba. Mahasiswa harus diberikan edukasi mengenai bahaya narkoba sebagai upaya membangun kesadaran dan ketahanan mahasiswa agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan barang terlarang tersebut,” bebernya.
Kata dia, narkoba tidak memberikan manfaat, melainkan membawa dampak buruk bagi masa depan generasi muda. Oleh sebab itu, diperlukan keterlibatan semua pihak untuk melakukan pencegahan sejak dini.
“Kami berharap kegiatan positif seperti ini bisa terus berlanjut. Polresta Tuban siap bersinergi dan membersamai PWI untuk menyampaikan berbagai edukasi yang dibutuhkan masyarakat, khususnya dalam membentengi generasi muda dari bahaya narkoba dan informasi yang menyesatkan,” paparnya.
Baca Juga:
Kabar Gembira Penggemar! Johnny Depp Isyaratkan Kembali Jadi Jack Sparrow
Tak Hanya MBR, Pemerintah Bidik Masyarakat Berpenghasilan Tanggung Lewat Program KPR
Bayang-Bayang di Balik Layar: Penyadapan, Hilirisasi, dan Pundi-Pundi Logistik Kekuasaan
Kapolresta mengapresiasi seluruh mahasiswa dan pihak STAI Senori yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat diteruskan kepada masyarakat luas. Melalui kolaborasi antara insan pers, kepolisian, dan lembaga pendidikan, diharapkan lahir generasi muda yang kritis, bijak bermedia sosial, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari derasnya arus informasi digital, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menciptakan ruang publik yang sehat, aman, dan bebas dari hoaks maupun narkoba,” paparnya.
Dalam sambutannya, Ketua PWI Kabupaten Tuban Suwandi menyampaikan, kegiatan PWI Goes to Campus telah dilaksanakan selama lebih dari 10 tahun dengan lokasi yang berpindah-pindah dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi insan pers dalam memberikan edukasi dan meningkatkan literasi informasi, khususnya kepada kalangan mahasiswa dan generasi muda.
“Tugas kami tidak hanya sekadar peliputan, tetapi juga bagaimana memberikan edukasi dan sosialisasi tentang berita-berita positif, terutama kepada generasi milenial dan Gen Z agar menjadi pelopor informasi yang bermanfaat dan sehat,” ungkap Suwandi.
Ia menyoroti derasnya arus digitalisasi yang membuat masyarakat semakin mudah menerima dan menyebarkan informasi, tetapi terkadang kurang memperhatikan kebenaran isi berita maupun konten yang beredar di media sosial.
Baca Juga:
RSPO RT2026 Bahas Kebakaran di Indonesia, Gerbang Ekspor Tunggal, dan Inklusi Petani Swadaya
Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Diduga Terlibat Kasus Penyadapan Presiden
Jarno ae Congkrah: Ketika Rakyat Berhenti Percaya pada Negara
“Jangan sampai informasi yang diterima langsung ditelan mentah-mentah kemudian dibagikan tanpa mengetahui kebenarannya,” pungkasnya. (as)















