JATIMRAYA.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sogaten milik Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, mengadakan Skrining CA (kanker) Rektum secara gratis kepada puluhan pasien yang sedang berobat di rumah sakit itu, Selasa (30/06/2026).
Penanganan tes medis yang dilakukan para tenaga ahli kesehatan rumah sakit tersebut, juga menangani konsultasi kesehatan jiwa dan konsultasi gizi. Di ruang konsultasi gizi, umumnya didominasi peserta Balita dan usia kanak-kanak, yang memang memerlukan pemantauan perkembangan gizi secara berkala.
Skrining CA Rektum sendiri merupakan serangkaian pemeriksaan medis untuk mendeteksi polip prakanker, atau kanker pada rektum dan usus besar sebelum menimbulkan simptom medis (gejala).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemeriksaan bertujuan menemukan sekaligus mengangkat jaringan abnormal sejak dini, sehingga laju kanker dapat dicegah dan diobati dengan lebih mudah dan efektif.
Hal itu salah satu yang disampaikan (Plt) Walikota Madiun, Fransiskus Bagus Panuntun, saat berkenan membuka kegiatan tersebut di salah satu ruangan rumah sakit setempat. Dalam pada itu Bagus Panuntun didampingi Dirut RSUD Sogaten, dr. Muhammad Nur, M.M., Sp.OG., dan sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kota Madiun.
Karena pentingnya menjalani hidup sehat, Bagus Panuntun meminta partisipasi publik secara sadar untuk memeriksakan kesehatan dirinya, guna mencapai kualitas kehidupan yang lebih nyaman tanpa gangguan kesehatan.
“Jadi, selama ini yang kita tahu dan dengar hanya kanker serviks dan payudara. Banyak yang melupakan adanya kanker rektum. Padahal ternyata ada tindakan yang bisa dilakukan dengan skrining. Yang kedua skrining gangguan mental. Misalnya gangguan sulit tidur, susah bergaul dan lainnya. Kemudian skrining gizi,” jelas Bagus Panuntun, dalam doorstop interview, kepada para wartawan.
Disebutkan Bagus Panuntun, peserta Skrining CA Rektum sebanyak 108 orang dari berbagai kalangan baik pria maupun wanita. Angka tersebut, menurutnya, sesuai dengan usia Kota Madiun yang saat ini tengah diperingatinya.
Sedangkan peserta Skrining Kesehatan Mental, sambung Bagus Panuntun, sebanyak 20 orang, yang menandakan tanggal lahirnya Kota Madiun, serta 6 keluarga mengikuti Skrining Gizi sebagai tanda bulan lahirnya Kota Madiun.
Menurutnya, sesuai data medis, pada umumnya pengidap kanker rektum yang datang ke rumah sakit untuk berobat sudah dalam keadaan parah. Dengan adanya fasilitas skrining tersebut, harapnya, masyarakat segera tahu kondisi kesehatannya sehingga segera mendapat penanganan jika ditemukan hal yang mengarah rektum.
Masyarakat yang mengikuti skrining rektum, paparnya, tidak perlu menunggu adanya gejala. Yang penting, usia seseorang sudah mencapai 40 tahun ke atas dan kalau pun disertai dengan gejala, umumnya bergejala perut kembung, BAB disertai darah dan persoalan rongga perut lainnya.
“Kami berharap masyarakat yang mengikuti ketiga jenis skrining tersebut dapat menjadi kepanjangan tangan, sehingga bisa menularkan kepada masyarakat luas agar mengikuti jejaknya dalam hal menjaga kesehatan,” harap Bagus Panuntun. (as)













