Sebulan Penuh Muaythai Jatim Asal Mental Tanding di Bangkok Thailand

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 25 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Muaythai Jatim akan menjalani pemusatan latihan ke Bangkok, Thailand untuk persiapan PON XXI Aceh-Sumut 2024. (foto: istimewa)

Tim Muaythai Jatim akan menjalani pemusatan latihan ke Bangkok, Thailand untuk persiapan PON XXI Aceh-Sumut 2024. (foto: istimewa)

Muaythai Jawa Timur akan menjalani try out di Bangkok Thailand selama satu bulan penuh. Hal ini dilakukan dalam rangka pemusatan latihan menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 yang akan digelar pada 8-20 September mendatang.

Ketua Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur Baso Jurherman menyatakan training center (TC) di Bangkok ini untuk meningkatkan teknik dan mental bertanding para atlet yang akan berlaga di PON.

“Saya kira tinggal sparing (latih tanding) dan teknik saja karena kekuatan fisiknya mereka mulai Januari sudah dilatih di sini. Kemudian mungkin untuk menambah pengalaman tanding kita akan cari sparing yang di atasnya,” ucap Baso saat ditemui wartawan di Surabaya, Selasa 25 Juni 2024.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baso menjelaskan, latih tanding tersebut dilakukan agar para atlet Jatim terbiasa dengan lawan yang memiliki kemampuan di atasnya. Tujuannya agar mentalnya terbentuk saat PON digelar.

“Supaya kalau tanding dengan lawan yang ada di Indonesia, atlet Jatim sudah terbiasa,” katanya.

Selain TC yang diikuti oleh 14 atlet tersebut, lanjutnya, akan mengunjungi beberapa camp-camp Muaythai yang ada si Bangkok untuk memperdalam ilmu dan teknik.

“Teman-teman dari kelas seni sudah di sana dan sudah menghubungi beberapa camp, kemungkinan akan ada dua sampai tiga camp yang akan kami datangi untuk mengetahui pola latihan dari masing-masing tempat,” ujarnya.

Setiap camp di Bangkok, kata Baso, mempunyai kemampuan pembinaan yang berbeda-beda dalam melatih atlet-atlet Muaythai.

“Misalnya ada yang lebih dominan elbow, knee dan ada juga yang tendangan, macam-macam di sana. Mungkin ada dua atau tiga camp yang teman-teman bisa datangi,” kata Baso.

Harapannya, dengan TC selama sebulan yang dimulai sejak 9 Juni hingga Juli, kata dia, teknik dan mental bertanding para atlet Jatim akan lebih terasah.

“Di sana supaya terbiasa, karena anak-anak yang tidak terbiasa tanding juga bisa demam panggung meskipun fisiknya bagus. Jadi saya kira mental itu yang harus ditingkatkan di sana. Supaya mereka bisa lebih baik,” ujar Baso.

Dalam gelaran PON XXI Aceh-Sumut, pihaknya tetap waspada terhadap tim Jawa Barat yang juga mempunyai atlet bagus.

“Namun saya tetap optimistis bahwa Jatim bisa mempertahankan juara umum,” tutur Baso.

Tim Muaythai Jatim, pada gelaran PON XXI Aceh-Sumut akan mengikuti 20 nomor dari 22 kelas yang ditandingkan, yaitu empat kelas seni dan 16 kelas laga.

“Dari 22 kelas, Jatim ikut 20 kelas, yang gugur di awal kelas 45 Kilogram dan 51 Kilogram,” ujarnya.

Berita Terkait

USANITA Perkuat Akses Global Usahawan Malaysia Indonesia
Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan
Menpora Dukung Penuh Program PBMI, Muaythai Indonesia Tancap Gas Menuju SEA Games Malaysia
Menhan-PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan
Dari “Kaleidiskop Media Massa 2025”, Perlu Intervensi Negara untuk Menjaga Eksistensi Media
H. Iwan Efendi Nakhodai DPC PDI Perjuangan Sampang Periode 2025-2030
Peduli Korban Bencana, Grup Merdeka Serahkan Donasi Rp977 Juta ke BAZNAS RI
PWI Pusat Terbitkan Tiga Surat Edaran untuk Anggota se-Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:47 WIB

USANITA Perkuat Akses Global Usahawan Malaysia Indonesia

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Di Hadapan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Masih Wartawan

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:09 WIB

Menpora Dukung Penuh Program PBMI, Muaythai Indonesia Tancap Gas Menuju SEA Games Malaysia

Rabu, 24 Desember 2025 - 17:49 WIB

Menhan-PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:26 WIB

Dari “Kaleidiskop Media Massa 2025”, Perlu Intervensi Negara untuk Menjaga Eksistensi Media

Berita Terbaru