Poktan Niti Utomo Desa Bolo Kembangkan Pupuk Organik Demi Jaga Ekologi Pertanian

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIMRAYA.COM – Kelompok Tani (Poktan) “Niti Utomo” Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, bertekad mengembangkan penggunaan pupuk organik bagi para petani di wilayahnya. Hal itu dilakukan sebagai kesadaran petani akan pentingnya menjaga ekologi pertanian, dengan berupaya menetralkan unsur hara tanah agar subur guna meningkatkan produksi pertanian.

Potensi itu ditangkap Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, yang spontan memberikan bantuan paket sarana dan prasarana berupa perlengkapan pengolah pupuk organik. Komponen bantuan berupa pemberian hewan ternak, pembuatan kandang, bangunan pengolah kompos, bak fermentasi serta sarana pendukung lainnya.

Yang perlu digarisbawahi, bantuan tersebut diproyeksikan sebagai pengolahan kotoran ternak, untuk dijadikan pupuk organik yang ramah lingkungan. Sedangkan pengerjaannya dilakukan dengan skema komunal (tanggung jawab bersama-sama), mengingat bantuan tersebut ditujukan kepada kelompok tani, dan untuk kesejahteraan seluruh petani.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak DKPP setempat merasa perlu mendorong kegiatan Poktan, guna memperbaiki struktur tanah agar subur, mengurangi ketergantungan pupuk kimia, mengurangi biaya produksi pertanian juga meningkatkan pendapatan melalui penjualan pupuk.

Melalui program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) DKPP setempat, sejak 11 Desember 2025, menggelontorkan bantuan berupa ternak kambing sebanyak 143 ekor, termasuk berbagai kebutuhan pendukungnya kepada Poktan “Niti Utomo”. Dari jumlah tersebut, 13 ekor dantaranya pejantan yang dimaksudkan untuk mengembangkan jumlah ternak.

“Kambing bantuan program UPPO sebanyak itu dikelola oleh sekitar 31 orang anggota Poktan. Jadi idealnya setiap petani merawat 6 sampai 7 ekor kambing. Namun, saat ini kami memang belum memproduksi kotoran ternak menjadi pupuk organik. Mulai alhir Februari kami sudah siap menghasilkan produknya,” papar Sunardi, Ketua Poktan Niki Utomo, kepada koresponden di area kandang ternak, Senin (26/01/2026).

Dituturkan Sunardi, setiap petani yang merawat hewan diberikan bertanggungjawab menyangkut pengadaan pakan, kesehatan ternak, melaporkan setiap situasi terkait ternak dan perlengkapannya.

Terkait rencana dimulainya produksi pupuk organik, ucap Sunardi, pada akhir bulan Februari ini Poktan yang dipimpinnya diharapkan sudah mulai memproduksi pupuk. Untuk menjadi pupuk organik, katanya, memerlukan waktu untuk proses fermentasi selama 2 sampai 3 minggu.

Dia memperkirakan, produksi perdana akan menghasilkan sebanyak 5 kuintal pupuk organik berstempel “Poktan Niki Utomo”. Dari hasil produksi itu, bilangnya, dia akan menjual kepada para petani dengan harga Rp. 500 per kilonya. Namun pupuk tersebut akan dijualnya dengan kemasan masing-masing 20 kg.

“Kenapa saya baru memproduksi akhir Februari, karena kan butuh fermentasi selama 2 sampai 3 minggu lamanya. Saya perkirakan akan mampu mencapai 5 kuintal pada produksi pertama nanti. Itu akan kami jual dalam kemasan 20 kg, seharga Rp. 2.000 per bungkus,” ucap Sunardi.

Sunardi berobsesi, produkai pupuk organik buatan Poktannya akan berkembang, hingga meringankan biaya produksi pertanian. Selain itu, juga turut menjaga ekologi pertanian, menormalkan kembali unsur hara pada tanah sehingga meningkatkan produksi pertanian di wilayahnya. (as)

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, Ribuan Warga Desa Gelam Gelar Jalan Sehat Bernuansa Karnaval
Berikan Rasa Aman, Polwan Polresta Sidoarjo Kawal CFD Alun-Alun Sidoarjo
Hadapi Potensi Gangguan Kamtibmas, Polsek Buduran Gelar Simulasi Dalmas Awal
Usai Apel Pagi, Polsek Waru Bagikan 100 Nasi Bungkus untuk Pengguna Jalan
Kejari Nganjuk Gelar Pasar Rakyat, Libatkan Ribuan Pelaku UMKM
AKP Septia Intan Putri Resmi Jabat Kasatlantas Polres Kediri Kota
Polsek Krian Edukasi Siswa SD Cinta Hati tentang Bahaya Bullying dan Perundungan
Curhat Kamtibmas di Banjarsari, Polresta Sidoarjo Ajak Warga Cegah Bullying, Intoleransi dan Hoaks

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Ribuan Warga Desa Gelam Gelar Jalan Sehat Bernuansa Karnaval

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Berikan Rasa Aman, Polwan Polresta Sidoarjo Kawal CFD Alun-Alun Sidoarjo

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Hadapi Potensi Gangguan Kamtibmas, Polsek Buduran Gelar Simulasi Dalmas Awal

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Usai Apel Pagi, Polsek Waru Bagikan 100 Nasi Bungkus untuk Pengguna Jalan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 04:56 WIB

Kejari Nganjuk Gelar Pasar Rakyat, Libatkan Ribuan Pelaku UMKM

Berita Terbaru